Sabtu, 7 September 2019 - 12:13 WIB

Wow, Bambang Haryo Sebut Kecelakaan Cipularang Kesalahan Jasa Marga

Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo mengkritisi adanya kejadian kecelakaan yang berkali-kali terulang di jalan Tol Cipularang yang dikelola PT Jasa Marga.

Menurut dia, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dan dibenahi, guna mengantisipasi kembali terjadinya kecelakaan di jalan tol penghubung Jakarta-Bandung itu.

Jadi gini, kecelakaan ini sudah berkali-kali, berarti itu ada satu konstruksi yang tidak layak untuk dilalui dengan kecepatan tinggi. Kalau kita lihat standarisasi pelayanan minimum itu tidak sesuai,” kata Bambang dalam keterangannya, Sabtu (7/9)

Struktur dari jalan itu sendiri, tol itu udah enggak layak. Istilahnya, pengelolanya itu sudah melakukan kelalaian, kesalahan dari Jasa Marga.

Menurut Politikus Partai Gerindra ini, kondisi aspal yang terbentang di sepanjang jalan Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, pada titik-titik tertentu, tidak sesuai dengan kelaikan.

“Jalan itu tidak boleh terjadi keretakan, di jalan tol jangan ada yang luka atau retak, di jalan Tol Cipularang itu kalau kita lihat bagaimana kondisi jalan aspal banyak yang menggemuk, gelembung itu,” ujarnya.

Bambang menilai, struktur jalan Tol Cipularang bermasalah, hal itu disebabkan kurangnya perhatian dari pihak pengelola tol. Dalam konteks ini ia melihat Jasa Marga telah lalai.

“Struktur dari jalan itu sendiri, tol itu udah enggak layak, istilahnya, pengelolanya itu sudah melakukan kelalaian, kesalahan dari Jasa Marga,” kata Bambang.

Menurut dia, akibat kelalaian tersebut, maka berakibat fatal hingga menyebabkan banyaknya korban meninggal dunia.

Oleh karena itu, dia meminta operator tol pelat merah tersebut memang sudah seharusnya bertanggung jawab atas kecelakaan maut yang menewaskan delapan orang dan sedikitnya 20 kendaraan rusak.

“Jasa Marga harus bertanggung jawab akan hal ini,” ujar Bambang.

Sebagai wakil rakyat, dia mengaku kecewa atas lambannya penanganan dari pihak Jasa Marga. Bambang merasa kesal soal lambannya evakuasi truk yang terbalik.

Selain itu, tidak adanya rambu peringatan penunjang keselamatan, menurut dia, menjadi pelanggaran yang telah dibuat pengelola yaitu Jasa Marga.

“Menurut saya ini kesalahan mutlak, mereka pihak pengelola, karena begitu truk terguling dan terjadi antrean seharusnya pihak jalan tol memiliki atau memberikan satu rambu-rambu. Ini tidak ada informasi, standarisasi pelayanan mereka minimum sekali,” tuturnya.

Artikel ini telah dibaca 31 kali

loading...
Baca Lainnya

Mengapresiasi Percepatan Penelitian Vaksin Covid-19

Oleh : Edi JAtmiko Pemerintah terus bekerja keras dalam meneliti dan mengembangkan Vaksin Covid-19. Kerja...

22 Oktober 2020, 02:50 WIB

Manuver KAMI Ganggu Stabilitas Politik

Oleh : Zakaria Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantyo memang terkesan...

22 Oktober 2020, 02:37 WIB

Tak Perlu Demo Gugatan UU Cipta Kerja Dapat Melalui MK

Oleh : Putu Prawira Demonstrasi sejumlah elemen masyarakat menolak UU Cipta Kerja masih terjadi di...

22 Oktober 2020, 02:24 WIB

Masyarakat Papua Mendukung Kelanjutan Otsus

Oleh : Rebecca Marian Otonomi khusus di Papua yang akan diperpanjang tahun depan menjadi topik...

22 Oktober 2020, 01:59 WIB

Pilbup Sidoarjo, Bambang Haryo-Taufiqulbar Layak Ke Pendopo Sidoarjo

Sidoarjo – Gaya kampanye Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 1 Bambang Haryo-Taufiqulbar...

21 Oktober 2020, 10:07 WIB

Jangan Ada Provokasi pada Pelajar Ketika Aksi Demo

Oleh : Raditya Rahman Pada unjuk rasa tolak omnibus law tanggal yang terjadi beberapa waktu...

20 Oktober 2020, 23:29 WIB

loading...