Jumat, 13 September 2019 - 11:08 WIB

Olimpiade Sains Madrasah Tingkat Nasional Digelar di Manado Pekan Depan

Sebanyak 550 siswa dari 34 provinsi di Indonesia akan beradu pintar di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2019. Event yang akan digelar selama satu minggu ini merupakan ajang paling bergengsi bagi siswa madrasah di Indonesia, karena telah menjadi agenda resmi Kementerian Agama yang rutin digelar setiap tahun. Di ajang KSM, madrasah-madrasan baik negeri maupun swasta, dalam berbagai tingkatan, saling unjuk kemampuan dalam bidang sians dan teknologi.

KSM Nasional adalah Kompetisi sains tertinggi dan paling diminati oleh kalangan madrasah di Indoensia. Sebelum KSM tingkat nasional digelar, yang telah terlebih dahulu diselenggarakan KSM di tingkat kabupaten dan provinsi. Para pemenang di level daerah akan mendapatkan tiket untuk beradu kuat maju di tingkat nasional. KSM tingkat nasional 2019 akan dibuka di Hotel Grand Kawanua Novotel, dan Kompetisi akan dilaksanakan di IAIN Manado, Sulawesi Utara, 16-21 September 2019

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Kamaruddin Amin, mengungkapkan, ajang ini didisain untuk menancapkan budaya sains di kalangan madrasah. “Kami memiliki program Madrasah Hebat Bermartabat, salah satu aksinya adalah kompetisi madrasah dalam bidang sains,” katanya dalam konferensi pers di kantor Kemenag Pusat, Jl. Lapangan Banteng Jakarta, (13/9).

Dengan pengelolaan yang profesional, ditambah dengan suporting pemerintah yang memadai, saat ini madrasah sudah tidak lagi terbenam dalam stigma sekolahan kelas dua. Olimpiade sains (KSM) ini bukan debut satu-satunya anak madrasah dalam kancah kompetisi sains. Di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) siswa madrasah juga sudah banyak merebut penghargaan bergengsi, meskipun berhadapan langsung dengan sekolah-sekolah umum ternama.

Kontingen yang hadir di Manado terdiri dari tiga tingkatan yaitu Madrasah Ibtidaiyah (MI/SD), Madrasah Tsanawiyah (MTS/SLTP), dan Madrasah Aliyah (MA/SLTA) yang sudah menjalani seleksi ketat dari tingkat kabupaten dan provinsi. Dengan demikian maka persaingan akan sangat berat. Berbagai cabang yang dipertandingkan adalah Matematika Teritegrasi, Sains IPA Terintegrasi, IPS Terintegrasi, serta Biologi, Fisika, Kimia, Ekonomi dan Geografi Terintegrasi.

Direktur Kurikulum Sarana Prasarana Kesiswaan dan Kelembagaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar mengatakan, ajang ini diarahkan untuk mengembangkan potensi madrasah dalam bidang saintek. “Kompetisi yang fair dan obyektif dapat menyemai bibit unggul dan menumbuhkan suasana persaingan yang dinamis,” katanya. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini harus direspon oleh madrasah agar terintegrasi sains dan islam secara harmonis. “Acara semacam ini pada akhirnya akan menghasilkan output siswa pintar berahlakul karimah yang berguna untuk bangsa ke depan,” imbuhnya.

Selain kompetisi sains, akan digelar pula Madrasah Young Researcher Camp, yang mempresentasikan dan menggelar pameran hasil riset dalam bidang Sains, Sosial dan ilmu Keagamaan anak madrasah se Indonesia. 1018 proposal yang diterima, 54 judul penelitian terpilih akan mengikuti expo madrasah tiset. Penemuan mereka yang beragam san berbagai bidang merupakan embrio sebuah karya besar yang diharapkan dapat mengubah peradaban dunia.

 

Artikel ini telah dibaca 227 kali

loading...
Baca Lainnya

Bambang Haryo : Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan Tidak Bawa Dampak Harga Barang

Surabaya – Anggota DPR-RI periode 2014-2019 Bambang Soekartono memperkirakan dampak kenaikan tarif angkutan penyeberangan laut...

19 Oktober 2019, 08:02 WIB

Soal Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan, Bambang Haryo : Jangan Ditunda!

Surabaya – Pemerintah akan menaikkan tarif penyeberangan angkutan laut sebesar 28 persen. Untuk memuluskan skema...

19 Oktober 2019, 07:59 WIB

Sabar, Sebentar Lagi, Jokowi Umumkan Menteri

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi maraknya bocoran nama-nama yang disebut-sebut akan mengisi kabinet...

Jokowi dan Jusuf Kalla

18 Oktober 2019, 10:46 WIB

Mengenang Mendiang August Parengkuan, Tokoh PWI

Rasanya sulit percaya, tetapi nyata. Ada lima sumber dekat saya konfirmasi tadi, semua membenarkan. August...

18 Oktober 2019, 10:43 WIB

Dubes RI untuk Azerbaijan Prof. Dr. Husnan Bey Fananie Gelar Kuliah Umum di Universitas Islam Malang

Kuliah Tamu yang bertajuk “Pendidikan Islam Multikultural dalam Perspektif Historis Sosiologis” diberikan Duta Besar Luar...

17 Oktober 2019, 18:07 WIB

Prabowo Beri Sinyal Merapat ke Jokowi

Bogor – Bergabungnya Partai Gerindra ke dalam koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin masih simpang siur jelang...

17 Oktober 2019, 17:02 WIB

loading...