Senin, 23 September 2019 - 08:32 WIB

Kelompok Studi Trisakti: Presiden Jokowi Belum Pantas Dapat Gelar Putera Reformasi 

Beredar luasnya surat dari Universitas Trisakti kepada Presiden Joko Widodo terkait rencana pemberian gelar ‘Putera Reformasi’ kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial membuat Kelompok Studi Trisakti (KST) memberikan pendapat dan tanggapannya.

Ketua umum Kelompok Studi Trisakti  Eric Asmansyah mengatakan bahwa usulan gelar Putera Reformasi Kepada Presiden Jokowi masih terlalu dini dan premature dan Eric menilai bahwa saat ini Jokowi masih berusaha menjalankan nilai-nilai tujuan reformasi 1998.

“Usulan penganugerahan gelar Putera Reformasi tersebut masih terlalu dini dan premature serta berpotensi menggerus esensi nilai-nilai dan tujuan reformasi 1998” kata Eric.

Menurutnya usaha Jokowi berikut jajaran pemerintahannya saat ini masih berproses yang tentunya perlu waktu dan tahapan panjang dalam menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam mewujudkan nilai-nilai dan tujuan reformasi 1998.

Sementara itu, Sekjend Kelompok Studi Trisakti Arief Rasyad menyesalkan adanya oknum yang memaksakan mengusulkan gelar “Putera Reformasi” kepada Jokowi.

“Kami dari Kelompok Studi Trisakti sangat menyayangkan dan menyesalkan adanya oknum yang memaksakan (mengusulkan gelar Putera Reformasi) karena terkesan sarat kepentingan pribadi dan golongan/kelompok tertentu yang berpotensi merusak nilai-nilai dan tujuan reformasi 1998” kata Arief.

Oleh karena itu, Kelompok Studi Trisakti menghimbau setiap komponen dan elemen gerakan reformasi 1998 khususnya di Universitas Trisakti untuk menahan diri dan fokus menjalankan kegiatan akademik yang berkualitas, menularkan semangat gerakan reformasi 1998 kepada mahasiswa Universitas Trisakti.

Serta Arief berpesan untuk terus memperjuangkan gerakan 1998 tanpa pamrih dan tetap menolak setiap usaha yang hanya mementingkan pribadi dan kelompok yang membuat nilai dan tujuan reformasi 1998 menjadi salah arah.

Kelompok Studi Trisakti (KST) menegaskan masih konsisten dalam perjuangan penuntasan kasus tragedi Trisakti 12 Mei 1998 dan penganugerahan gelar pahlawan nasional reformasi kepada 4 pejuang yang gugur dalam peristiwa Tragedi Trisakti.

Artikel ini telah dibaca 344 kali

loading...
Baca Lainnya

UU Cipta Kerja Mampu Memulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Oleh : Aldia Putra UU Cipta Kerja yang baru saja disahkan oktober ini menjadi tumpuan...

30 Oktober 2020, 02:40 WIB

Mewaspadai Klaster Covid Saat Musim Liburan

Oleh: Deka Prawira Akhir oktober ini ada liburan panjang di akhir pekan, selama lebih dari...

30 Oktober 2020, 00:30 WIB

Masyarakat Mendukung Keberadaan Lumbung Pangan Nasional

Oleh : Raditya Rahman Presiden Joko Widodo terus mengawal pembangunan lumbung pangan di beberapa daerah...

30 Oktober 2020, 00:17 WIB

Pilbup Sidoarjo, Cabup Bambang Haryo Siapkan Ahli untuk Rebranding UMKM

Sidoarjo – Inovasi model agar tidak ketinggalan zaman yang menjadi kebutuhan UMKM mebel menjadi perhatian...

Bambang Haryo - Taufiqulbar

29 Oktober 2020, 00:41 WIB

Masyakarakat Mendukung Keberlanjutan Otsus Papua

Oleh : Saby kossay Otsus Papua menjadi salah satu bentuk perhatian negara untuk memajukan Papua....

28 Oktober 2020, 21:31 WIB

Pemerintah Optimis Mampu Atasi Covid-19

Oleh : Rizki Aditya Pemerintah Indonesia mengklaim optimis dalam upaya penanganan Covid-19 di Tanah Air....

28 Oktober 2020, 20:02 WIB

loading...