Senin, 19 Agustus 2019 - 08:05 WIB

Bank Indonesia

Bank Indonesia

BI mudahkan pembiayaan UMKM

Jakarta – Bank Indonesia (BI) menjanjikan stimulus untuk mendorong perekonomian melalui kebijakan sistem pembayaran. Salah satunya pengembangan mengembangkan industri finansial berbasis teknologi (fintech) untuk memudahkan transaksi dan konsumsi masyarakat.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan pihaknya memiliki peranan mengembangkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).”Jangan lupa BI memiliki peranan yang besar dari sisi UMKM dan syariah. Jadi mendorong partisipasi pelaku ekonomi menjadi lebih banyak. Ekonomi tumbuh lebih inklusif, lebih membawa banyak pelaku ke dalam perekonomian,” ujarnya akhir pekan kemarin.

Berangkat dari stimulus tersebut, BI mengisyaratkan akan segera merelaksasi kebijakan makroprudensial. Langkah ini guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi domestik yang masih dirintangi lambannya pertumbuhan ekspor dan investasi sebagai imbas gejolak perekonomian global.

“Dari sisi kebijakan yang lain, kita masih punya kebijakan makroprudensial yang terus akan kita lihat kedepannya. Saya belum bisa katakan di sini,” ucapnya.

Menurutnya pelonggaran kebijakan makroprudensial tersebut juga untuk mendorong produksi dan daya ekspor dari sektor prioritas seperti industri manufaktur dan industru pariwisata.

Dody masih enggan menjelaskan lebih detail. Namun dia menegaskan saat ini ruang kebijakan Bank Indonesia dari sisi moneter maupun makroprudensial akan dimanfaatkan untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi, dengan catatan target pencapaian Bank Sentral untuk menjaga stabilitas perekonomian tidak terganggu.

Sejak 2018, ketika kebijakan suku bunga acuan diperketat, BI melonggarkan kebijakan makroprudensial secara sebagai kompensasi adanya rezim kenaikan suku bunga acuan hingga 1,75 persen menjadi enam persen. Di antara kebijakan makroprudensial adalah relaksasi uang muka properti atau Loan to Value (LtV) dan pelonggaran kemampuan intermemdiasi perbankan melalui Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) yang dinaikkan menjadi batas atas 94 persen.

BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi domestik pada 2019 dapat berada di kisaran 5,0 persen – 5,4 persen. Pelonggaran likuiditas dan suku bunga diharapkan Bank Indonesia dapat menstimulus pertumbuhan ekonomi dan mendorong pertumbuhan kredit perbankan ke 12 persen (year on year/yoy).

Artikel ini telah dibaca 1282 kali

loading...
Baca Lainnya

Nasabah Ngemis Tagih Janji Palsu Bumiputera

Surabaya – Perusahaan asuransi Bumiputera bakal diluruk oleh para nasabahnya, ini karena Bumiputera dinilai ingkar...

16 Oktober 2019, 10:25 WIB

Rupiah Di Posisi Rp14.138/USD

Jakarta – Nilai tukar rupiah tercatat di posisi Rp14.138 per dolar Amerika Serikat (AS) pada...

15 Oktober 2019, 09:03 WIB

Ketua INSA Sebut Tol Laut Butuh Banyak Perhatian

Surabaya – Program tol laut menjadi perhatian para pengusaha perkapalan Jawa Timur (Jatim). Namun, kurangnya...

Ketua DPP INSA

8 Oktober 2019, 15:34 WIB

Harga jual emas Antam Rp753 ribu/gram

Jakarta – Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berada di posisi Rp753 ribu...

17 September 2019, 09:58 WIB

PT Dharma Lautan Utama, Terima Penghargaan Terbaik Pertama

Surabaya – PT Dharma Lautan Utama kembali dinobatkan sebagai perusahaan angkutan penyeberangan terbaik I (Pertama)...

Dirut PT Dharma Lautan Utama, saat menerima piagam penghargaan di Jakarta, Minggu (15/9)

16 September 2019, 22:41 WIB

Terbaik Pertama, PT Dharma Lautan Utama Terus Berinovasi

Surabaya – Untuk kelima kalinya, PT Dharma Lautan Utama (DLU) mendapatkan piagam penghargaan terbaik pertama...

Dirut PT Dharma Lautan Utama, saat menerima piagam penghargaan di Jakarta, Minggu (15/9)

16 September 2019, 18:07 WIB

loading...