Sabtu, 27 Juli 2019 - 03:39 WIB

Ilustrasi Jalan Tol Surabaya

Ilustrasi Jalan Tol Surabaya

Anggota DPR Bambang Haryo Minta Jalan Tol di Audit

SURABAYA – Anggota Komisi V DPR-RI Bambang Haryo Soekartono meminta seluruh jalan tol di audit ulang.

Utamanya, jalan tol yang dibangun dengan dana APBN yang sekarang ini jumlah daripada pengguna jalan tolnya lebih dari 100%, semisal jalan tol Surabaya-Gempol.

Dalam laporannya, jalan tol Surabaya-Gempol ini dilewati 82 juta kendaraan pertahun, dengan asumsi Rp7.000 per kendaraan, diperkirakan taksiran pendapatan sebesar Rp700 Milyar.

Dengan anggaran perawatan sebesar Rp30 Milyar, ditambah biaya Operasional, anggaran maksimumnya tidak lebih dari Rp100 Milyar, jalan tol Surabaya-Gempol telah mendapatkan keuntungan lebih dari 50%.

Untuk itu, tarif jalan tol Surabaya-Gempol ini, seharusnya di turunkan, juga terkait dengan konsesi jalan tol tersebut yang hampir selesai.

“Infrastruktur itu tidak boleh mencari keuntungan yang sangat besar, sebab, mestinya keuntungannya itu didapat dari multiplayer effect infrastruktur atas pertumbuhan ekonomi dari infrastruktur tersebut”Kata Bambang, di Surabaya Sabtu (27/7)

Untuk itu, kata Bambang, tarif jalan tol Jasa Marga Surabaya-Gempol harus segera diturunkan, karena telah mendapat keuntungan yang sangat besar.

“Ini jalan tol dibangun dengan uang Rakyat, ibarat rumah yang kita beli, lalu rumah itu kita sewa, biaya sewanya untuk perawatan”Kira-kira begitu, ini kan gila, semprot Bambang Haryo.

Dilanjutkan Bambang, Jalan tol ini perlu dilakukan audit ulang, mengenai struktur pembiayaannya atau costnya, harus di audit oleh lembaga independen,melibatkan unsur pemerintah, masyarakat dan perguruan tinggi”Kata Bambang

Kemudian, Bambang menambahkan, karena jalan tol ini dibangun dengan APBN, jadi harus dipertanggung jawabkan secara benar. Jadi tidak asal-asalan seperti sekarang ini.

Bambang juga menyinggung mengenai Standart pelayanan minimal (SPM) jalan tol meliputi kondisi jalan tol, kecepatan tempuh rata-rata,aksesibiltas, mobilitas, keselamatan, unit pertolongan dan TI-TIP kata dia, di jalan tol Jasa Marga Surabaya-Gempol ini tidak memenuhi standar pengelolaan.

Maka itu, seharusnya, sanksi harus keras dan tegas yang diterbitkan Pemerintah atas dorongan DPR, yang diawali dengan kajian mengenai sanksinya.

“Ya, Jalan tol yang tidak sesuai standar pelayanan minimal, akan berdampak pada keselamatan dan kelancaran nyawa publik dan barang publik yang diangkut oleh transportasi dan ini negara harus melindungi, serta bertindak tegas terhadap operator jalan tol”Kata Bambang.

Artikel ini telah dibaca 5352 kali

loading...
Baca Lainnya

Polemik Wartawan VS Humas Pemprov Jatim. Sejumlah Jurnalis Mulai Menguak Dana Covid19

Surabaya – Polemik antara humas pemprov jatim dengan sejumlah wartawan nampaknya berbuntut panjang. Sejumlah jurnalis...

7 Mei 2020, 01:39 WIB

Miliki Belasan Pil Ekstasi, Dani Dituntut Sembilan Tahun Penjara

SURABAYA,- Pengadilan Negeri Surabaya menggelar sidang perkara narkoba dengan agenda tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum...

4 Mei 2020, 19:25 WIB

Bhakti Sosial KOGARTAP III /SBY Bagikan 750 Paket Sembako Ke Warga Bluru Kidul Sidoarjo

Sidoatjo – Komando Garnisun Tetap (Kogartap) III Surabaya menggelar bakti sosial (baksos) sebagai bentuk kepedulian...

22 April 2020, 18:10 WIB

Jual Sabu Sabu dan Pil Ekstasi, Warga Kenjeran Divonis 5 Tahun Penjara

SURABAYA, – Abdul Harris Yusuf Kurniawan, (50) warga jalan Kenjeran Surabaya, akhirnya divonis 5 tahun...

21 April 2020, 23:12 WIB

Divonis 4 Tahun Penjara, DuaTerdakwa Narkotika Malah Menggoda Jaksa Penuntut Umum

SURABAYA – Pengadilan Negeri Surabaya akhirnya memutus 2 pengguna narkoba yaitu terdakwa 1 Yahya dan...

20 April 2020, 21:55 WIB

Peduli Dampak Corona, Warga Gading Indah Regency Surabaya Bagi Bagi Nasi Bungkus Dan Masker gratis

Surabaya – Bertempat di jalan raya kertajaya dan Jalan Manyar . Ibu ibu perumahan Gading...

15 April 2020, 17:14 WIB

loading...