Minggu, 1 September 2019 - 12:02 WIB

Mahasiswa dari Papua mengikuti Aksi Damai Bhineka Tunggal Ika di Simpang Balapan, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/8/2019). Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perwakilan suku di Indonesia tersebut diadakan sebagai upaya untuk menyebarkan pesan perdamaian tanpa adanya diskriminasi maupun rasisme kesukuan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme pada masyarakat. 
ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz.

Mahasiswa dari Papua mengikuti Aksi Damai Bhineka Tunggal Ika di Simpang Balapan, Malang, Jawa Timur, Jumat (23/8/2019). Kegiatan yang diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai perwakilan suku di Indonesia tersebut diadakan sebagai upaya untuk menyebarkan pesan perdamaian tanpa adanya diskriminasi maupun rasisme kesukuan sekaligus menumbuhkan rasa nasionalisme pada masyarakat. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/nz.

Situasi di Papua Sudah Aman dan Kondusif Pasca Rusuh

Oleh : Edward Krey (Pengamat Sosial Politik)

Kabar gembira yang dinantikan kini telah tiba. Situasi aman dan kondusif agaknya sudah didapatkan rakyat Papua. Menurut berita tidak ada aksi lagi yang terjadi disana. Hal ini merupakan berita yang juga dinanti oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Mengingat kejadian tempo hari dirasa sangat meresahkan.
Suasana aman dan kondusif terbukti dari beroperasinya pusat perbelanjaan serta lancarnya aktivitas lalu lintas. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan jika situasi di titik lokasi kerusuhan kemarin berangsur kondusif. Tim gabungan TNI-Polri, yang tengah bertugas disana kini sedang membersihkan sisa-sisa aksi yang ditimbulkan oleh massa kemarin.

Kabar baik berikutnya datang dari Menkopolhukam yang akan mengadakan kunjungan langsung ke wilayah Papua Barat, untuk misi kedamaian. Wiranto ingin mengajak seluruh masyarakat di Papua bersatu sebagai bagian dari NKRI. Mengobarkan api persatuan, perdamaian serta empati yang sempat luruh. Ia menilai jika kejadian semacam ini hanya akan merugikan diri sendiri.

Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat kota Jayapura juga dinilai telah kondusif. Seiring pernyataan Kepala Kepolisian Resor Jayapura kota, AKBP Gustav Urbinas. Pihaknya menyatakan tidak ada demo besar-besaran seperti informasi yang beredar di masyarakat. Serta tidak adanya rencana demontrasi seperti yang diisukan.

Jikalau ada warga yang nekat melakukan aksi tanpa lebih dulu menyampaikan pemberitahuan ke kepolisian, maka polisi akan segera membubarkannya. Ia menyampaikan keterkejutannya terkait pemulangan siswa sekolah karena keadaan memang telah kondusif.

Hal ini mungkin berhubungan dengan kebijakan sekolah-sekolah saat menyikapi situasi rusuh tempo hari. Warga kota Jayapura juga dirasa telah melakukan aktivitas seperti biasanya. Gustav menghimbau agar tidak percaya saja terhadap informasi-informasi yang sumbernya belum jelas.

Sebelumnya, aksi unjuk rasa yang diwarnai pembakaran dan perusakan fasilitas umum, terjadi di beberapa bagian Papua dan Papua Barat. Menyusul insiden yang menimpa mahasiswa asal Papua di kota Malang dan Surabaya. Wagub Papua Barat, Muhammad Lakotani turut menegaskan kondisi Papua telah aman dan kondusif. Upaya persuasif gencar dilakukan kepada para tokoh agama juga masyarakat.

Ia menyatakan jika secara umum Papua sudah kembali aman. Meski ditengarai terjadi ribut-ribut dan beberapa insiden kecil, ia tetap menegaskan jika kondisi tetap berjalan aman. Lakotani juga tak memungkiri adanya insiden di Papua Barat lantaran ada pihak yang merasa sakit hati. Namun situasi dua hari ini dinilainya sangat terkondisikan.

Ia mengatakan jika insiden kemarin itu dalam rangka menyikapi persoalan karena menyentuh perasaan, juga terkait harga diri serta lain-lain. Sehingga kemudian respon yang diberikan agak berlebihan tapi hanya berlangsung sementara.

 

Disisi lain selama dua hari ini suasana sudah kembali tenang
Lakotani mengungkap sejumlah upaya persuasif khususnya di wilayah Manokwari, Fakfak dan Sorong. Ia meminta kepada Bupati dan Walikota untuk terus mengadakan komunikasi kepada masyarakat juga pemuka agama. Guna wujudkan situasi yang aman bagi rakyat Papua. Lakotani memastikan seluruh masyarakat sudah bisa melanjutkan aktivitas di Papua Barat setelah kerusuhan terjadi dengan tenang kembali.

Ia juga menambahkan jika sektor pertanian dan perkebunan Kakao berjalan lancar tanpa ada indikasi gangguan apapun. Hal ini merupakan berita yang sungguh menggembirakan, mengingat geliat ekonomi sempat mati akibat akses publik lumpuh. Masyarakat Papua sudah bisa kembali tenang menjalani kehidupan sehari-hari pasca kejadian rusuh tempo hari.

Sektor ekonomi dinilai sangat vital terdampak akibat demo kemarin. Aktivitas kehidupan sempat mengalami kemandegan karena akses kesana dinilai sedang bermasalah. Telekomunikasi dan internet juga mati dan tak berfungsi. Akibatnya roda pergerakkan ekonomi serasa berhenti.

Fasilitas pendidikan juga disebut-sebut terkena dampak akibat kerusuhan. Banyak sekolah-sekolah memulangkan atau meliburkan guna menjaga keamanan siswanya. Sektor lain juga banyak yang diberitakan mengalami kerugian.

Namun semua itu sudah berlalu, berbagai pemberitaan situasi yang kondusif sudah menyelimuti Papua. Sabagai warga negara, saya turut gembira. Kinerja pemerintah dalam mengaktifkan seluruh elemen guna mewujudkan situasi aman sangat bagus. Ditengah ricuhnya berbagai penggorengan opini yang memojokkan pemerintahan, nyatanya pemerintah mampu segera mengembalikan kondisi seperti semula.

Bagi masyarakat Papua yang tak ikut terprovokasi juga patut diapresiasi. Karena dinilai mampu ikut berpartisipasi dalam mewujudkan keamanan. Hal ini bisa dilihat dari tidak turut meluapkan emosi akan berita dan kejadian yang tengah terjadi. Semoga insiden semacam ini tidak akan terulang kembali, ya!

 

Artikel ini telah dibaca 449 kali

loading...
Baca Lainnya

Masyarakat Menolak Keberadaan KAMI

Oleh : Dodik Prasetyo Keberadaan KAMI makin meresahkan masyarakat dengan pernyataannya yang kontroversial dan mendapat...

23 Oktober 2020, 22:40 WIB

Cerita Kabaharkam Polri Ajak Perangkat Desa Kembangkan Inovasi

JAKARTA  РKepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menerima audiensi DPD...

23 Oktober 2020, 21:44 WIB

Otsus Jilid II Memajukan Papua

Oleh : Abner Wanggai Otonomi khusus (Otsus) Papua memang sudah semestinya mendapatkan dukungan dari banyak...

23 Oktober 2020, 16:38 WIB

Masyarakat Jangan Ragu Manfaat Vaksin Covid-19

Oleh : Dimas Sangkoro Vaksin Covid-19 telah melalui tahap uji klinis yang ketat serta pengawasan...

23 Oktober 2020, 16:18 WIB

Waspada provokasi KAMI Menebar Hoax

Oleh : Raavi Ramadhan KAMI adalah organisasi yang banyak dibicarakan orang, namun sayang bukan karena...

23 Oktober 2020, 03:13 WIB

UU Cipta Kerja, Upaya Pemerintah Antisipasi Bonus Demografi

Oleh : Hanafi Adnan UU Cipta Kerja yang baru disahkan Pemerintah merupakan upaya untuk mempermudah...

22 Oktober 2020, 20:57 WIB

loading...