Sabtu, 14 September 2019 - 12:49 WIB

Istimewa

Istimewa

Anggota DPR-RI Bambang Haryo Kesal Ada Warga Tewas Akibat Kebakaran Hutan

Jakarta – Anggota DPR-RI Bambang Haryo Soekartono, tak bisa menahan kesedihannya saat mengetahui adanya warga di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) yang meninggal dunia di ladangnya akibat kebakaran hutan dan lahan.

Ya, seorang yang meninggal dunia itu adalah Mulyoto berusia 69 tahun. Kakek tersebut merupakan warga Desa Lintas Utara, Kecamatan Kerintang.

Menurut Kapolsek Keritang AKP Martunus, Kamis (12/9) lalu, korban ditemukan warga dalam posisi telungkup dan sudah hangus terbakar dalam keadaan meninggal dunia di perladangannya.

Menanggapi hal itu, Bambang Haryo menyebutkan Presiden Joko Widodo omong kosong dengan janjinya yang mengatakan pada 2018-2019 tidak akan ada lagi kebakaran hutan dan lahan.

Seorang kakek yang tewas di ladangnya akibat kebakaran hutan dan lahan di Indragiri Hilir (Foto : Istimewa)

“Sudah puluhan ribu masyarakat kena ISPA akibat Karhutla di Riau, dan bahkan sudah ada yang meninggal. Namun amat disayangkan Pemerintah pusat seakan tidak hadir. Padahal sudah jelas, Pemerintah pusat yang di dalamnya mencakup Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) lah yang bertanggungjawab atas semua ini,” kata Bambang Haryo di kompleks DPR-RI.

Seharusnya, kata Bambang, Presiden segera menyatakan sebagai tanggap darurat atau bencana nasional karena sudah demikian banyak korban. Dan saya harap Presiden tegas memberikan sanksi terhadap aparat-aparat Negara yang bertanggungjawab atas Karhutla ini. Terutama KLHK, karena KLHK bertanggungjawab atas pemeliharaan hutan,” tegas Bambang.

Sekedar informasi, hingga hari ini Sabtu (14/9) titik hotspot dalam kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau telah mencapai angka 1.318 dan sebabkan 3.893 warga di tiga wilayah yakni Indragiri Hilir, Pelawan dan Indragiri Hulu terserang ISPA.

Sementara, jarak pandang di Pekanbaru mencapai 300 meter dan di Riau 200 meter. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Pekanbaru, kualitas udara berada di level tidak sehat hingga berbahaya, dengan angka di atas 300.

Artikel ini telah dibaca 266 kali

loading...
Baca Lainnya

Komjen Pol Agus Andrianto: Polri Siap Dukung Penerapan New Normal

JAKARTA – Walau kebijakan penerapan tatanan kehidupan normal baru (New Normal) belum diputuskan, Polri telah...

6 Juni 2020, 21:03 WIB

SAPMA PP Kota Tangerang Akhirnya Desak Usut Kasus Penembakan

TANGERANG – Ketua Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kota Tangerang, Haris Setiawan telah...

6 Juni 2020, 20:28 WIB

Wah, Dua Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Tangerang

TANGERANG – Peristiwa penembakan orang tidak dikenal terjadi di Tangerang. Dua orang korban diketahui bernama...

6 Juni 2020, 20:22 WIB

Sosialisasi New Normal, Kapolresta Tangerang Dorong Pos Kamling Dilengkapi CCTV

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mendorong pos keamanan lingkungan (Pos...

6 Juni 2020, 19:44 WIB

Polresta Tangerang Paksa Putar Balik 39 Kendaraan di Hari Ke-43 Ops Ketupat

TANGERANG – Hari ke-43 Operasi Ketupat Kalimaya 2020, Jumat (5/6/2020), Polresta Tangerang Polda Banten memaksa...

6 Juni 2020, 19:24 WIB

Ada 2120 Kendaraan Diminta Putar Balik Selama 43 Hari Ops Ketupat

TANGERANG – Selama 43 hari pelaksanaan Operasi Ketupat kalimaya 2020, tercatat sebanyak 2120 unit kendaraan...

6 Juni 2020, 19:14 WIB

loading...