Kamis, 5 September 2019 - 12:22 WIB

Ribuan Tanda Tangan Dukungan Warga Malang Tangkal Isu Provokatif Ajakan Kembali Warga Papua Ke Bumi Papua

Berbagai eksponen yang menamakan diri Solidaritas Indonesia (Solid) untuk NKRI serta Keluarga Besar Melanesia Malang Raya menggelar aksi unjuk rasa di depan Balai kota Malang. Aksi damai tersebut dilakukan menanggapi isu yang berkembang saat ini, bahwa di beberapa kota dan kabupaten di Indonesia adanya dugaan oknum warga Papua yang mengajak saudara saudaranya agar kembali ke Bumi Papua pasca kerusuhan sebagai akibat isue rasisme dan anarkhi di Malang, Surabaya dan Semarang. “Bumi Arema, milik kita semua, kita hidup damai,” teriak korlap aksi Haris Budi Kuncahyo saat orasi di depan kantor Balai kota Malang, Rabu, (4/09/ 2019)

Korlap aksi yang juga Deklarator PENA 98 ini sangat prihatin dengan adanyan isu tersebut.”Saya ikut prihatin, saatnya kita sampaikan pada kawan kawan dari Papua dan juga dari daerah dan kepulauan lainnya, bahwa Bumi Arema adalah milik kita semua, bukan untuk suku, agama, ras dan golongan tertentu. Kita semua bersaudara dan Bumi Arema adalah Kota Pendidikan Internasional. Tidak ada pembedaan satu sama lain, kita bus hidup berdampingan dalam kebhinekaan dan kita sepakat untuk mewujudkan Gerakan Indonesia Damai. Tanpa perdamaian kita takkan bisa membangun negeri ini lebih baik”, tegas Gus Haris panggilan akrabnya Haris Budi Kuncahyo yang juga Eksponen FAMI ini dengan berapi-api.

Dalam aksi tersebut, peserta aksi melakukan penyebaran brosur ke para pengguna jalan isi tulisan tersebut dibaca langsung oleh koorlap aksi. “SOLID NKRI, Tolak Rasisme. NKRI Harga Mati. Semua Pelajar, Mahasiswa, Sarjana, Pascasarjana, Pekerja, Buruh, Petani, Nelayan, Pegawai, TNI, Polri, Seniman, Pengusaha dan Rakyat Jelata dari kalangan Suku, Agama, Kepercayaan, Ras dan Golongan manapun adalah Hidup Damai, Rukun, Gotong Royong dan bergaul secara normal di Bumi Arema”, tutur Gus Haris saat membacakan isi selebaran tersebut.

Gerakan peduli Papua dan perdamaian Indonesia yang digagas SOLID NKRI tersebut berakhir dengan yel yel, “Bumi Arema, Damai. Papua Saudara Kita. Tolak Rasisme, Sekolah dan Kuliah, Aman”. Lalu ditutup dengan Doa Mengheningkan Cipta dan Pembacaan Pancasila secara serentak. Massa terdiri dari Relawan Pro NKRI yang terdiri dari berbagai OKP, LSM dan penggiat Seni Budaya Tradisi Kota Malang. Masa membubarkan diri secara tertib.

Guna menarik simpati publik, Aksi Damai SOLID NKRI ini juga mengajak massa aksi dan pengguna jalan untuk ikut memberikan dukungan tanda tangan bahwa Bumi Papua tetap dalam wilayah NKRI melalui gerakan sejuta tanda tangan dalam banner yang berukuran 2,5 meter X 5 meter.

Tercatat riuan warga malang yang melibtas di.kantor walikota memberi dukungan tanda tangan untuk menangkal isu provokatif dan mendukung Papua sebagai bagian dari NKRI yang tidak dapat digangu gugat karena Papua adalah Insonesia dan Saudara Kita sebangsa.

Artikel ini telah dibaca 268 kali

loading...
Baca Lainnya

Mayoritas Masyarakat Mendukung Omnibus Law Cipta Kerja

Oleh : Aldia Putra Omnibus Law Cipta Kerja telah disepakati oleh DPR untuk kemudian dilakukan...

10 April 2020, 00:16 WIB

Virus Radikalisme Mengancam Ideologi Bangsa

Oleh : Ahmad Prasetyo Covid-19 memang menjadi sesuatu yang membahayakan dan mematikan. Kendati demikian, ada...

10 April 2020, 00:00 WIB

Lawan Virus Covid-19, Bambang Haryo Usul Kapal Bisa Jadi RS Darurat

Jakarta – Praktisi dan pemerhati sektor transportasi logistik, Bambang Haryo Soekartono (BHS), meminta Kementrian Koordinator...

Bambang Haryo di Tulangan, Sidoarjo

9 April 2020, 13:54 WIB

Dukung Pemerintah Berantas Radikalisme dan Intoleransi Demi Indonesia Maju

Oleh: Martin Ksitana (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Solo) Radikalisme merupakan pikiran sesat penuh...

9 April 2020, 11:25 WIB

Dukung Langkah DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Omnibus Law Demi Menyelamatkan Perekonomian Nasional

Oleh: Siska Aprilia (Relawan Generasi Literasi Terbit Semarang) Omnibus Law Cipta Kerja diyakini menjadi jurus...

8 April 2020, 23:49 WIB

Bersama Lawan Corona yang Mengancam dan Hoax Corona yang Menikam

Oleh: Rani Apriliani (Aktivis Pegiat Media Sosial Independen) Hampir setiap kali ada peristiwa besar, selalu...

8 April 2020, 23:13 WIB

loading...