Jumat, 30 Agustus 2019 - 12:36 WIB

LAI Menduga Fee Proyek di Gayo Lues capai 10 hingga 20 persen

Gayo Lues-Lembaga Aliansi Indonesia (LAI) Kabupaten Gayo Lues, Firmansyah, menduga fee proyek di Kabupaten Gayo Lues saat ini mencapai 10 hingga 20 persen per faket pekerjaan. Hal ini, dia sampaikan berdasarkan hasil analisa, selentingan dan isu-isu di kalangan atas maupun kalangan bawah. Firman juga menduga jual beli proyek di Gayo Lues makin parah.

Baru-baru ini kata Firman, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil melakukan operasi tangkap tangan (OTT) ,dan pengusutan pengerjaan proyek di berbagai daerah di Indonesia.

Peristiwa itu, tidak lain hanyalah persoalan bagi -bagi hasil kejahatan proyek, dan bukan rahasia umum lagi untuk dipublikasi. Pasalnya, setiap proyek memiliki keuntungan yang bisa dibagi-bagi.

Firmansyah, menduga kejadian ini banyak terjadi di Gayo Lues, oknum yang menerima uang segar dari pihak pemenang tender.

“Jika isu-isu fee proyek yang disebut-sebut sudah menjadi rahasia umum dan mencapai 10 hingga 20 persen, bisa dihitung berapa miliar anggaran yang dihabiskan untuk fee itu saja,” kata Firman, Jum’at, (30/08/2019).

Firman mencontohkan, jika nilai proyek Rp. 2,5 miliar fee-nya bisa mencapai 250 juta rupiah.

“Jadi tidak  heran, apabila ada pejabat publik kena OTT, atau di proses karena temuan dan diikuti juga penangkapan pihak kontraktornya,” ujarnya.

Firman mengajak, semua pihak membuka mata lebar-lebar, berapa gaji para pejabat saat ini, tentu tidak besar.

“Masa, mereka memiliki begitu banyak harta, seperti mobil, rumah mewah, anak mereka sekolah di luar daerah bahkan negeri. Bahkan tiap pekan mereka melancong kesana kemari. Darimana mereka mendapatkan uang sebanyak itu, kalau tidak korupsi,” ucapnya.

Namun Firman menyampaikan tindakan melanggar hukum tersebut sulit untuk di buktikan, jika tidak ada operasi tangkap tangan.

Pun demikian dia optimis rahasia umum ini dapat diberantas dengan keseriusan semua pihak, terutama pihak terkait. Firman juga berharap, ini menjadi perhatian pemerintah pusat  untuk menyelamatkan begitu banyak uang negara yang akan hangus begitu saja yang tertentu sangat berdampak pada pembangunan insfratruktur.

“Akibat hal ini, tentu yang rugi adalah masyarakat,” kata Firman.

Bahkan Firman menyampaikan, jika fee proyek tidak diberikan, kontraktor jangan berharap tahun selanjutnya akan mendapatkan proyek.

“Saya duga, ini banyak terjadi di Gayo Lues,” duganya.(Ali Sadikin)

 

Artikel ini telah dibaca 2829 kali

Baca Lainnya

Remaja dalam Lingkaran Bonus Demografi

Oleh : Ilham Mida, S.Pdi (Guru BK SMAN 5 Bukittinggi) Masa remaja merupakan masa yang...

Ilham Mida, S.Pdi (Guru BK SMAN 5 Bukittinggi)

6 Maret 2021, 13:45 WIB

Polsek Sikakap Dorong Masyarakat Jaga Kebersihan Lingkungan

Kepulauan Mentawai, – Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, SH dan jajarannya bekerja sama dengan Forkopimca...

Kapolsek Sikakap AKP Tirto Edhi, SH dan jajarannya bekerja sama dengan Forkopimca melakukan bersih-bersih diwilayah Sikakap, Jum'at (5/3/21).

6 Maret 2021, 12:55 WIB

Cek Mapolsek Cisoka, Kapolresta Tangerang Bagikan Masker ke Tahanan

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro mengunjungi Polsek Cisoka, Jumat (5/3/2021). Dalam...

6 Maret 2021, 10:41 WIB

Proses Hukum Anggota FPI Sudah Transparan

Kasus anggota FPI yang terjadi di KM 50 jalan tol Jakarta-Cikampek akan diselesaikan sebaik-baiknya. Setelah...

6 Maret 2021, 04:04 WIB

Bagikan 31.527 Masker, Polresta Tangerang dan 3 Pilar Terus Dorong Begini

TANGERANG – Jajaran Polresta Tangerang Polda Banten kembali melaksanakan kegiatan pembagian masker dan Operasi Yustisi,...

5 Maret 2021, 23:15 WIB

Program Jumling dan Warung Jumat, Kapolresta Tangerang Gelorakan Pendekar Banten

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Wahyu Sri Bintoro kembali melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling)...

5 Maret 2021, 22:58 WIB

loading...