Kamis, 1 Agustus 2019 - 22:09 WIB

PPSDS Minta Pemrov Jatim Tekan Gejolak Harga Daging di Tingkat Konsumen

SURABAYA – Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar (PPSDS) Jawa Timur, meminta pemerintah agar melakukan pemetaan ulang terkait kebutuhan konsumsi daging bagi masyarakat, khususnya di Jawa Timur.

Sebagaimana diungkapkan Ketua Umum PPSDS Muthowif, harga daging sapi di Jawa Timur kerap mengalami kenaikan yang tidak terkendali, dan biasanya muncul di momen Idul Fitri – Idul Adha dan hari besar keagamaan lainnya.

“Faktanya, setiap kali ada event (momen) entah itu hari raya Idul Adha atau Idul Fitri, harga selalu naik. Artinya, ini ada kegagalan Pemprov Jatim dalam menciptakan pasar, atau memang suplaynya kurang, sehingga selalu terjadi gejolak,” ujar Muthowif kepada wartawan di Hotel Sahid Surabaya, Kamis (1/8).

Muthowif juga mempertanyakan ketidaksesuaian data yang dimiliki Pemprov Jatim dengan fakta di lapangan terkait kebutuhan daging sapi. Ia mencontohkan, harga sapi saat ini adalah Rp60 ribu perkilogram, itu artinya jika di konversi menjadi daging, harga tersebut bisa melambung tinggi hingga Rp105 ribu sampai Rp120 ribu perkilogram.

“Artinya ketika Jatim mengatakan surplus ini harus dikaji ulang,” tuturnya.

Di tengah memberi paparan dalam seminar Ketahanan Pangan Jawa Timur, dengan tajuk “Stabilisasi Harga Daging Sapi Di Pasar Tradisional Dan Pasar Modern Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Pemerintah Mensejahterakan Masyarakat”, Muthowif membeberkan bukti yang ditemukannya.

Saat ini, kata Muthowif, PPSDS Jatim diberi izin untuk memasok sapi dari luar Jatim yang selama ini tidak boleh dilakukan oleh pemerintah Jatim.

“Bukti yang kita punya adalah bahwa kita diperbolehkan mengambil sapi dari NTT – NTB yang selama ini tidak boleh. Ini yang menjadi persoalan. kita bawa bukti, bawa rekom, bahwa PPSDS ikut dalam membeli sapi dari luar Jatim. ini bukti bahwa Jatim kekurangan sapi,” ujarnya.

Terkait dengan impor daging, Muthowif mengaku sangat flexibel dengan hal tersebut. Menurutnya jika tidak ada daging impor pada saat hari besar keagamaan dipastikan harga daging di Jatim melambung tinggi.

“Pemahaman kita flexible terkait dengan impor daging. Karena, seperti Idul Fitri kemarin, jika tidak dimasuki daging impor, saya pastikan daging di Jatim sampai 130 ribu perkilogram. Makanya momentum tertentu dibuka keran ini (Impor),” tuturnya.

Muthowif mejelaskan, Jatim memiliki tingkat kebutuhan daging yang tinggi dan tingkat penyebaran yang tidak merata. Mangacu pada tahun 2011 kebutuhan konsuumsi daging di Jawa Timur sebanyak 350 ekor/hari. Akan tetapi sekarang hanya 155 ekor/hari.

“Ini membuktikan bahwa di Jatim tengah kekurangan sapi siap potong,” tegas Muthowif.

PPSDS berharap Pemprov Jatim memberikan solusi guna memecahkan persoalan daging sapi yang dikeluhkan oleh pelaku usaha. Selain itu, pihaknya tetap mendukung upaya pemerintah dalam menstabilkan harga daging sapi di Jatim.

“Makanya kita mengundang pihak pemprov Jatim untuk duduk bersama mencari solusi untuk Jatim kita.” kata Muthowif. (red)

Artikel ini telah dibaca 398 kali

loading...
Baca Lainnya

Pemkab Blitar Aminni PBR Jika Ada Langkah Pasti

Blitar.deliknews – Paguyuban Blitar Raya (PBR) mengadakan musyawarah bersama dengan Pemerintah Kabupaten Blitar, guna membahas...

25 Agustus 2019, 07:06 WIB

Pawai Kebangsaan Kota Blitar Wujud Dari Pembangunan

Blitar.deliknews – Dalam rangka memperingati HUT RI ke – 74, Pemerintah Kota Blitar menggelar Pawai...

24 Agustus 2019, 20:21 WIB

Pelantikan Anggota DPRD Kota Blitar Masa Bhakti 2019 – 2024, Plt Walikota Blitar Berharap Ada Terobosan Hal Baru

Blitar.deliknews – Plt Walikota Blitar, Santoso menghadiri Sidang Paripurna Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Blitar...

23 Agustus 2019, 21:17 WIB

Bupati Blitar Beri Reward Bagi Peraih Medali di Porprov VI 2019

Blitar.deliknews – Pemerintah Kabupaten Blitar memberikan apresiasi berupa reward bagi para atlit yang memperoleh medali...

22 Agustus 2019, 22:08 WIB

Komisi III DPRD Kabupaten Blitar Gelar Audesi Bersama LSM GPI

Blitar.deliknews – Setelah berorasi beberapa jam, akhirnya perwakilan masa yang menamakan Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) ditemui...

22 Agustus 2019, 21:09 WIB

DPRD Kabupaten Blitar Sepakati KUA PPAS APBD 2020

Blitar.deliknews – Nota Kesepakatan Bersama Tentang Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara...

22 Agustus 2019, 19:59 WIB