Rabu, 28 Agustus 2019 - 15:43 WIB

Dinsos Galus Sebut Masih ada Kong Kali Kong di Desa Terkait Pendataan PKH

Gayo Lues-Sukri Kasim, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Gayo Lues, Aceh, menyebutkan masih ada kong-kali kong terkait pendataan penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di desa-desa.

“Banyak kita dapatkan kong-kali kong dalam pendataan di desa. Oleh karena itu kita harus turun ke desa, biar lebih jelas,” ucapnya, Rabu (28/08/2019) di ruangan kerjanya.

Dalan pendataan ini, dia mengatakan, kepala desa harus jujur dan menggunakan hati nurani, tidak boleh mengutamakan kepentingan pribadi, kelompok, maupun golongan.

“Banyak persoalan, kasih contoh daerah Putri Betung, umpamanya, data awal dulu banyak perangkat desa yang masuk bahkan pegawai juga banyak. Oleh karena itu, harus kita seleksi dan perefikasi kembali” katanya.

Sukri menjelaskan, data PKH saat ini memang masih menggunakan Basis Data Terpadu (BDT) tahun 2012.  Namun, dia menargetkan akan merampungkan BDT tahun 2019 dengan data yang valid dan rel.

“Insya Allah tahun 2019 akan rampung. Dinas Sosial sudah mengupayakan melalui musyawarah desa, musyawarah kecamatan dan disampaikan kepada kita,” katanya.

Dia mengatakan, kondisi data tersebut saat ini masih dalam proses perefikasi dan validasi.

“Jadi, data yang disampaikan desa, harus kita perefikasi, tidak bisa mutlak kita terima,” tandasnya.

Dia menjelaskan, keriteria penerima bantuan PKH tersebut sebenarnya ada 14 komponen, namun semua komponen yang dimaksud tidak semua ada pada masyarakat. Dikarenakan, jika salah satu kategori miskin bagi statistik adalah tidak adanya jamban atau WC di rumah warga, namun hal ini sangat banyak ditemui di desa-desa dan mereka hanya menggunakan sungai, tapi ini tidak boleh menjadi acuan yang menentukan masyarakat tersebut miskin dan harus menerima PKH.

Menentukan BDT tersebut, jelasnya harus dilihat dari beberapa komponen, pertama miskin segi harta, pendidikan dan kehidupan. Apalagi tidak punya lahan serta harus dilihat kehidupan sehari-harinya.

Kepala dinas menjelaskan, dari data dahulu, jumlah penerima PKH di Gayo Lues  terdapat sebanyak 24 ribu jiwa, atau sebanyak 6 ribu KK. Namun, saat ini hanya tinggal sekitar 5 ribu KK, hal ini disebabkan sudah ada penerima yang mengundurkan diri karena malu menerima bantuan tersebut dan sebahagian tidak lagi layak untuk mendapatkannya.

Rencananya, tahun ini, setelah BDT rampung dan ditetapkan, Dinas Sosial Gayo Lues akan memasang Plank yang menandakan bahwa keluarga tersebut adalah penerima bantuan PKH dan Rasta.

“Insya Allah, ini akan kita pasang, namun tidak menuliskan ini keluarga miskin, karena itu sudah ada larangan. Kita hanya menuliskan ini keluarga penerima PKH dan Rastra,” katanya.(Ali Sadikin).

 

 

 

Artikel ini telah dibaca 666 kali

loading...
Baca Lainnya

Polresta Palangkaraya Berhasil Mengungkap Jaringan Narkoba Lapas Palangkaraya

Palangka Raya – Polresta Palangka Raya berhasil pengungkapan kasus narkotika dengan 8 tersangka dari jaringan...

26 Oktober 2020, 19:46 WIB

Tim Futsal Binaan Bhabinkantibmas Desa Sikakap Terima Bantuan dari Kapolsek

Kepulauan Mentawai, – Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, SH memberikan bantuan bola untuk anak-anak Tim...

Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, SH memberikan bantuan bola kepada anak-anak Tim Futsal Desa Sikakap.

26 Oktober 2020, 16:05 WIB

Laksanakan Operasi Yustisi, Polsek Balaraja dan Tiga Pilar Tegur 45 Pelanggar

TANGERANG – Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten bersama unsur Muspika Kecamatan Balaraja dan Kecamatan...

26 Oktober 2020, 13:47 WIB

Peringati Hari Santri, Polsek Cisoka Gagas Polisi Sahabat Santri

TANGERANG – Jajaran Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten menggelar silaturahmi ke Pondok Pesantren Daar...

26 Oktober 2020, 13:40 WIB

Maulid Nabi Muhammad SAW, Jajaran Polres Majalengka Gelar Baksos

MAJALENGKA – Jajaran Polres Majalengka membagikan sembako ke masyarakat terdampak Covid-19 beserta kaum dhuafa di...

26 Oktober 2020, 13:24 WIB

Lima KK Warga Cane Uken Tinggal di Ruang Kelas Sekolah

Gayo Lues-Hasan Husin (50) Tahun Salah satu Warga Cane Uken yang menempati Sekolah pada minggu...

25 Oktober 2020, 22:05 WIB

loading...