Selasa, 24 September 2019 - 06:49 WIB

Bersama FPMSI dan GESIT, Warganet Akan Serukan Tolak Propaganda Asing Demi Papua Damai

Beberapa waktu lalu, bangsa kita sedang diuji dengan adanya konflik yang terjadi di Papua. Bahkan, kejadian ini salah satunya dinilai disebabkan adanya propaganda dan provokasi berita-berita hoax kelompok asing di dunia maya atau Internet.

Dengan maraknya propaganda yang berhembus di media sosial, berakibat banyaknya masyarakat Papua yang ikut terpengaruh melakukan berbagai aksi yang berkahir demgan kerusuhan, padahal Masyarakat Papua pada dasarnya hanya ingin perdamaian dan kerukunan tercipta di wilayah mereka. Warga Papua tak mau ada konflik dan/atau merdeka dari NKRI.

Melihat hal ini Forum Pegiat Media Sosial Independen (FPMSI) bersama Gerakan Literasi Terbit (Gesit) dan didukung oleh media Kataindonesia berencana menggelar diskusi bertajuk “Peran Warganet Tangkal Propaganda Asing Demi Wujudkan Damai Papua” pada Kamis (26/09) Siang bertempat di Hotel Mega Menteng 1, Cikini, Jakarta Pusat.

Ketua pelaksana sekaligus Koordinator Nasional FPMSI Hafyz Marshal mengatakan tujuan diadakannya acara ini adalah untuk mengakomodir partisipasi warganet melawan hoax dan propaganda asing serta berharap maupun menginginkan Papua kembali damai dan kondusif serta tetap dalam pangkuan NKRI.

“Tujuannya adalah agar warganet turut andil dalam memerangi hoax dan propaganda asing dengan menarasikan papua damai di media sosial demi terciptanya stabilitas kemananan bangsa dan Papua yang kondusif ” kata Hafyz dalam pernyataan kepada media. (23/09)

Edo kondologit selaku seniman asal Papua juga mengapresiasi kegiatan ini.
“Saya apresiasi kegiata ini, bersama warganet kita narasikan Papua damai, Karena kita semua pada dasarnya adalah bersaudara sebangsa setanah air, kita tidak.kngin terpecah hanya karena propaganda-propanganda dan hoax yang merugikan keutuhan bangsa ini” kata Edo.

Senada dengan Edo, Maximus Air Anggota DPRD Manokwari mengajak masyarakat luas untuk mewujudkan Papua yang damai dan terbebas dari propaganda Asing dan kelompok separatisme.

“Mari kita wujudkan bersama Papua yang damai, rukun, tenteram, dan sejahtera serta lawan Propaganda asing dan kelompok separatisme guna bersama-sama kita menuju Indonesia Maju” Ujar Maximus.

Sementara itu, Eko Kuntadi Influencer Sosial Media berharap semua komponen masyarakat menjaga Papua dari propaganda intervensi asing agar tetap damai.

“Dari semua komponen masyarakat dari berbagai suku bangsa bisa menjaga Papua agar selalu damai, aman dan semua hidup dalam satu kekeluargaan. Meskipun keberagamannya luar biasa di Indonesia ini, kita bisa membuktikan itu. Menjaga keutuhan kekeluargaan dalam persatuan Negara,” kata Eko.

Selanjutnya Agus kudhori selaku koordinator Gerakan Literasi Terbit (GESIT) berharap acara ini dapat menyadarkan masyarakat khususnya Warganet agar menyerbarkan konten-konten positif guna menangkal propaganda asing dan hoax demi tercapainya Papua yang damai.

Acara diskusi nantinya juga akan mendeklarasikan sikap warganet dalam mendukung Papua yang Damai serta akan dihafiri dari berbagai kalangan wargamet yaitu netizen, blogger dan content creator dari berbagai komunitas.

Artikel ini telah dibaca 264 kali

loading...
Baca Lainnya

Disiplin Protokol Kesehatan Jadi Kunci Kesuksesan Lawan Covid-19 di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Oleh: Janto Kusuma (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Lampung) Kebijakan pemerintah yang beristilah...

9 Agustus 2020, 17:10 WIB

Mewaspadai Penularan Covid-19 Masih Tinggi

Oleh : Made Raditya Jumlah pasien corona di Indonesia makin melonjak. Warga harus semakin waspada...

9 Agustus 2020, 09:52 WIB

Jangan Abaikan Protokol Kesehatan, Sukseskan Adaptasi Kebiasaan Baru Demi Bangsa yang Sehat dan Kuat

Oleh: Lisa (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila) Masyarakat diingatkan untuk terus menaati protokol kesehatan. Pelonggaran...

9 Agustus 2020, 09:35 WIB

RUU BPIP Tangkal Komunisme dan Radikalisme

Oleh : Putri Tania Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), sudah berganti menjadi RUU...

9 Agustus 2020, 08:33 WIB

Revisi Otonomi Khusus Demi Kesejahteraan Rakyat Papua

Oleh : Fransisca Marian Tahun depan, akan ada pembaharuan otonomi khusus di Papua. Rakyat Papua...

9 Agustus 2020, 08:23 WIB

Fase Adaptasi Kebiasaan Baru Mampu Pulihkan Ekonomi

Oleh : Raavi Ramadhan Adaptasi kebiasaan baru yang kita jalani beberapa minggu ini diharap bisa...

8 Agustus 2020, 10:58 WIB

loading...