Rabu, 11 September 2019 - 00:57 WIB

Kader Muda NU Bersama Jurnalis Pesantren Dukung Revisi UU Untuk Penguatan KPK 

Dukungan agar UU 30/2002 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi terus mengalir. Kali ini giliran kader muda Nahdlatul Ulama yang memberi dukungan kepada DPR.

Perwakilan kader muda NU Gus Soleh Marzuki menjelaskan, dukungan itu diberikan lantaran rencana revisi UU tersebut dinilai tidak membuat kewenangan lembaga antirasuah itu menjadi lemah dalam menindak praktik korupsi di Indonesia.

“Mengenai revisi UU KPK berpendapat menyepakati sebab khususnya mengenai pengawasan disini. Kalau pengawasan untuk menuju suatu bentuk kesempurnaan. Bukan melemahkan KPK,” kata Gus Soleh dalam jumpa pers

Ketua Jamaah Pengajian Kebangsaan (JPK) itu juga menuturkan, adanya dewan pengawas yang bertugas untuk melakukan pengontrolan terhadap KPK adalah hal yang justru baik untuk kinerja lembaga antirasuah kedepannya.

Permasalahannya, kata dia, wacana dewan pengawas itu dibentuk opini sebagai salah satu upaya pelemahan.

Menurut Gus Soleh, idealnya setiap organisasi atau lembaga memang memiliki dewan pengawas. Bahkan, dia mencontohkan, di NU pun memiliki struktur pengawasan.

“Lemahnya masyakarat kita umumnya tidak mau membaca secara tuntas. Dan banyak terkesan dengan adanya revisi ini melemahkan. Bicara pengawasan ini penting. Jadi kita saling menasehati. Di dalam organisasi NU ada pelaksana dan ada penasehat atau pengawas,” tutur dia

Senada dengan Gus Soleh, kader muda NU lainnya yang juga sebagai pimpinan Lembaga Islam Nasionalis Jeffri Sastra Maestra mengatakan bahwa revisi UU KPK sangat baik dan untuk jalannya pengawasan.

“Semua lembaga (termasuk KPK) harus memiliki pengawasan, dan Revisi UU KPK baik untuk pengawasan kinerja lembaga” ujar Sastra.

Sama halnya dengan yang dikatakan oleh Hafyz Marshal selaku ketua Forum Jurnalis Pesantren yang mengimbau masyarakat dan warganet agar cari tahu tentang isi dari revisi UU KPK.

“Warganet harus cari tahu dahulu isinya  sebelum berkomentar lebih banyak di dunia maya tapi ternyata tidak paham isi dari Revisi UU KPK, niat baik nya adalah revisi UU KPK untuk menguatkan KPK dan sebagai pengawasan” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 344 kali

Baca Lainnya

Penahanan Rizieq Shihab Sudah Tepat

Oleh: Firza Ahmad Rizieq Shihab rupanya kerap membuat keresahan yang tak berkesudahan, pidatonya yang provokatif...

4 Maret 2021, 17:09 WIB

Begini Cerita Pria Papua yang Gagal Indonesian Idol Sekarang Malah Sukses Berkarir di Istana Presiden

“Kesempatan itu selalu ada di sekitar kita, ketika kita gagal percayalah akan selalu ada kesempatan...

4 Maret 2021, 16:37 WIB

Mengapresiasi Presiden Mencabut Lampiran Perpres Investasi Industri Miras

Oleh : Zakaria Lampiran Perpres yang menjadi aturan turunan UU Cipta Kerja, mengenai investasi industri...

4 Maret 2021, 11:41 WIB

Keren, Komisi I DPR RI Ahmad Rizki Sadig Bicara Soal Kemajuan Teknologi Informasi di Era Digital

Bakti Kominfo melaksanakan seminar live streming bertemakan “Pemanfaatan Internet Untuk Digitalisasi Ekonomi Kreatif” yang diisi...

3 Maret 2021, 22:55 WIB

Masyarakat Siap Menyambut PON XX Papua

Oleh : Abner Wanggai Pekan Olahraga Nasional ke-XX yang diselenggarakan di Papua pada oktober 2021,...

3 Maret 2021, 22:04 WIB

Masyarakat Siap Menyambut PON XX Papua

Oleh : Abner Wanggai Pekan Olahraga Nasional ke-XX yang diselenggarakan di Papua pada oktober 2021,...

3 Maret 2021, 21:50 WIB

loading...