Kelompok Studi Trisakti: Presiden Jokowi Belum Pantas Dapat Gelar Putera Reformasi 

- Tim

Senin, 23 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beredar luasnya surat dari Universitas Trisakti kepada Presiden Joko Widodo terkait rencana pemberian gelar ‘Putera Reformasi’ kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) di media sosial membuat Kelompok Studi Trisakti (KST) memberikan pendapat dan tanggapannya.

Ketua umum Kelompok Studi Trisakti  Eric Asmansyah mengatakan bahwa usulan gelar Putera Reformasi Kepada Presiden Jokowi masih terlalu dini dan premature dan Eric menilai bahwa saat ini Jokowi masih berusaha menjalankan nilai-nilai tujuan reformasi 1998.

“Usulan penganugerahan gelar Putera Reformasi tersebut masih terlalu dini dan premature serta berpotensi menggerus esensi nilai-nilai dan tujuan reformasi 1998” kata Eric.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya usaha Jokowi berikut jajaran pemerintahannya saat ini masih berproses yang tentunya perlu waktu dan tahapan panjang dalam menunjukkan keberhasilan yang signifikan dalam mewujudkan nilai-nilai dan tujuan reformasi 1998.

Sementara itu, Sekjend Kelompok Studi Trisakti Arief Rasyad menyesalkan adanya oknum yang memaksakan mengusulkan gelar “Putera Reformasi” kepada Jokowi.

“Kami dari Kelompok Studi Trisakti sangat menyayangkan dan menyesalkan adanya oknum yang memaksakan (mengusulkan gelar Putera Reformasi) karena terkesan sarat kepentingan pribadi dan golongan/kelompok tertentu yang berpotensi merusak nilai-nilai dan tujuan reformasi 1998” kata Arief.

Oleh karena itu, Kelompok Studi Trisakti menghimbau setiap komponen dan elemen gerakan reformasi 1998 khususnya di Universitas Trisakti untuk menahan diri dan fokus menjalankan kegiatan akademik yang berkualitas, menularkan semangat gerakan reformasi 1998 kepada mahasiswa Universitas Trisakti.

Serta Arief berpesan untuk terus memperjuangkan gerakan 1998 tanpa pamrih dan tetap menolak setiap usaha yang hanya mementingkan pribadi dan kelompok yang membuat nilai dan tujuan reformasi 1998 menjadi salah arah.

Kelompok Studi Trisakti (KST) menegaskan masih konsisten dalam perjuangan penuntasan kasus tragedi Trisakti 12 Mei 1998 dan penganugerahan gelar pahlawan nasional reformasi kepada 4 pejuang yang gugur dalam peristiwa Tragedi Trisakti.

Berita Terkait

Potensi Kerugian Negara, Penyaluran Bansos Kemensos Tidak Dapat Ditelusuri Rp456 Miliar
Bambang Haryo Apresiasi Kemenhub Tangani Kasus STIP
PETI Marak Lagi di Sumbar, P2NAPAS Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda
Kemnaker Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan SDM dengan Jepang
Posko THR Tutup, Kemnaker Terima 1.539 Aduan Dari 965 Perusahaan
Posko THR Tutup H+7 Lebaran
Halalbihalal, Menaker Minta Pegawai Tingkatkan Etos Kerja dan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat
Menaker : Tradisi Mudik Lebaran Tak Boleh Berhenti

Berita Terkait

Sabtu, 25 Mei 2024 - 20:34 WIB

Potensi Kerugian Negara, Penyaluran Bansos Kemensos Tidak Dapat Ditelusuri Rp456 Miliar

Jumat, 17 Mei 2024 - 10:30 WIB

Bambang Haryo Apresiasi Kemenhub Tangani Kasus STIP

Sabtu, 27 April 2024 - 21:58 WIB

PETI Marak Lagi di Sumbar, P2NAPAS Minta Kapolri Evaluasi Kinerja Kapolda

Selasa, 23 April 2024 - 21:48 WIB

Kemnaker Tingkatkan Kerja Sama Pengembangan SDM dengan Jepang

Kamis, 18 April 2024 - 21:39 WIB

Posko THR Tutup, Kemnaker Terima 1.539 Aduan Dari 965 Perusahaan

Selasa, 16 April 2024 - 18:35 WIB

Posko THR Tutup H+7 Lebaran

Selasa, 16 April 2024 - 17:17 WIB

Halalbihalal, Menaker Minta Pegawai Tingkatkan Etos Kerja dan Pelayanan Terbaik kepada Masyarakat

Minggu, 7 April 2024 - 09:53 WIB

Menaker : Tradisi Mudik Lebaran Tak Boleh Berhenti

Berita Terbaru

NTT

Siapa Paket Parmanen Pilkada Malaka Kedepan?

Sabtu, 25 Mei 2024 - 13:26 WIB

Palembang

H.Jamak Udin SH Resmi Nahkodai GRIB Jaya Kota Palembang

Sabtu, 25 Mei 2024 - 12:48 WIB

Jawa Timur

Tegas! Bambang Haryo Minta Kuota Pupuk ke Petani Tak Dikurangi

Sabtu, 25 Mei 2024 - 12:40 WIB