Jumat, 30 Agustus 2019 - 17:04 WIB

Foto : Antara

Foto : Antara

Parpol Ternate Punggut Dana Pendaftaran Calon Walikota Bakal Disanksi

Ternate – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) mendeteksi adanya dugaan pembayaran saat pendaftaran bakal calon kepala daerah (balonkada) yang akan bertarung dalam Pilkada 2020 mendatang.

“Untuk mengantisipasi adanya pembayaran saat bakan calon mendaftar di partai politik, Bawaslu langsung mengeluarkan surat kepada seluruh parpol di Kota Ternate agar tidak praktikkan mahar politik,” kata Ketua Bawaslu Kota Ternate Kifli Sahlan, di Ternate, Jumat.

Dia menyebutkan, parpol dilarang menerima imbalan dalam bentuk apa pun pada proses pencalonan wali kota dan wakil wali kota sebagaimana tertera dalam pasal 47 ayat 1 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2019 tentang Pilkada.

Menurutnya, hal tersebut perlu disampaikan, mengingat semangat pemberantasan korupsi oleh pemerintah tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari kalangan parpol yang ditengarai masih saja melakukan pungutan dengan label pendaftaran atau sebaliknya.

Sesuai ketentuan, katanya lagi, telah dilarang adanya pungutan oleh parpol pada proses pendaftaran maupun pemilihan kepala daerah, akan tetapi urusan pilkada masih juga bermasalah.

Pasalnya, para bakal calon kepala daerah masih juga dipungut biaya oleh parpol dalam bentuk uang pendaftaran yang berkisar Rp10 juta sampai dengan Rp20 juta. Biaya pendaftaran itu tidak dilakukan bukan secara sembunyi, tetapi diumumkan terbuka oleh oknum atau pengurus parpol yang tergabung dalam panitia penjaringan dan proses rekrutmen serta pendaftaran bakal calon kepala daerah.

Kenyataan itu, katanya lagi, terlihat dari beberapa parpol yang saat ini melakukan penjaringan bakal calon wali kota-wakil wali kota Ternate, dalam pendaftaran tersebut partai memungut biaya pendaftaran. Bahkan uang pungutan yang dikenakan tiap partai berbeda, mulai dari Rp5 juta hingga Rp25 juta per orang bakal calon wali kota dan wakil wali kota Ternate.

Kilfi menjelaskan, parpol akan dikenakan dikenakan sanksi jika melanggar aturan tersebut, di antaranya parpol dilarang mengajukan calon pada periode berikutnya di daerah yang sama sebagaimana tertuang pada pasal 47 ayat 2 UU Nomor 10 Tahun 2019.

Karena itu, kata Kifli Sahlan lagi, Bawaslu Kota Ternate secara kelembagaan bersama elemen strategis pers dan stakeholder lainnya akan mengawasi dan memantau proses pendaftaran dan penjaringan yang dilakukan oleh parpol, demi menjamin proses pencalonan berlangsung secara bermartabat sesuai dengan ketentuan.

(ANTARA)

Artikel ini telah dibaca 3628 kali

loading...
Baca Lainnya

Unkhair Ternate Skorsing 4 Mahasiswa, Ini kata Rektor

Ternate – Universitas Khairun Ternate akhirnya memberikan skorsing kepada 4 mahasiswa yang terlibat aksi perpeloncoan...

Ilustrasi

30 Agustus 2019, 17:28 WIB

Parpol Ternate Punggut Dana Pendaftaran Calon Walikota Bakal Disanksi

Ternate – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Ternate, Maluku Utara (Malut) mendeteksi adanya dugaan pembayaran...

Ilustrasi

30 Agustus 2019, 17:04 WIB

Mahasiswa Baru Unkhair Dipaksa Minum Air Muntahan, Memalukan Ternate

Ternate – Aksi perpeloncoan terjadi saat massa orientasi dan pengenalan kampus di lingkungan Universitas Khairun...

Ilustrasi

30 Agustus 2019, 11:11 WIB

Menikah Lagi, Benarkah Walikota Ternate Berpoligami?

Ternate – Walikota Ternate Burhan Abdurrahman, menikahi Rosdiana (40) wanita asal Sengkang, Kabupaten Wajo Sulawesi...

9 Agustus 2019, 13:17 WIB

Transportasi laut penting bagi warga Ternate

Ternate – Ternate, sebuah pulau yang berada di bawah kaki gunung api Gamalama di Provinsi...

6 Agustus 2019, 20:38 WIB

Kasus DBD di Malut Meningkat, 6 Meninggal Dunia

Ternate – Kepala Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Malut Andi Sakurawati mengatakan...

5 Agustus 2019, 11:04 WIB

loading...