Senin, 9 September 2019 - 17:31 WIB

Pelaku Rasis dan Kerusuhan Papua Harus Ditindak Tegas

Oleh : Sabby Kosay (Mahasiswa Papua tinggal di Yogyakarta)

Veronica Koman merupakan tersangka baru dalam kasus kerusuhan di Papua. Pemerintah melakukan kerjasama dengan Interpol guna menangkap tersangka pemicu kerusuhan di Papua. Selain itu, Pemerintah juga telah memeriksa pelaku rasis yang memicu gejolak di masyarakat.

Penindakan tegas terhadap para pelaku tindakan rasisme agaknya kian membuahkan hasil. Pasca aksi demontrasi yang berujung kericuhan di Papua yang terjadi pekan lalu, kini mulai diumumkan nama baru berinisial VK sebagai tersangka baru. VK dinilai bersalah karena beberapa postingannya yang memprovokasi masa di wilayah Papua.

Aksi demonstrasi di wilayah ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tindakan rasialisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pekan lalu. Yang mana dinikai menciderai haka asasi manusia. Aksi protes tersebut berujung tindakan anarkis yang mengakibatkan sejumlah fasilitas umum rusak serta melumpuhkan aktivitas warga setempat.

Veronica Koman alias VK kini telah diburu interpol terkait permasalahan yang menimpanya. VK yang merupakan seorang pengacara Hak Asasi Manusia sangat aktif mengunggah konten dan gambar di media sosial pribadinya dengan aneka tagline yang bernada provokasi.

Hal ini sejalan dengan yang dinyatakan oleh Menkopolhukam, Wiranto yakni, jika interpol sedang melacak keberadaan Veronika di luar negeri. Meski dia adalah WNI kelahiran kota Medan, namun ia telah lama menetap di luar negeri hingga sekarang. Dalam keterangannya, Wiranto memastikan jika polisi telah mengantongi bukti-bukti kuat mengenai provokasi VK ini, karena telah viral di aneka media sosial.

Kabar terbaru menyebutkan jika pemerintah telah mencabut paspor milik VK. Hal ini juga sebagai upaya percepatan penangkapan tersangka. Mengingat sebelumnya VK tidak memenuhi panggilan kepolisian guna keperluan penyidikan.

Hal ini juga sejalan dengan pernyataan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang menegaskan jika pemerintah Indonesia tidak akan mundur barang semili-pun untuk tetap menjaga kedaulatan NKRI, termasuk di wilayah Papua.

Retno turut mengungkapkan apa yang diucapkannya ini adalah merupakan salah satu prinsip para diplomat Indonesia. Mengingat Papua dan Papua Barat ialah bagian tak terpisahkan dari NKRI, harga mati. Ia menambahkan jika terdapat upaya pemisahan diri maka hal tersebut merupakan garis merah untuk kita semua.

Kemenlu hingga kini telah meminta para diplomat guna menyebar informasi yang sesungguhnya berkenaan dengan situasi keamanan di Papua. Yang mana telah dinyatakan kondusif pada dunia Internasional.

Hal menarik lainnya datang dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ia memberikan pernyataan yang dinilai mendukung tindakan pemerintahan saat ini. Prabowo mengharap agar seluruh pihak ikut mendinginkan suasana serta menghindari tindakan saling menyalahkan. Ia juga mengatakan jika Papua adalah bagian integral NKRI, yang mana harus dijaga serta bersama-sama mengatasi masalah didalamnya.

Selain itu, Prabowo menambahkan bahwa semua komponen bangsa harus bersatu padu guna mendukung langkah-langkah pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan masalah terkait Papua ini.

Usaha pemerintah dalam menindak tegas pelaku agaknya mulai menunjukkan titik terang. Aneka penyelidikan membuahkan hasil. Artinya jerih payah seluruh elemen pemerintahan terbayar. Namun tak ingin berbangga hati, pemerintah kian getol memperkuat sistem pertahanan serta keamanan guna memberikan kedamaian bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jika menilik dari perjuangan bangsa Indonesia merebut kembali wilayah Papua ini memang layak untuk ditiru. Para Pahlawan rela sekuat tenaga bahkan bertaruh nyawa guna mencokot kembali wilayah yang diduduki Belanda. Sejarah panjang bahkan menyebutkan jika Indonesia harus menelan pil pahit guna merebut bumi Cendrawasih ini. Yakni, penentangan kelompok haluan kiri yang mana terus menggerogoti keyakinan para warga Papua agar mau memisahkan diri dari Nusantara.

Namun, bersyukur semua upaya disintegrasi yang dilancarkan mengalami kegagalan. Segala upaya pemisahan diri kini ditindak tegas termasuk pelaku rasialis yang dinilai sangat merugikan berbagai pihak. Gaung Papua Bagian Integral NKRI, harga mati juga menuai banyak dukungan. Sementara pihak berhaluan kiri yang diindikasi sebagai pelaku separatis kini panen kecaman.

Terlepas dari hal itu, dukungan dari seluruh warga negara Indonesia kepada pemerintah saat ini sangat dibutuhkan. Bukan soal kecil atau besarnya dukungan, namun satu sikap positif saja terhadap tindakan pemerintah akan menimbulkan dampak yang lebih baik.

Mengingat segalanya akan kembali kepada diri kita sendiri. Pertahanan serta keamanan yang hendak diberikan pemerintah kepada rakyat Indonesia memangkah harus terus diapresiasi. Semoga seluruh pelaku segera ditemukan dan ditindak tegas.

 

Artikel ini telah dibaca 295 kali

loading...
Baca Lainnya

Bambang Haryo : Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan Tidak Bawa Dampak Harga Barang

Surabaya – Anggota DPR-RI periode 2014-2019 Bambang Soekartono memperkirakan dampak kenaikan tarif angkutan penyeberangan laut...

19 Oktober 2019, 08:02 WIB

Soal Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan, Bambang Haryo : Jangan Ditunda!

Surabaya – Pemerintah akan menaikkan tarif penyeberangan angkutan laut sebesar 28 persen. Untuk memuluskan skema...

19 Oktober 2019, 07:59 WIB

Sabar, Sebentar Lagi, Jokowi Umumkan Menteri

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi maraknya bocoran nama-nama yang disebut-sebut akan mengisi kabinet...

Jokowi dan Jusuf Kalla

18 Oktober 2019, 10:46 WIB

Mengenang Mendiang August Parengkuan, Tokoh PWI

Rasanya sulit percaya, tetapi nyata. Ada lima sumber dekat saya konfirmasi tadi, semua membenarkan. August...

18 Oktober 2019, 10:43 WIB

Dubes RI untuk Azerbaijan Prof. Dr. Husnan Bey Fananie Gelar Kuliah Umum di Universitas Islam Malang

Kuliah Tamu yang bertajuk “Pendidikan Islam Multikultural dalam Perspektif Historis Sosiologis” diberikan Duta Besar Luar...

17 Oktober 2019, 18:07 WIB

Prabowo Beri Sinyal Merapat ke Jokowi

Bogor – Bergabungnya Partai Gerindra ke dalam koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih simpang siur jelang...

17 Oktober 2019, 17:02 WIB

loading...