Senin, 26 Agustus 2019 - 07:28 WIB

Gerbang masuk MTsN 5 Pasaman, Kec. Dua Koto

Gerbang masuk MTsN 5 Pasaman, Kec. Dua Koto

Siswa Masuk MTsN 5 Pasaman Bayar Rp695 ribu

Pasaman, – Banyak orang tua siswa MTsN 5 Pasaman Kecamatan Dua Koto mengeluhkan besarnya pembayaran masuk sekolah.

“Kenapa bayaran masuk MTsN 5 Pasaman besar sekali, banyak yang mau dibeli, sampai 18 macam,” ungkap Wali Murid yang enggan disebutkan namanya, Sabtu (17/8) lalu.

Dari 18 macam itu diantaranya, Al-qur’an Terjemahan, Buku Agenda Alat Tulis, Kartu Pustaka, Kartu Disiplin Siswa dan Sampul Rapor.

“Total pembayaran mencapai Rp695 ribu. Kata pemerintah sekolah gratis, apa ini namanya gratis,” kesal orang tua siswa.

BACA JUGA : Siswa Terpaksa Setor Uang, Kepala MTsN 5 Pasaman : UAMBN-BK Intruksi Kanwil

Siswa MTsN 5 Pasaman Bayar Biaya Pemeriahan HUT RI ke-74

Siswa MTsN 5 Pasaman Terpaksa Setor Uang Rp500rb

Menanggapi ini, Kepala MTsN 5 Pasaman Muhammad Yanto ketika dikonfirmasi membenarkan pembayaran tersebut.

Ditanya apa dasar hukum pembayaran itu, Muhammad Yanto menjawab mencontoh dan kebutuhan.

“Mencontoh kenapa orang bisa maju, Al-qur’an gunanya, kalau disebut itu jauh berbeda dengan sekolah umum, sangat membutuhkan sekali, baru tahun ini kita mencoba, tentu kita ingin maju, kenapa orang bisa, kita tidak bisa,” tegas Yanto.

Kemudian terkait Sampul Rapor menurut Yanto itu hal biasa. “Sampul Rapor hal yang sama biasa, dimanapun sekolah itu memakai saya lihat, dan harganya sama, dan itu saya rasa tidak ada yang janggal,” ujarnya.

Dikatakan Yanto, pembayaran Rp695 ribu itu karena kebutuhan. “Itu dasarnya kebutuhan, dan yang melakukan itu, kalau madrasah seluruhnya seperti itu,” tambah Yanto.

Sementara Kepala Kemenag Pasaman Dedi Wandra dikonfirmasi mengatakan tidak ada pembayaran pendaftaran. Namun ia mengaku tidak mengetahui pembayaran Rp695 ribu itu.

“Boleh kalau tidak diwajibkan, itu tidak ada diwajibkan. Kalau kebijakan sudah dibawah forum, dan itu kebutuhan tidak ada anggaran, mesti ada, dan itu namanya kebijakan, mesti harus cari solusi. Sepanjang itu tidak melanggar aturan,” kata Dedi Wandra.

“Mungkin ada penggantian foto copy, Sampul Rapor untuk kepentingan siswa, sepanjang itu wajar,” tambah Dedi Wandra.

(Darlin)

Artikel ini telah dibaca 1443 kali

loading...
Baca Lainnya

Ribuan Masyarakat Padati Lapangan Bola Kecamatan Amandraya

Nias Selatan, Deliknews.com – Ribuan masyarakat Kecamatan Amandraya menghadiri pengukuhan Tim Kampanye dan Tim Relawan...

29 Oktober 2020, 16:26 WIB

KPU Nisel Gelar Sosialisasi PKPU Nomor 8 Tahun 2017

Nias Selatan, Deliknews.com – KPU Kabupaten Nias Selatan menggelar Sosialisasi Pendaftaran pemantau pemilihan, lembaga survei...

28 Oktober 2020, 19:11 WIB

Kapolresta Tangerang Dorong Generasi Muda Jadi Pelopor Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mendorong generasi muda untuk senantiasa...

28 Oktober 2020, 19:02 WIB

Polres Majalengka Gelar FGD Tangkal Intoleransi, Radikalisme dan Anarkisme

MAJALENGKA Р Untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas) serta menjalin koordinasi yang lebih baik...

28 Oktober 2020, 16:11 WIB

Pasangan HD-FIRMAN Kukuhkan Tim Pemenangan Kecamatan Lolomatua

Nas Selatan, Deliknews.com – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Nias Selatan Periode 2021-2024, nomor...

28 Oktober 2020, 15:01 WIB

Jajaran Polri Siap Dukung Simulasi Protokol Keamanan dan Keselamatan

JAKARTA  РJajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyatakan siap mendukung pelaksanaan simulasi protokol kesehatan...

28 Oktober 2020, 01:18 WIB

loading...