Kamis, 15 Agustus 2019 - 19:38 WIB

Mengaku Perwira Polda Jatim, Dua Pria ini Tipu Pengusaha Asal Gresik

Surabaya – Hanya karena ingin mengeruk keuntungan yang banyak, dua pria nekat menipu pengusaha dengan mengaku sebagai Perwira polisi. Akibatnya, dua pelaku bernama Stefanus warga Jakarta dan Heri Irawan warga Purwakarta Ini diringkas anggota Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.
Kompol Harianto KANIT sub cyber Crime Polda Jatim mengatakan bahwa pelaku bernama Heri Irawan berpura-pura sebagai AKBP Arman Asmara yang menjabat sebagai Wadireskrimsus sedangkan Stefanus mengaku sebagai polisi berpangkat Kompol “Modus yang dilakukan pelaku dengan cara menghubungi pengusaha-pengusaha, pelaku sebagai Wadireskrimsus Polda Jawa Timur, Bapak AKBP Arman Asmara,” papar Harianto, Kamis (15/8).

Haroanto menambahkan kepada korbannya yang notabene seorang pengusaha, kedua tersangka menawarkan barang berupa tembaga dalam jumlah banyak senilai Rp 285 juta. Tawaran itu disampaikan melalui pesan WhatsApp.

Karena mengira tawaran tersebut datang langsung dari perwira polisi. korban bernama Rianto, pengusaha asal Gresik pun akhirnya menerima dan sepakat membeli barang yang ditawarkan pelaku. “Dan setelah disepakati harga itu, pelaku menyuruh korban untuk mentransfer awal atau DP sebesar Rp 47 juta,” lanjut Harianto.

Korban yang membeli barang tersebut akhirnya mentransfer sejumlah uang kepada pelaku. Uangpun dikirim sebanyak duabkali .Namun, usai korban mentransfer uang ke rekening pelaku, barang yang dijanjikan tak jua dikirim. Nomor yang dipakai berkomunikasi sebelumnya juga tak bisa dihubungi. Selanjutnya, korban melapor peristiwa yang dialami tersebut kepada polisi.

Tak butuh waktu lama, keduanya kemudian berhasil diamankan anggota Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim.
Dari tangan tersangka, petugas mendapatkan barang bukti hasil kejahatan mereka. Yakni, uang tunai Rp 1 juta, beberapa rekening koran milik tersangka dan sejumlah handphone.

Karena perbuatannya pelaku dilenakan Pasal 28 dan 45a Undang-undang nomor 19 tahun 2016 tentang transaksi elektronik, dengan ancaman hukuman selama enam tahun penjara dan denda sebesar satu miliar rupiah. (zam)

Artikel ini telah dibaca 556 kali

loading...
Baca Lainnya

Melihat Keceriahan Komunitas Layang Layang di Alon Alon Tuban

Tuban – Langit cerah dan angin yang kencang di manfaatkan oleh komunitas layang layang kota...

4 Agustus 2020, 12:39 WIB

Mbak Khozanah Melalui MMA Mensinergikan Dengan Stakeholder

Tuban – Pilbup Kabupaten Tuban yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2020, membuat...

3 Agustus 2020, 21:45 WIB

HUT BNI Ke 74, BNI Tuban Berbagi 600 Paket Sembako Dan Masker Ke Warga

Tuban – Kegiatan bakti sosial untuk memperingati HUT BNI ke 74, BNI Tuban membagikan 600...

31 Juli 2020, 21:23 WIB

PT. Semen Indonesia Pabrik Tuban Salurkan 31 Ekor Sapi Ke Pemkab Tuban 

Tuban – Kepala Biro Humas dan CSR PT. Semen Indonesia (SI) Tbk Pabrik Tuban, Setiawan...

30 Juli 2020, 22:48 WIB

Komandan Puslatpurmar 9 Animha Tuban Bantu Evakuasi Warga Korban Gelombang Tinggi Di Bancar

Tuban – Dampak gelombang tinggi di perairan laut Jawa mengakibatkan beberapa rumah nelayan di daerah...

12 Juli 2020, 13:16 WIB

Setiajit Bakal Bagikan 350 Ribu Masker Di Tuban

Tuban – Sebagai anggota Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Provinsi Jawa Timur, Setiajit terus berupaya...

11 Juli 2020, 23:01 WIB

loading...