Demo Tolak RKUHP, Mahasiswa Tewas di Kendari, Dokter Ungkap Penyebab

- Editorial Staff

Kamis, 26 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kendari – Salah satu mahasiswa Universitas Halu Oleo bernama Randy (21) dikabarkan meninggal dunia di tengah-tengah demonstrasi di Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kota Kendari, Kamis (26/9).

Berdasarkan keterangan saksi mata seperti dilaporkan media setempat, mahasiswa perikanan semester 7 itu meninggal dunia usai terlibat bentrok antara mahasiswa dengan polisi di gedung DPRD Sultra.

Danrem 143 Haluoleo Kolonel Inf Yustinus Nono Yulianto membenarkan mahasiswa itu telah meninggal ketika dibawa ke rumah sakit. Dia mengatakan luka korban berada di dada sebelah kanan.

“Masuk di rumah sakit sudah dalam kondisi meninggal. Saya belum bisa memastikan penyebab meninggal karena harus melalui proses otopsi duulu,” kata Yustinus kepada wartawan.

Randy dibawa ke Rumah Sakit Korem Kendari sekitar 16.18 WITA oleh sejumlah temannya.

Warga asal Desa Lakarinta Kabupaten Muna ini sempat mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Korem Kendari. Nyawanya tak tertolong karena ada luka menembus di dada kanan.

Baca Juga :  Kemenlu Akan Pulangkan Jenazah Mahasiswi yang Meninggal di Australia

Sementara itu, Yudi Ashari, dokter di RSUD dr. Ismoyo (Korem), menyatakan luka yang dialami mahasiswa semester 7 asal Raha tersebut karena tembakan.

“Tapi saya tidak tahu ini karena peluru tajam atau peluru karet, sehingga dibutuhkan pemeriksaan lenih lanjut,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kata Yudi, luka menganga itu membuat udara yang menekan organ dalam, seperti pernafasan dan sebagainya.

Baca Juga :  Kemenlu Akan Pulangkan Jenazah Mahasiswi yang Meninggal di Australia

“Kan, dari lubang itu masuk udara, tidak bisa keluar dan menekan organ lain di dalam. Nama medisnya, nematorak.”

Kepala Bidang Humas Polda Sultra AKBP Hary Goldenhardt mengatakan jasad Randi dibawa ke RSUD Abunawaabu untuk diotopsi. Pemeriksaan ditangani tim dokter yang berisi dokter Abunawas, RS Bhayangkara, RSUD Korem.

Berita Terkait

Bukan Hanya Prabowo, Ini 5 Jenderal yang Peroleh Kenaikan Pangkat Usai Pensiun
5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak
Respon Kasus Bullying Binus School, KemenPPPA Kawal Hak Pendidikan Pelaku dan Korban
20 Petugas KPPS Meninggal Dunia Peroleh Santunan dari KPU
Atta Halilintar Beri Hadiah Ameena, Apa ya?
Prabowo Umbar Senyum Usai Bertemu Gibran
Tugas Utama AHY Setelah Dilantik Jokowi
Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers

Berita Terkait

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:09 WIB

Bukan Hanya Prabowo, Ini 5 Jenderal yang Peroleh Kenaikan Pangkat Usai Pensiun

Senin, 26 Februari 2024 - 08:53 WIB

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:45 WIB

Respon Kasus Bullying Binus School, KemenPPPA Kawal Hak Pendidikan Pelaku dan Korban

Jumat, 23 Februari 2024 - 20:15 WIB

20 Petugas KPPS Meninggal Dunia Peroleh Santunan dari KPU

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:50 WIB

Atta Halilintar Beri Hadiah Ameena, Apa ya?

Jumat, 23 Februari 2024 - 19:50 WIB

Prabowo Umbar Senyum Usai Bertemu Gibran

Kamis, 22 Februari 2024 - 12:07 WIB

Tugas Utama AHY Setelah Dilantik Jokowi

Kamis, 22 Februari 2024 - 09:28 WIB

Momen HPN 2024, PWI Tuban Sambangi Dewan Pers

Berita Terbaru

Regional

Pemkab Nisel Gelar Musrenbang RKPD Tahun 2025

Kamis, 29 Feb 2024 - 22:56 WIB