Jumat, 19 Juli 2019 - 12:21 WIB

Joss, Polres Ciamis Ringkus 6 Sindikat Spesialis Pembobol ATM

CIAMIS – Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis Polda Jawa Barat meringkus enam anggota sindikat pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) yang selama ini beroperasi di berbagai wilayah di Jawa Barat, Rabu (17/7/2019).

Komplotan asal Lampung itu diringkus ketika sedang makan siang di sebuah rumah makan di wilayah Kecamatan Baregbeg, Ciamis.

Polisi terpaksa mengambil tindakan tegas terukur di bagian kaki, karena ketika hendak ditangkap mereka melarikan diri dan dapat membahayakan petugas.

Kapolres Ciamis AKBP Bismo Teguh Prakoso menegaskan, sindikat ini sudah 21 kali beroperasi di 7 ATM di Ciamis. “Modusnya dengan cara mengganjal ATM,” tegas Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Hendra Virmanto dalam Press Release di Polres Ciamis, Kamis (18/7/2019).

Dalam aksinya, lanjut Kapolres, komplotan tersebut berbagi tugas. Dua orang tersangka yakni A dan R bertindak sebagai eskekutor pembobol ATM, sedangkan empat lainnya mengawasi kondisi sekitar.

Lulusan Terbaik Akpol 2001 ini menambahkan, sekali beroperasi mereka melakukan selama seminggu. Mulai saat berangkat dari Lampung hingga Ciamis. Selama perjalanan, mereka juga membobol ATM di beberapa tempat. Dalam sekali beroperasi, mereka dapat menggasak uang hingga Rp 38 juta.

“Selama di Ciamis, sindikat tersebut tidak hanya membobol ATM yang ada di wilayah pinggiran, akan tetapi juga di tengah kota. Komplotan tersebut sudah tiga bulan beroperasi di Ciamis, mulai Bulan Mei 2019,” urai Kapolres.

 

Sindikat Sama

Terungkapnya kasus tersebut bermula ketika polisi menerima laporan dari salah satu bank yang mengungkapkan ATM-nya dibobol. Hasil pemeriksaan CCTV dan beberapa saksi, diketahui rentetan aksi bobol ATM dilakukan oleh sindikat yang sama.

Kejadian pertama berlangsung pada 20 Mei 2019. Pelaku membobol ATM di wilayah Cikoneng. Berikutnya pada tanggal 15 Juni 2019, sindikat tersebut kembali membobol ATM yang sama.

“Setelah beroperasi di Ciamis, komplotan kembali ke Lampung. Sepanjang perjalanan pelaku juga membobol ATM. Kami juga terpaksa mengambil tindakan tegas yang terukur, karena ketika hendak ditangkap mereka berupaya melarikan diri serta dapat membahayakan petugas,” ungkap Kapolres.

Selain enam orang yang telah ditangkap, pihaknya masih memburu tiga orang lainnya yang masuk daftar pencarian orang. “Kami masih mengembangkan kasus ini, sebab tidak menutup kemungkinan masih ada yang ditutupi,” pungkas Kapolres.

Artikel ini telah dibaca 7250 kali

loading...
Baca Lainnya

Omnibus Law Cipta Kerja Menguntungkan UMKM

Oleh : Zakaria Omnibus Law Cipta Kerja didesain oleh pemerintah, tidak hanya untuk pekerja tapi...

22 September 2020, 23:58 WIB

Kalangan Media dan Milenial Harus Aktif Dukung Penanganan Covid-19

Oleh : Rahmat Soleh Pemerintah saat ini sedang fokus menangani Covid-19 yang masih terus terjadi....

22 September 2020, 23:50 WIB

Masyarakat Menolak Konsep Usang KAMI

Oleh : Putu Raditya KAMI yang diprakarsai oleh Din Syamsudin dkk berjanji akan menyelamatkan Indonesia....

22 September 2020, 04:20 WIB

Mengutuk Kekejaman KKSB Papua

Oleh : Sabby Kossay Kelompok kriminal separatis bersenjata adalah kumpulan pemberontak yang terus meneror masyarakat...

21 September 2020, 20:53 WIB

Omnibus Law Cipta Kerja Bangkitkan Perekonomian Bangsa

Oleh : Alfisyah Dianasari Pembahasan RUU Cipta Kerja terus dipercepat. Publik pun meyakini bahwa Omnibus...

21 September 2020, 19:53 WIB

Otsus Jilid 2 Dorong Kemajuan Milenial Papua

Oleh : Sabby Kossay Otonomi khusus jilid 2 didukung penuh oleh mahasiswa dan pemuda Papua,...

21 September 2020, 14:28 WIB

loading...