Dinas Syariat Islam Aceh Gelar Isbath Nikah Pelayanan Terpadu

Gayo Lues-Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh menggelar kegiatan isbath nikah di Gayo Lues, Provinsi Aceh pada Selasa 06/08/2019. Hadir sebagai pembuka pada kegiatan tersebut, Bupati Gayo Lues, H.Muhammad Amru.

Muhammad Amru, dalam sambutannya menyampaikan atas nama pemerintah Gayo Lues mengucapkan terimakasih kepada Dinas Syariat Islam Provinsi Aceh, Pengadilan Syariah, Kementrian Agama, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, serta Dinas Syariat Islam Gayo Lues.

Isbat nikah merupakan penetapan pernikahan yang dilakukan menurut Syari’at Islam bagi yang belum tercatat oleh Pegawai Pencatat Nikah (PPN) yang berwenang, sehingga pasangan tersebut tidak memiliki dokumen atau surat pernikahan yang sah dan tidak diakuinya pernikahan tersebut menurut hukum positif Indonesia.

Pernikahan yang sah adalah pernikahan yang dilakukan menurut masing- masing agama dan kepercayaan, serta pernikahan yang dicatat menurut perundang – undangan yang berlaku.

Perlunya pernikahan yang sah dan tercatat di KUA bertujuan untuk menjamin hak-hak dalam pernikahan, jika terjadi perceraian, termasuk memperoleh warisan dan pensiun, melindungi hak-hak anak, misalnya dalam membuat akta kelahiran, hak pengurusan pasport, dan hak waris.

Mengantisifasi dan bermaksud memberikan solusi terbaik bagi pasangan-pasangan yang gagal melakukan pencatatan Kompilasi Hukum Islam, memperkenalkan sebuah ketentuan tentang mungkinnya pasangan ketika menikah, maka nikah tidak tercatat melakukan pencatatan di kemudian hari. Ketentuan tersebut disebut dengan isbat nikah yang dapat diajukan ke Mahkamah Syari’ah.

Saat ini belum semua penduduk Kabupaten Gayo Lues memiliki dokumen atau akta nikah yang sah.

Sebagian masyarakat melakukan pernikahan tanpa adanya dokumen atau akta nikah yang sah, hal ini disebabkan kurangnya  pemahaman masyrakat.

Mengenai undang-undang tentang Sosialisasi dan lain-lain.

“Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami juga berharap kepada Mahkamah Syari’ah, serta Dinas Syari’at Islam Kabupaten Gayo Lues agar menggagas kerjasama yang terus berkelanjutan untuk melaksanakan sosisalisasi maupun berbagai upaya lain, sehingga lebih memudahkan masyarakat dalam memahaminya serta lebih menjangkau sampai ke pelosok-pelosok daerah.” Kata Amru.

Dikesempatan yang sama Kasi Bimbingan dan pengawasan Syariat Islam Dinas Syariat Islam Aceh, Hasbi, SH. Juga menyampaikan, program tersebut digelar oleh Dinas Syariat Islam (DSI) Provinsi Aceh. Dengan tujuan untuk mengakomodir kepentingan administrasi kependudukan sebagai warga Negara.

Sebagaimana diketahui, masih banyak ditemukan pasangan suami istri yang secara sah telah menikah, namun belum mendapat pengakuan dari negara.

“Ada berbagai macam faktor, salah satu diantaranya menikah pada saat konflik yang terjadi di Aceh dan kegiatan yang berlangsung sehari itu sifatnya “One Day Service” dengan melibatkan tiga layanan sekaligus, Yaitu sidang itsbat nikah oleh Mahkamah Syar’iyah, penerbitan buku akta nikah oleh Kementerian Agama dan penerbitan akta kelahiran oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil,” jelasnya(Ali Sadikin)

 

Video

Comment