Jokowi Akan Jadi Presiden 3 Periode

- Editorial Staff

Senin, 22 Juli 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

Jakarta – Pakar hukum tata negara Margarito Kamis berpendapat, jika aturan tentang masa jabatan presiden dan wakil presiden dalam UUD 1945 diamendemen maka akan ada implikasi fundamental terhadap proses demokrasi di Indonesia. Karena itu, ide tentang amendemen tentang masa jabatan presiden harus dikaji dan didiskusikan secara luas.

Margarito mengatakan hal itu saat dimintai tanggapannya tentang ide mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono tentang pembatasan masa jabatan presiden satu periode saja dengan lama menjabat 8 tahun. Satu-satu caranya untuk mewujudkan ide itu adalah mengamendemen UUD 1945.

Margarito mengatakan, ide Hendro bukanlah hal baru. Sebab, sudah ada negara yang menerapkannya seperti Filipina yang masa jabatan presidennya selama 7 tahun untuk satu periode saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gagasan ini oke oke saja sebagai pemecahan atas masalah-masalah yang mengiringi kontestasi pemilihan presiden,” ucap Margarito, Minggu kemarin.

Boleh jadi, katanya, gagasan itu adalah salah satu cara mengefisienkan proses demokrasi, sekaligus agar pemerintahan hasil pemilu fokus mewujudkan amanat pembukaan UUD, yakni menyejahterakan rakyat. Poin penting lainnya, tutur Margarito, gagasan itu akan terealisasi bila UUD 1945 diubah lagi, terutama Pasal 7.

Klausul dalam pasal itu menyatakan bahwa presiden dan wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun, dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan.

Margarito menambahkan, amendemen masa jabatan presiden akan menciptakan kondisi dan lingkungan hukum baru. Sebab, tatanan masa jabatan secara konstitusi berubah

Berita Terkait

Bagi-bagi Beras di Maros, Jokowi Inisiatif Beri Bantuan Pangan
Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, Kapolda Jatim Beri Ucapan Selamat Kepada 477 Personel Yang Naik Pangkat
MOU Polda Jatim dengan Universitas Wijaya Kusuma dan Perum Perhutani Divre Jatim, Wujudkan Sinergitas Polri dengan Stakeholder
Polwan Jember Gelar Pamor Keris, Sasar Jalur Segitiga Emas
Tokoh Indonesia Bicara Soal Bijak Bermedia Sosial di Era Pandemi Begini Ulasannya
Pelabelan Teroris Terhadap KKB Demi Perdamaian di Papua
Mengapresiasi Diplomasi RI Wujudkan Gencatan Senjata
Masyarakat Mendukung KTT ASEAN

Berita Terkait

Kamis, 22 Februari 2024 - 20:35 WIB

Bagi-bagi Beras di Maros, Jokowi Inisiatif Beri Bantuan Pangan

Jumat, 1 Juli 2022 - 18:41 WIB

Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat, Kapolda Jatim Beri Ucapan Selamat Kepada 477 Personel Yang Naik Pangkat

Rabu, 25 Mei 2022 - 21:10 WIB

MOU Polda Jatim dengan Universitas Wijaya Kusuma dan Perum Perhutani Divre Jatim, Wujudkan Sinergitas Polri dengan Stakeholder

Senin, 31 Januari 2022 - 10:55 WIB

Polwan Jember Gelar Pamor Keris, Sasar Jalur Segitiga Emas

Jumat, 16 Juli 2021 - 15:29 WIB

Tokoh Indonesia Bicara Soal Bijak Bermedia Sosial di Era Pandemi Begini Ulasannya

Senin, 28 Juni 2021 - 17:28 WIB

Pelabelan Teroris Terhadap KKB Demi Perdamaian di Papua

Senin, 24 Mei 2021 - 00:02 WIB

Mengapresiasi Diplomasi RI Wujudkan Gencatan Senjata

Minggu, 25 April 2021 - 21:06 WIB

Masyarakat Mendukung KTT ASEAN

Berita Terbaru

Regional

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Feb 2024 - 22:56 WIB