Sabtu, 20 Juli 2019 - 13:00 WIB

Ormas Laki Pertanyakan Kinerja Tim Task Force Gayo lues

Gayo Lues-Ketua ormas Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Kabupaten Gayo Lues mempertanyakan kinerja Tim Task Force. Hal ini melihat setelah dua Tahun dilantik tim tersebut sebagai tim percepatan pembangunan Gayo Lues yang bersinergi bersama pemerintah dalam melaksanakan visi-misi bupati yang dituangkan dalam beberapa program, diantaranya, gempur gemiskinan,gempur kebodohan dan gempur kemaksiatan.

Laki menilai, sejak pelantikan tim task force  lebih kurang Dua Tahun tersebut, belum tampak perubahan yang siknifikan terhadap pembangunan Kabupaten Gayo Lues.

“Tim Task Force untuk segera menjalankan tugas didalam membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di Gayo Lues sesuai dengan keinginan masyarakat dan sesuai dengan program visi-misi bupati serta janji kampanye 2017 yang lalu,” kata Hendra Ketua Ormas Laki Gayo Lues, Sabtu 20/07/2019.

Hendra berharap, Tiga tahun tim Task Force agar meningkatkan komunikasi dengan berbagai pihak dan bila dibutuhkan langsung ikut ambil andil bekerja sebelum akir masa jabatan bupati dan wakil bupati berakir.

Disampaikan, tim Task Force bekerja menggunakan kewenangannya sesuai dengan UU dan peraturan bupati serta sistem tata kelola pemerintahan.

“Saya meminta supaya Tim Task Force jangan masuk dalam kategori intervensi. Mereka bekerja berdasarkan aturan main yang ada, yaitu UU,”ujarnya.

Salah satu tugas dari Tim Task Force adalah mengadakan konsultasi dengan SKPK dalam upaya menghindari Gagalnya progam visi-misi bupati

“Kalau perlu Tim Task Force dilakukan refitalisasi dan penambahan ahli di bidang yang dibutuhkan jika tidak dapat mewujudkan harapan  rakyat atau silakan mundur,” tegas Hendra.

Terkait hal tersebut, Profesor Abubakar Karim, Ketua Tim Task Force Percepat Pembangunan Kab Gayo Lues  Saat Dikonfirmasi Deliknews Jum’at menjelaskan awal pelantikan Tim Task Force Gayo Lues, berjumlah Sembilan orang yang membidangi beberapa program, diantaranya bidang kerohanian, pendidikan, ekonomi, pembangunan dan membentuk komposisi  ketua, wakil ketua, sekertaris dan bendahara serta beberapa bidang yang menurutnya memiliki keahlian yang mumpuni. Selain tergolong mumpuni mereka dalam tim ini ada ,Syafarudin, Ramli S.MM, NazamuddinArby, Wawan Setiawan, Said Muktar SH, M Kasim, Abdul Karim Kemaladarna dan Iskandar, “tapi awal Tahun pertama kurang efektip, karna kurang memahami secara benar tugas dan fungsi,” kata profesor.

Beberapa bulan berjalan sepertinya mulai tidak sesuai dengan rencana karena beberapa orang dari tim ini tidak mengerti tugas dan fungsinya, ada yang turun ke lapangan, sementara tugas yang sebenarnya bukan demikian. Sehingga, pra pemilu legislatif, beberapa orang mundur dari Tim Task Force, Dan saat ini hanya tinggal beberapa orang yang bertahan.

Dijelaskan, secara herarki mereka bertanggung jawab kepada bupati dan merekomendasikan program serta membuat laporan secara independen dan tidak mengintervensi kebijakan. Serta secara birokrasi kami bertanggungjawab kepada sekda, karena mereka mengunakan anggaran yang ditampung di BAPEDA Gayo Lues.

Profesor membeberkan, tugas Tim Task Force diantaranya.

1. Menganalisis bebijakan bupati yang dituangkan dlm RPJM, serta mengadakan konsultasi dengan seluruh satuan perangkat daerah, membuat  pemetaan disemua sektor sesuai dengan fungsi dan berupaya  keras membuat rumusan serta rekomendasi langkah-langkah kokrit pelaksanasn syariat Islam secara kaffah  serta peningkatan mutu pendidikan sesuai dengan visi-misi bupati.

2. Mengadakan konsultasi dengan seluruh SKPK dan melakukan evaluasi  terhadap pelaksanaan semua program agar tidak lari dari UU serta sesuai regulasi dan ketetapan UU, PP, Kepmen, dan Perbub.Serta merekomendasi kepada bupati.

3. Melakukan langkah-langkah terhadap percepatan pembangunan ekonomi dari semua sektor dan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengantisifasi apabila program pemerintah gagal dilaksanakan sesuai dengan RPJM, RENSTRA, RENJA, RKPD, KU-PPAS dan RKA, SKPK yang disidangkan melalui paripurna DPRK.

Ketika ditanya tentang keberhasilan selama Dua tahun pemerintahan MASS dan tim Task Force

Profesor menyampaikan, keberhasilan selama kurun waktu Satu Tahun September 2017-September 2018 Pemerintah Gayo Lues mampu menurunkan angka kemiskinan 1% secara nasional dari 21,96%. Angka kemiskinan menurut data statistik menjadi 20,96% artinya menurun satu persen.

“Keberhasilan pemerintah ini harus kita akui untuk thn 2018,” jelas perofesor(Ali Sadikin)

 

Artikel ini telah dibaca 631 kali

loading...
Baca Lainnya

Komisi III DPRD Nisel Setujui Anggaran Dinas Perakim Rp. 5,6 M

Nias Selatan, Deliknews – Sesuai hasil Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Kabupaten Nias Selatan...

19 November 2019, 21:28 WIB

Menelusuri Ratusan Juta Dugaan Kekurangan Volume Pekerjaaan di PUTR Pasaman

Menelusuri pertanggungjawaban atas dugaan kekurangan volume pekerjaan ratusan juta rupiah (diduga berpotensi merugikan keuangan negara)...

Ilustrasi

19 November 2019, 21:12 WIB

Sejumlah Anggota DPRD Nisel Dapil 4 Apresiasi Program Siwa Sanuwu Sihono

Nias Selatan, Deliknews – Sejumlah Anggota DPRD Kabupaten Nias Selatan dari Daerah Pemilih 4 (empat)...

19 November 2019, 09:35 WIB

Tahun 2020 Jembatan Ulunoyo dan Sialema Hibala Dinangun

Nias Selatan, Deliknews – Pemerintah Kabupaten Nias Selatan melalui Dinas PUPR Kabupaten Nias Selatan memastikan...

19 November 2019, 01:32 WIB

12 Program Diskominfo Nisel T.A 2020, Diantaranya Media Massa

Nias Selatan, Deliknews – Usai pembahasan Ranperda APBD Tahun Anggaran 2020 oleh Komisi I DPRD...

18 November 2019, 20:14 WIB

Sambut HUT KE-5 Lanal Nias, Gelar Lomba PBB Tingkat SMA/SMK

Nias Selatan, Deliknews – Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Nias menggelar lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB)...

18 November 2019, 10:37 WIB

loading...