Rabu, 21 Agustus 2019 - 08:59 WIB

Investor Impiana Hotel Melanggar, Langkahi BWS Bali Penida

Denpasar – Adanya pembangunan senderan sempadan sungai dalam pembangunan Hotel Impiana Kedewatan Ubud, ditegaskan telah melanggar dan disebut-sebut melangkahi Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali-Penida

Pasalnya pihak investor, dikatakan baru mengajukan permohonan rekomendasi setelah pengerjaan peroyek. Pun itu dilaksanakan lantaran berlalu adanya sidak pihak BWS berdasarkan laporan dan sorotan pemberitaan media. Lebih mengejutkan, berkas pengajuan rekomendasi diungkap belum lengkap.

“Masih ada berapa poin penting belum dipenuhi. Kalau semua sudah lengkap, dalam kurun waktu 23 hari sudah kita keluarkan rekomendasi,” terang I Gusti Ngurah Ketut Aryadi, S.Sos., MAP selaku Pejabat Pembuat Komitmen Penatagunaan Sumber Daya Air (PPK PSDA) Satuan Kerja (Satker) BWS Bali-Penida, Selasa (20/8)

Seijin, Airlangga Mardjono, S.T, M.T sebagai Kepala BWS Bali-Penida, Aryadi menyampaikan, bahwa Hotel Impiana memang melanggar, walau sudah membangun.

Dikatakan, Izin-izin proyek harus dilengkapi lagi idari Kementerian Pekerjaan Umum dan Pembangunan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui BWS Bali-Penida.

“Jika terkait dengan pembangunan pada wilayah dan sempadan sungai, maka wajib hukumnya harus ada izin dari BWS sebagai prasyarat mengajukan izin ke Kementerian PUPR,” tegasnya.

Diungkap, pihak pengembang baru sebatas mohon rekomendasi teknis setelah melaksanakan pembangunan, padahal harus sebaliknya mengajukan izin dulu, baru boleh membangun.

‘’Secara aturan, proyek Hotel Impiana ini memang melanggar. Aturan dilanggar tersebut di antaranya PP No.121 soal pengusaha sumber daya air dan Permen I 01/PRT/2016 mengenai tata cara perizinan pengusahaan dan penggunaan sumber daya air,” paparnya.

Belajar dari kasus Impiana Hotel ini, diharapkan pihak kabupaten dalam hal ini Dinas Tata Ruang atau Dinas Perijinan Satu Pintu menjelaskan aturan dan terus melakukan sosialisasi.

Dia juga menambahkan pemilik hotel berasal dari Malaysia ini memberikan kepercayaan kepada pihak Manajemen Konstruksi (MK) namun saat membangun ternyata belum melengkapi izin.

‘’Investor tak mungkin menginvestasikan sesuatu yang illegal. Dia pasti sudah minta informasi namun ada sesuatu yang terlewatkan,’’ singgung Aryadi.

Artikel ini telah dibaca 3855 kali

loading...
Baca Lainnya

Lihat, langkah tegas Gubernur Bali tolak Reklamasi Teluk Benoa

Denpasar – Gubernur Bali Wayan Koster meminta PT. Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III segera menghentikan reklamasi...

26 Agustus 2019, 10:21 WIB

Dewa Alit Mudiarta : Izin Hotel Impiana Sudah Lengkap

Gianyar – Dalam melakukan sidak terhadap pembangunan Hotel Impiana Ubud pihak Dinas Perizinan Penanaman Modal...

22 Agustus 2019, 09:47 WIB

Investor Impiana Hotel Melanggar, Langkahi BWS Bali Penida

Denpasar – Adanya pembangunan senderan sempadan sungai dalam pembangunan Hotel Impiana Kedewatan Ubud, ditegaskan telah...

21 Agustus 2019, 08:59 WIB

Kapolsek Busungbiu Serahkan Bingkisan Ke Warga Muslim

Buleleng – Hari Raya Idul Adha kali ini ada yang istimewa dirasakan warga Muslim Desa...

12 Agustus 2019, 13:24 WIB

Harijanto Bos Kuta Paradiso Berkasus, Deejay Club Sengaja Ditutup

Denpasar – Deejay Club digadang-gadangkan juga milik Harijanto Karjadi, bos Kuta Paradiso setelah didera kasus...

9 Agustus 2019, 16:14 WIB

Frans BS Berpulang, Gugatan Sumantra Terancam Gugur

Denpasar – Bertepatan dengan sidang putusan sela atas gugatan intervensi Hotel Mulia, dikabarkan Frans Bambang...

8 Agustus 2019, 19:05 WIB

loading...