Sabtu, 14 September 2019 - 12:26 WIB

Kebakaran hutan dan lahan memaksa anak-anak tidak bersekolah (Foto : Istimewa)

Kebakaran hutan dan lahan memaksa anak-anak tidak bersekolah (Foto : Istimewa)

Karhutla Riau, Anggota DPR Bambang Haryo Sebut Jokowi Omong Kosong

Jakarta – Janji Presiden Joko Widodo dalam waktu 2018-2019 tidak akan ada lagi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) disebut omong kosong oleh Anggota Komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono.

“Kebakaran lebih meluas dan dampak nya lebih parah, sampai-sampai puluhan ribu orang kena ISPA dan bahkan sampai ada yang meninggal dunia”Kata Bambang Haryo di Jakarta, Sabtu (14/9)

Dilanjutkan Bambang Haryo, berdasarkan informasi yang diperoleh titik Karhutla sudah meluas ke 30 provinsi yang ada di Indonesia. Terparah ada di Kalimantan dan Sumatera, ditambah saat ini Pekanbaru Riau.

Masalah Karhutla, lanjut Bambang, sudah berlarut-larut dan Pemerintah lambat dalam penanganannya. Bahkan Pemerintah terkesan melakukan pembiaran, karena terlihat tidak serius menangani Karhutla tersebut.

“Seharusnya Presiden segera menyatakan sebagai tanggap darurat atau bencana nasional karena sudah demikian banyak korban. Dan saya harap Presiden tegas memberikan sanksi terhadap aparat-aparat Negara yang bertanggungjawab atas Karhutla ini. Terutama KLHK, karena KLHK bertanggungjawab atas pemeliharaan hutan,” tegas Bambang.

Di Malaysia yang hutannya sekitar 25 juta hektare, kata Bambang, tidak pernah terbakar mulai tahun 1983. Mereka SDM nya kompeten dan alat-alat pemadam dan perawatan hutan mulai helicopter heavy ada 5, medium 5, yang kecilnya 2 untuk rescue aktif dan alat-alat lain hovercraft jetsky,” papar nya.

“Dengan tanggap darurat yang responsif juga dilengkapi tim fire danger ratting system untuk mengetahui dengan early warning system. Misalnya 1. Smoke Potensial Indicator, 2. Air Quality Analysis (kualitas udara), 3. Final pendeteksian kelembaban, indikator nya dipantau oleh pemerintah,” tambah nya.

Kalau pemerintah Indonesia tidak sanggup menangani Karhutla, tegas Bambang, Pemerintah bisa meminta bantuan ke dunia internasional. Dan itu jauh lebih baik untuk menangani Karhutla ini.

Artikel ini telah dibaca 279 kali

loading...
Baca Lainnya

Komjen Pol Agus Andrianto: Polri Siap Dukung Penerapan New Normal

JAKARTA – Walau kebijakan penerapan tatanan kehidupan normal baru (New Normal) belum diputuskan, Polri telah...

6 Juni 2020, 21:03 WIB

SAPMA PP Kota Tangerang Akhirnya Desak Usut Kasus Penembakan

TANGERANG – Ketua Satuan Pelajar Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kota Tangerang, Haris Setiawan telah...

6 Juni 2020, 20:28 WIB

Wah, Dua Orang Ditembak Orang Tak Dikenal di Tangerang

TANGERANG – Peristiwa penembakan orang tidak dikenal terjadi di Tangerang. Dua orang korban diketahui bernama...

6 Juni 2020, 20:22 WIB

Sosialisasi New Normal, Kapolresta Tangerang Dorong Pos Kamling Dilengkapi CCTV

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mendorong pos keamanan lingkungan (Pos...

6 Juni 2020, 19:44 WIB

Polresta Tangerang Paksa Putar Balik 39 Kendaraan di Hari Ke-43 Ops Ketupat

TANGERANG – Hari ke-43 Operasi Ketupat Kalimaya 2020, Jumat (5/6/2020), Polresta Tangerang Polda Banten memaksa...

6 Juni 2020, 19:24 WIB

Ada 2120 Kendaraan Diminta Putar Balik Selama 43 Hari Ops Ketupat

TANGERANG – Selama 43 hari pelaksanaan Operasi Ketupat kalimaya 2020, tercatat sebanyak 2120 unit kendaraan...

6 Juni 2020, 19:14 WIB

loading...