Senin, 5 Agustus 2019 - 19:26 WIB

Mengenal Sumadi Seng, Sosok Perajin Tempurung Kelapa Yang Tetap Produktif

PURBALINGGA – Bagi Sumadi, hidup dijalani apa adanya. Setiap hari, setelah bangun dan menyaksikan  sinar matahari, apa yang dia kerjakan tidak banyak berubah.

Selama hampir 40 tahun ia menggosok tempurung kelapa untuk membuat centong atau sendok sayur. Pekerjaan itulah yang telah menghidup dirinya dan menafkahi keluarganya.

Sumadi adalah perajin limbah kelapa di Purbalingga Wetan, Jawa Tengah. Di kampungnya, pria 66 tahun ini bisa dikatakan sebagai perajin tertua yang masih aktif. Sebab, perajin di sana rata-rata berusia 35-45 tahun.

Berbeda dengan kebanyakan perajin di kampungnya yang berkumpul di bangunan bekas SD Negeri 2 Purbalingga Wetan sebagai pusat pembuatan kerajinan, Sumadi memilih bagian samping rumahnya yang sederhana sebagai tempat bekerja.

Di tempat yang sempit itu terserak tempurung dan potongan kayu, dua lembar seng yang sudah karatan menjadi pelindungnya dari terik matahari atau hujan saat sedang bekerja. Karenanya, ia lantas dikenal dengan sapaan Sumadi Seng.

Sumadi Seng mulai aktif membuat kerajinan dari limbah kelapa sejak tahun 1981. Ia mengikuti orang tuanya yang juga perajin. Keterampilan membuat kerajinan limbah kelapa juga ia pelajari hanya dengan melihat orang tuanya bekerja.

Kerajinan limbah kelapa di Purbalingga Wetan memang sudah berlangsung sejak lama dan diwariskan dari generasi ke generasi. Namun, hanya sedikit yang terus mempertahankannya hingga kini. Generasi muda setempat kurang tertarik pada kerajinan limbah kelapa.

Produk kerajinan limbah kelapa yang masih sering dibuat oleh Sumadi Seng adalah irus atau sendok sayur berbahan tempurung kelapa. Pembuatannya yang relatif mudah dan sederhana, sesuai usia dia.

Meski hampir setiap hari membuat irus, Sumadi Seng sudah jarang menerima pesanan dalam jumlah banyak atau dengan tenggat waktu yang singkat. Ia tidak ingin memaksakan kondisinya untuk mengerjakan pesanan yang memberatkan.

Hasil produksinya setiap hari dikumpulkan di rumah sambil menunggu pedagang pengepul datang mengambil. “Yang penting buat, nanti kalau ada yang ambil ya seadanya itu,” terang Sumadi Seng, Senin (5/8/2019).

Ya. Saat ini Sumadi Seng mengandalkan pedagang pengepul untuk memasarkan hasil produksinya ke luar daerah seperti Purwokerto, Yogyakarta, dan Jakarta. Berbeda dengan beberapa puluh tahun lalu saat ia masih muda dan sanggup bepergian hingga ke Bandung dan Jakarta untuk menjual sendiri produk buatannya.

Meski melelahkan, Sumadi Seng tetap bersyukur. “Memang capek, tapi saya masih suka begini (membuat kerajinan),” tambahnya.

Saat ini, Sumadi Seng menjual harga irus seharga Rp 2000. Itupun bisa lebih rendah jika ada pembeli borongan atau kodian (isi 20).

Sudah tak terhitung berapa banyak irus yang ia buat selama puluhan tahun. Sepanjang itu pula ia terus menggosok tempurung kelapa sampai halus, lalu disatukan dengan gagang kayu hingga menjadi irus. Bisa jadi irus di rumah dan di warung langganan kita adalah buatan Sumadi Seng.

 

Baca Lainnya

Bentuk Nyata Sinergitas Jurnalis – DPRD Tuban, Workshop Jurnalis Tuban di Semarang

Semarang – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban menggelar Media Gathering dan Workshop dengan...

1 Desember 2020, 09:34 WIB

Prokes Ketat, Study Banding PWI Tuban Ke PWI DIY

Yogyakarta – anggota dan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Tuban study banding ke kantor...

21 November 2020, 14:30 WIB

Peringati HUT KAI. SPKA Kunjungi Mantan Masinis Tragedi Bintaro I dan II

PURWOREJO – Bagi Serikat Pekerja Kereta Api (SPKA) Oktober merupakan bulan dimana Perkeretaapian mempunyai duka...

30 September 2019, 14:26 WIB

Perjuangkan Nasib Guru Tidak Tetap, Wabup Kebumen Ke Kemendikbud

JAKARTA – Wakil Bupati Kebumen H. Arif Sugiyanto beserta Kepala Dinas Pendidikan dan jajarannya menyambangi...

23 Juli 2019, 17:28 WIB

Arus balik di jalur Kudus-Demak Menurun

Demak – Polres Demak menyatakan jumlah kendaraan yang melintasi Jalur Pantura Timur Kudus-Demak, Jawa Tengah...

Foto : Deliknews.com

9 Juni 2019, 14:59 WIB

Bambang Haryo Minta Landasan Bandara Ahmad Yani Ditingkatkan

Semarang – Angggota komisi V DPR-RI Bambang Haryo Soekartono meminta Kemenhub untuk menambah panjang landasan...

19 Maret 2019, 14:08 WIB

loading...