Rabu, 18 September 2019 - 12:14 WIB

Presiden Jokowi tinjau karhutla

Presiden Jokowi tinjau karhutla

Disebut Bambang Haryo Omong Kosong, Presiden Jokowi Langsung Tinjau Karhutla

Jakarta – Anggota DPR-RI Bambang Haryo Soekartono menyebut Presiden Joko Widodo Omong kosong lantaran tak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan di seluruh Indonesia, terutama yang terjadi di Provinsi Riau.

“Kebakaran lebih meluas dan dampak nya lebih parah, sampai-sampai puluhan ribu orang kena ISPA dan bahkan sampai ada yang meninggal dunia”Kata Bambang Haryo di Jakarta, Sabtu (14/9)

Anggota Fraksi Gerindra ini menyebutkan, titik Karhutla sudah tersebar hingga 30 provinsi di Indonesia, terparah ada di Kalimantan dan Sumatera, ditambah saat ini Pekanbaru Riau.

Masalah Karhutla, lanjut Bambang, sudah berlarut-larut dan Pemerintah lambat dalam penanganannya. Bahkan Pemerintah terkesan melakukan pembiaran, karena terlihat tidak serius menangani Karhutla tersebut.

“Seharusnya Presiden segera menyatakan sebagai tanggap darurat atau bencana nasional karena sudah demikian banyak korban. Dan saya harap Presiden tegas memberikan sanksi terhadap aparat-aparat Negara yang bertanggungjawab atas Karhutla ini. Terutama KLHK, karena KLHK bertanggungjawab atas pemeliharaan hutan,” tegas Bambang.

Tanggapan keras Anggota DPR-RI dan desakan publik, membuat Presiden Joko Widodo bereaksi. Presiden turun langsung ke Riau dan menyaksikan kebakaran hutan dan lahan di wilayah itu.

“Kita tahu, gubernur memiliki perangkat-perangkat sampai ke bawah, bupati dan wali kota, camat, kepala desa, pangdam, juga punya perangkat, danrem, dandim, ada koramil, babinsa, semuanya ada. Kapolda juga punya perangkat, baik kapolres, kapolsek, sampai bhabinkamtibnas. Semuanya ada. Belum yang di BNPB, belum yang di (kementerian) kehutanan. Kita memiliki semuanya. Tapi perangkat-perangkat ini tidak diaktifkan secara baik,” ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Novotel Pekanbaru, Riau, Senin (16/8).

Jokowi berharap aparat daerah dioptimalkan untuk menangani karhutla. Jokowi tidak ingin kebakaran di lahan gambut semakin menjalar.

“Itu sudah saya ingatkan berkali-kali mengenai ini, yang kita hadapi ini bukan hutan, tapi lahan gambut. Kalau yang namanya sudah terbakar, habis berapa juta liter pun masih sulit dipadamkan,” kata Jokowi.

Jokowi menyebutkan, saat ini Provinsi Riau dinyatakan status siaga darurat akibat karhutla. Jokowi tidak ingin peristiwa ini menganggu aktivitas masyarakat.

“Riau telah dinyatakan status siaga darurat. Luas lahan yang terbakar juga mencapai puluhan ribu hektare. Jangan sampai ini menganggu aktivitas penerbangan, sehingga berimbas kepada pertumbuhan ekonomi, aktivitas ekonomi di provinsi Riau,” ujar Jokowi.

Artikel ini telah dibaca 9761 kali

loading...
Baca Lainnya

Hoax Mengancam Kemajuan Bangsa

Oleh: Bayu Anggriawan Hoax mengancam upaya menuju kemajuan bangsa di tengah persaingan global, menurut kepolisian...

19 November 2019, 15:36 WIB

Tokoh Masyarakat Diimbau Hindari Pernyataan Kontroversial

Oleh : Alfisyah Kumalasari Sukmawati kembali menuai kontroversi. Kali ini, Sukmawati dianggap menistakan agama karena...

19 November 2019, 15:01 WIB

Peran Vital Media Ciptakan Optimisme Sukseskan Program Kabinet Indonesia Maju

Oleh : Siska Amelia (Eksponen Forum Jurnalis Pesantren ) Saat ini Indonesia tengah menghadapi abad...

19 November 2019, 14:29 WIB

Bersama Insan Media, KMI Adakan Diskusi Tantangan Memberantas Hoax dan Radikalisme Pada Pemerintahan Jilid 2 Jokowi

Kaukus Muda Indonesia (KMI) mengatakan pemerintahan Jokowi telah menunjukkan keberhasilannya dalam pembangunan dan upaya mengurangi...

18 November 2019, 21:21 WIB

Menepis Isu Pencekalan Habib Rizieq

Oleh : Muhammad Zaki Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq mengeluarkan pernyataan kontroversial jelang...

18 November 2019, 16:02 WIB

Aparat Kantongi Nama Pelaku Pembongkar Portal Sungai Turi

TANGERANG – Portal dan barrier Jalan Sungai Turi di Desa Laksana, Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang...

17 November 2019, 23:45 WIB

loading...