Senin, 16 September 2019 - 12:20 WIB

Manuver Asing Yang Terus Gerogoti Kedamaian Papua , Pemerintah Wajib Ungkap Pelakunya

Oleh : Zulfikar Ahmad (Pegiat Sosial Media Independen)

Pemerintah wajib ungkap dan usut pihak asing yang terus gerogoti kedamaian Papua dengan memprovokasi isu separatis di Papua. Terdapat Berbagai pihak yang ikut bermain di tanah Papua. Berpagai pihak.yang berlatar belakang bedapun ikut bermain atas instabilitas Papua, hal ini tidak lain ingin menghancurkan Indonesia khsuusnya pemerintah yang sah. Berbagai alasan dan kepentingan bertemu untuk membuat kekacauan demi kekacauan di.Indoesia. Pemerintah Indonesia tidak boleh lengah dan lemah menghadapinya . Pemerintah harus.mengungkap dan mengusut pihak pihak.yang terlibat.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara, ada sekitar 20 negara yang ikut menyebarkan berita hoaks. Pihaknya pun menemukan 500 ribu URL hoaks penyebab kerusuhan di Papua tadi.

Timbul pertanyaan, siapa yang mendisain dan membuat propaganda hoaks ? Sejauhmana mereka telah merasuki berbagai.indo.sesat terhadap orang Papua? Adakah peran “asing” disana?

Pihak “Asing” tentunya tidak bekerja sendiri dalam memuluskan agendanya membuat Papua rusuh untuk menguasai Papua demi kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial politik. Mereka pihak asing dan kompradornya berkonspirasi dengan pihak pihak jaringan didalam negeri melalui berbagai isu propaganda yang ujumgnya mendorong Papua merdeka. Isu papua selalu dijadikan komoditas politik elit politik nasional dalam melakukan bargaining untuk kepentingan kekuasaan dan jabatan.

Sejak dahulu kelompok politik Papua seperti United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bersama-sama aktif menyuarakan tuntutan agar pemerintah Indonesia mengakui kedaulatan bangsa Papua Barat. Berbagai manuver di luarnegeri terus dilakukan dengan cara yang tidak gentlemen. Rakyat Papua dimenaupulasi demgan sedemikian rupa dengan berbagai tipu daya sementara oknum oknum tersebut yang berjuang diluarnegeri menikmati hidup dengan bersenang senang.

Pada saat ketika peringatan HUT kemerdekaan RI mereka juga terus memprovokasi masyarakat Papua agar mendukung propaganda mereka untuk membentuk opini di dunia internasional bahwa seolah-olah seluruh masyarakat Papua tidak mengakui entitasnya dalam NKRI, sehingga dijadikan “pintu masuk” oleh salah satunya seperti Benny Wenda bersama ULMWP melalui gerakan pragmatis mereka khususnya di wilayah Pasifik Selatan, untuk memperjuangkan kemerdekaan Papua. Berkat upaya diplomasi Indonesia dan penciptaan suasana kondusif oleh segenap komponen bangsa di Papua , .maka negara-negara Pasifik Selatan tidak terlalu merespons ide Benny Wenda dan kelompoknya.

Memang harus diakui bahwa kerawanan terkait gangguan kelompok separatis di Papua masih sangat mengkhawatirkan dan masuk dalam level serius menurut teori Robert Ring, ditandai masih banyaknya aksi aksi kekerasan oleh kelompok kriminal Bersenjata. Hal.ini seperti terdapatnya korban tewas dari benerapa personel aparat kemanan yang bertugas di Papua. Oleh aksi aksi kelompok separatis.

Perang propaganda terkait berbagai isu di Papua diperkirakan akan terus berlanjut, karena oknum_oknum kelompok Papua Merdeka terus mepengaruhi kelompok yang ada di luar negeri agar mendapat simpatik dengan terus berupaya memanfaatkan dan menggoda agar isu Papua merdeka “laku dijual” seperti.dii arena acara Melanesian Spearhead Groups dan Pasific Islands Forum di wilayah Melanesia.

Bukan hanya itu, keterlibatan pihak asing juga disinyalir berasal dari kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dalam kerusuhan di Papua beberapa minggu ke belakang seperti yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu.

Terorisme di Bumi Cendrawasih?

Polri mengklaim bahwa sejak dua tahun ke belakang, kelompok teroris Jamaah Ansarut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS memang sudah beroperasi di Papua.

Menurut Polri JAD telah aktif di beberapa wilayah di Papua seperti Jayapura, Wamena, Fakfak, Manokwari, dan Merauke. Polri bahkan mengklaim, bahwai tahun lalu, Densus 88 sudah menggagalkan rencana JAD untuk melakukan pengeboman di Polres Manokwari.
Untuk itu Polri akan.terus mendalami tentang keterlibatan kelompok ini dalam kerusuhan di Papua.

Semoga Pemerintah Indonesia tetap tegas dan tidak lelah dalam menjaga Papua dari berbagai.ancaman propaganda.asing. Apalagi menurut berbagai kalangan ada tiga isu krusial yang dapat “menggoncangkan” pemerintahan Jokowi ke depan yaitu perpindahan ibukota ke Kalimantan Timur, isu Papua merdeka dan kondisi perekonomian nasional yang dipemgaruhi resesi global serta pertarungan ekonomi berbagai.negara digjaya yang dapat imbas sewaktu.waktu. bagi Indonesia. Untuk itu diperlukan peran semua komponem dalam menjaga kedaulatan NKRI.serta berbagai propaganda asing salah satunya dengan melawan hoax dan menyebar bergagai konten
Positip yang dapat mempersatukan serta mengcounter propaganda.hoax yang memecah belah. Menjalin berbagai kebersamaan tanpa memdakan latar belakang dalam kegiatan kegiatan positip yang menumbuhkan optimisme dan kemajuan bangsa.

Artikel ini telah dibaca 1055 kali

loading...
Baca Lainnya

UU Cipta Kerja Mampu Memulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Oleh : Aldia Putra UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan oktober ini menjadi tumpuan...

30 Oktober 2020, 02:40 WIB

Mewaspadai Klaster Covid Saat Musim Liburan

Oleh: Deka Prawira Akhir oktober ini ada liburan panjang di akhir pekan, selama lebih dari...

30 Oktober 2020, 00:30 WIB

Masyarakat Mendukung Keberadaan Lumbung Pangan Nasional

Oleh : Raditya Rahman Presiden Joko Widodo terus mengawal pembangunan lumbung pangan di beberapa daerah...

30 Oktober 2020, 00:17 WIB

Pilbup Sidoarjo, Cabup Bambang Haryo Siapkan Ahli untuk Rebranding UMKM

Sidoarjo – Inovasi model agar tidak ketinggalan zaman yang menjadi kebutuhan UMKM mebel menjadi perhatian...

Bambang Haryo - Taufiqulbar

29 Oktober 2020, 00:41 WIB

Masyakarakat Mendukung Keberlanjutan Otsus Papua

Oleh : Saby kossay Otsus Papua menjadi salah satu bentuk perhatian negara untuk memajukan Papua....

28 Oktober 2020, 21:31 WIB

Pemerintah Optimis Mampu Atasi Covid-19

Oleh : Rizki Aditya Pemerintah Indonesia mengklaim optimis dalam upaya penanganan Covid-19 di Tanah Air....

28 Oktober 2020, 20:02 WIB

loading...