Selasa, 3 September 2019 - 19:28 WIB

Ricky Mendesak Pemda Meningkatkan Pengawasan di Seluruh Aspek Bisnis di Kabupaten Gayo Lues

Gayo Lues-Ricky, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat Lauser Corruption Watch (LCW) Kabupaten Gayo Lues mendesak pemerintah meningkatkan pengawasan di seluruh aspek bisnis di kabupeten setempat. Khususnya komuditi unggulan, seperti sere wangi, minyak nilam, kopi, Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan  Hasil Hutan Kayu (HHK) maupun hasil tambang.

Ricky menyampaikan, kurangnya pengawasan menyebabkan potensi penerimaan daerah hilang. Pasalnya, ada celah bagi pelaku usaha untuk tidak memberi laporan sesuai realita di lapangan.

Saat ini saja kata Ricky, sistem yang digunakan dalam pembayaran pendapatan dari sektor getah pinus, masih menggunakan skema pelaporan sendiri (self-assesment) oleh korporasi terkait. Begitu juga dengan minyak sere sebagai salah satu komuditi unggulan. Saya, pemerintah sudah membuat aturan terkait tatausaha produksi minyak sere yang mengacu kepada penerimaan daerah dan penertiban perdagangan serta asal usul produksinya.

Sumber daya manusia untuk melakukan audit verifikasi maupun bukti pelanggaran juga dia nilai kurang. “Untuk itu, pemerintah daerah  perlu menambah SDM dibidang pengawasan,” katanya, Selasa (03/09/2019).

Selain itu, Ricky juga mengkritisi upaya penegakan hukum bagi pelaku usaha yang melakukan pelanggaran masih lemah.

Misalnya, dalam hal kelengkapan dokumen dan lain lain. Ricky juga mengingatkan komuditi-komuditi unggulan di Gayo Lues ini memiliki peran positif dan konstruktif terhadap pendapatan daerah di kabupaten ini.

“Sekali lagi, pemda harus lebih fokus terhadap hal ini. Yaitu menghidupkan daerah dengan memberi kesempatan dan peluang usaha yang memadai terhadap hasil bumi kepada masyarakat Gayo Lues,” ucapnya.

Yang menjadi fokus penting lainnya adalah masalah pungutan liar yang diberikan pelaku usaha ke oknum-oknum pemerintah yang terkait untuk memuluskan dokumen apapun itu bentuknya.

“Bisa jadi, rantai suapnya atau uang pelicin tidak hanya di sektor yang terkait langsung dengan instansinya tetapi juga pengawasan dari penegak hukum,” ujarnya.

Menurut Ricky, pemerintah Dearah Kabupaten Gayo Lues Beserta dengan DPRK yang baru saja di lantik perlu mengubah pandangan bahwa segala sektor  bisnis  di Kabupaten Gayo Lues tidak  hanya menjadi sekedar ekstraksi tetapi merupakan bisnis yang perlu dikelola secara berhati-hati dan bertanggung jawab. Karena, hal ini tidak terlepas dari Pasal 33 dalam UUD 1945 Bahwa.

“Bumi dan air dan segala yang terkandung di dalamnya, dikuasai oleh negara dan digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat,” jelasnya(Ali Sadikin)

Artikel ini telah dibaca 369 kali

loading...
Baca Lainnya

Pasangan HD-Firman Mendaftar Di DPC Partai Gerindra Nisel

Nias Selatan, Deliknews – Pasangan Balon Bupati juga sebagai Incumbent Bupati Nisel Dr.Hilarius Duha, SH.,...

19 Oktober 2019, 19:43 WIB

Bank Nagari Balas Surat Wartawan Soal Adm, Pajak dan Bunga

Pasaman, – Kantor Bank Nagari Cabang Lubuk Sikaping membalas Surat Wawancara oleh Wartawan Deliknews.com yang...

Kantor Bank Nagari Cabang Lubuk Sikaping

18 Oktober 2019, 14:34 WIB

Kades se Nagan Raya Ikuti Penyuluhan Hukum

Nagan Raya-Sebanyak 222 Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh mengikuti penyuluhan hukum...

17 Oktober 2019, 19:21 WIB

Konsistensi Gubernur Sumbar Soal Keterbukaan Informasi Publik Diakui

Deliknews.com, – Gubernur Sumbar Irwan Prayitno presentasi dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Komisi Informasi (KI)...

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno memperlihatkan aplikasi OnSMART kepada penguji Monev.

17 Oktober 2019, 17:17 WIB

Ketua TPP PKK Nisel Berbagi Tali Asih Kepada Ratusan Lansia Janda

Nias Selatan, Deliknews – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nias Selatan, yang juga Anggota DPRD...

17 Oktober 2019, 17:16 WIB

Terobosan SMKN 1 Lubuk Sikaping Ajak Guru dan Siswa Berbisnis Online

Pasaman, – SMKN 1 Lubuk Sikaping melaksanakan kegiatan Roadshow Digital diikuti oleh guru dan siswa serta...

Kepala SMKN 1 Lubuk Sikaping Muslim, M.Pd.

17 Oktober 2019, 12:04 WIB

loading...