Innalillahi, Gempa 6,8 SR di Ambon 19 Tewas

- Tim

Sabtu, 28 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa Ambon (Istimewa)

Gempa Ambon (Istimewa)

Ambon – Gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6,8 yang mengguncang wilayah Maluku pada Kamis (26/9) tercatat memakan korban meninggal dunia sebanyak 19 orang.

Korban meninggal tertinggi teridentifikasi berada di Kabupaten Maluku Tengah sejumlah 10 orang, di Kota Ambon berjumlah 7 orang dan Seram Bagian Barat 2 orang. Sebelumnya BNPB menginformasikan jumlah korban meninggal sebanyak 23 orang. Kesalahan terjadi saat identifikasi nama korban yang sebetulnya merujuk pada korban meninggal yang sama.

“Total meninggal dunia jadi 19 korban,” ungkap BNPB melalui keterangan pers, Sabtu (28/9)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, BNPB mencatat ada lebih dari 100 orang mengalami luka-luka. Rinciannya, lebih dari 100 korban luka di Desa Liang, lima korban luka di Kota Ambon dan satu korban luka di Desa Waisama.

Adapun kerugian materi akibat dampak gempa di Maluku, ada 171 unit bangunan yang terdiri dari sektor perumahan, fasilitas pendidikan, tempat peribadatan, perkantoran dan fasilitas umum lainnya. Salah satunya beberapa bangunan di Universitas Pattimura dan Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon.

“Kerugian materi sebanyak 59 bangunan rusak berat, 45 rusak sedang dan 67 rusak ringan,” tulis BNPB.

Sementara itu, sekitar 15 ribu warga tercatat masih mengungsi guna mengantisipasi gempa susulan. Kebanyakan dari mereka juga mengungsi karena bangunan rumahnya rusak akibat gempa.

Untuk itu, BNPB mengaku sejumlah kebutuhan pokok masih dibutuhkan untuk para pengungsi, baik itu pangan dan non pangan. Untuk kebutuhan pangan dibutuhkan makanan bayi sebanyak 120 paket, makanan dan minuman 20 ribu paket, obat-obatan serta makanan siap saji.

Untuk kebutuhan non pangan, yang dibutuhkan yaitu terpal sebanyak 30 ribu lembar, tenda keluarga sebanyak 20 buah, selimut 20 ribu lembar, matras 5 ribu lembar, tikar 10 ribu lembar, alat penerangan 20 ribu buah, popok bayi, pembalut wanita, tandon air serta fasilitas mandi, cucu, kakus (MCK).

“Juga dibutuhkan pendekatan trauma healing bagi pengungsi anak dan remaja,” demikian BNPB.

Berita Terkait

Gugatan Wanprestasi Pengelolaan Restaurant Sangria Dinyatakan Tidak Dapat Diterima alias NO
Integritas Bupati Malaka Menjalankan Masa Bhakti Kepemimpinan 3 Tahun Lebih
Lapas Porong Jadi Sarang Pengendali Peredaran Narkoba, Ini Buktinya
Dirut PT. GTI Indah Agustin Dikriminalisasi, Pengacara Sebut Kasus Perdata Dibawah ke Ranah Pidana
Warga Soroti Pekerjaan Pembangunan Rumah Sakit Pratama Wewiku
2 Bocah Digigit Ajing Liar, Polres Nisel Respon Cepat
Bos Turbo Net Dijebloskan ke Rutan Medaeng, Cemarkan Nama Baik Manager Citraland
Pemkab Nisel Tandatangani Perjanjian Kerjasama Dengan Universitas Padjadjara
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 24 Mei 2024 - 17:50 WIB

Gugatan Wanprestasi Pengelolaan Restaurant Sangria Dinyatakan Tidak Dapat Diterima alias NO

Jumat, 24 Mei 2024 - 14:45 WIB

Integritas Bupati Malaka Menjalankan Masa Bhakti Kepemimpinan 3 Tahun Lebih

Jumat, 24 Mei 2024 - 01:30 WIB

Lapas Porong Jadi Sarang Pengendali Peredaran Narkoba, Ini Buktinya

Kamis, 23 Mei 2024 - 18:03 WIB

Dirut PT. GTI Indah Agustin Dikriminalisasi, Pengacara Sebut Kasus Perdata Dibawah ke Ranah Pidana

Kamis, 23 Mei 2024 - 16:35 WIB

Warga Soroti Pekerjaan Pembangunan Rumah Sakit Pratama Wewiku

Rabu, 22 Mei 2024 - 14:38 WIB

Bos Turbo Net Dijebloskan ke Rutan Medaeng, Cemarkan Nama Baik Manager Citraland

Rabu, 22 Mei 2024 - 09:37 WIB

Pemkab Nisel Tandatangani Perjanjian Kerjasama Dengan Universitas Padjadjara

Rabu, 22 Mei 2024 - 09:34 WIB

Pemkab Nisel Peringati Hari Kebangkitan Nasional Ke-116

Berita Terbaru