Rabu, 4 September 2019 - 20:47 WIB

Gabungan Berbagai Aktivis Minta Organisasi Jaringan Asing Pendukung Referendum Papua Dibubarkan

Ratusan massa tergabung  dalam Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, DPP BIMA dan Gerakan Nasional Membela Kewibawaan Presiden & Kedaulatan NKRI mendesak organisasi atau pihak-pihak jaringan asing di dalam negeri yang bekerja untuk asing dan mendukung gerakan makar Papua segera dibubarkan.

“Kami sangat mendukung Bapak Presiden Jokowi untuk mengungkap, menuntaskan dan menindak tegas pihak-pihak jaringan asing didalam negeri, LSM – NGO yang bekerja untuk asing memperkeruh situasi didalam negeri terkait Papua dan elit politik nasional, baik dalam pemerintahan maupun diluar pemerintahan yang memperkeruh Papua, menjadikan Papua sebagai komoditas politik alat bargaining politik untuk mendapatkan jabatan kekuasaan dan akses perekonomian nasional,” demikian tertulis isi pernyataan sikap dari berbagai elemen yang di sahkan oleh para Ketua Umum.

Adapun pentolan yang menyuarakan kegelisahan tersebut diantaranya Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejering Nasional Aktivis 98 Anto Kusumayuda, Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat (BIMA) IR. Dont Mulyana Kurnia, Sekjen Gerakan Nasional Membela Kewibawaan Presiden & Kedaulatan NKRI Abdul Salam Nur Ahmad, dan Dewan Presidium Dr. KH Asep Ahmad Hidayat juga Acik Munasik.

Mereka juga berkomitmen dan merasa bertanggung jawab untuk keutuhan NKRI, maka sebagai salah satu elemen rakyat Indonesia terus menyerukan dalam sebuah gerakan bersama yaitu “Gerakan Nasional Membela Kewibawaan Presiden dan Kedaulatan NKRI”. Karena, kata mereka, kejadian rusuh Papua bermotif ingin mencoreng wibawa Presiden Jokowi dan mengancam Kedaulatan NKRI.

“Siapapun yang terlibat apakah pejabat penting di Pemerintahan ? LSM -NGO ?Politisi barisan sakit hati ? Harus ditindak tegas tanpa pandang bulu karena telah merongrong kedaulatan NKRI kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara kedepan,” sebut mereka.

Selain itu, pihaknya mengajak dan menyerukan pada saudaraku seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa dan berjuang membela dan menjaga Papua, Papua Barat dari rongrongan pihak-pihak asing yang mengacaukan dan memprivokasi papua lepas dari NKRI,” terang mereka.

Kata mereka, pihak “Asing” tentunya tidak bekerja sendiri dalam memuluskan agendanya membuat Papua rusuh untuk menguasai Papua demi kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial politik. Mereka agen-agen asing berkonspirasi dengan pihak-pihak jaringan didalam negeri, dengan organisasi atau lembaga di Papua dengan tiada hentinya mempropagandakan Papua Merdeka.

“Isu Papua selalu dijadikan komoditas politik elit politik nasional dalam melakukan bargaining untuk kepentingan kekuasaan dan jabatan,” sambungnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, masih adanya NGO atau LSM didalam negeri yang mendapatkan dana dukungan dari asing sehingga menjadi agen asing kepanjangan tangan asing didalam negeri untuk memuluskan agenda kepentingan asing di dalam negeri. Salah satunya mereka NGO dan LSM tersebut ikut mensupport pergerakan kelompok Papua Merdeka.

“NGO dan LSM tersebut menjadi penghianat bangsa dan negara, karena tidak ada sumbangan dana program dari asing ke LSM atau NGO yang gratis tiada lain memiliki kepentingan untuk tujuan politik menguasai Indonesia salah satunya dengan persoalan Papua,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 297 kali

loading...
Baca Lainnya

Vaksin Apa Saja yang Cocok Untuk Orang Dewasa?

Semakin beranjak dewasa, sistem kekebalan tubuh manusia akan lebih optimal. Namun, jika gaya hidup Anda...

27 Oktober 2020, 17:00 WIB

UU Cipta Kerja Mudahkan Penyerapan Tenaga Kerja

Oleh : Hanafi Putra Banyaknya pengangguran adalah permasalahan terbesar di Indonesia. Untuk mengatasinya, maka pemerintah...

27 Oktober 2020, 09:57 WIB

Mendukung Otonomi Khusus Papua Jilid II Demi Pemerataan Pembangunan

Oleh : Abner Wanggai Pemerintah berencana memperpanjang Otsus Papua. Masyarakat pun mendukung keberlanjutan Otsus Papua...

26 Oktober 2020, 23:29 WIB

Waspadai Klaster Covid-19 Saat Libur Panjang

Oleh : Aditya Akbar Libur panjang karena ada cuti bersama yang diiringi dengan akhir pekan,...

26 Oktober 2020, 23:19 WIB

Cabup Sidoarjo Bambang Haryo Sebut Bakal Bikin Pasar Nyaman, Begini Konsepnya

Sidoarjo – Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, Bambang Haryo Soekartono dan M...

26 Oktober 2020, 22:36 WIB

Begini Langkah Terbaik Indonesia untuk Perdamain Azerbaijan dan Armenia

Konflik yang telah terjadi selama puluhan tahun yang melanda Armenia dan Azerbaijan masih terus terjadi...

26 Oktober 2020, 18:43 WIB

loading...