Minggu, 29 September 2019 - 21:20 WIB

Duka Cita Presiden Jokowi Untuk Mahasiswa Kendari

Oleh : Aldia Putra (Pengamat Sosial Politik)

Indonesia berduka, demonstrasi berujung ricuh yang menelan korban di Sulawesi Tenggara kini sedang disoroti. Pemerintah pun ikut berbela sungkawa dan mendorong Kepolisian untuk segera menangkap pelakunya.

Aneka tagar bertuliskan Indonesia Berduka banyak bertebaran dijagat maya. Mengundang banyak simpati. Mulai dari ucapan belasungkawa hingga pengecaman terhadap insiden ini. Ditengarai aksi ini tertuju akan peristiwa meninggalnya demonstran yang menggelar aksi unjuk rasa di Gedung DPRD Sultra. Ia ditengarai ditembak mati saat aksi ini berlangsung. Ia mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit tempat ia diberi perawatan.

Korban bernama Yusuf ini tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Teknik D-3 Universitas Halu Oleo (UHO) di Kendari. Sementara korban meninggal sebelumnya ialah mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan di Unirversitas yang sama. Korban Yusuf dikabarkan mendapat rujukan dari RS Ismoyo Korem 143/Haluoleo guna mendapatkan tindakan operasi karena cidera serius yang dialaminya.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, beserta Ketua DPRD Sulawesi Tenggara, Abdurrahman Shaleh, yang juga didampingi jajaran Forkopimda telah menjenguk korban Yusuf Kardawi. Saat dirinya masih berada di ruang perawatan RSU Bahtermas.

Kabarnya Unjuk rasa terjadi di sekitar Gedung DPRD Sulawesi Tenggara, Kamis malam itu. Dari aksi ini didapatkan sejumlah laporan jika korban luka-luka yang dirawat intensif di rumah sakit terdiri dari 11 orang peserta unjuk rasa, tiga aparat kepolisian serta seorang staf sekretariat DPRD Sulawesi Tenggara. Selain Yusuf, korban sebelumnya bernama Randi ini juga meninggal setelah berdemo menolak RKUHP serta Revisi UU KPK di Gedung DPRD Sultra.

Ia dilaporkan tewas ditembak di area dada kanannya.
Randi mengembuskan napas terakhirnya saat mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Ismoyo Korem 143 Haluoleo Kendari. Diduga pada bagian tulang selangka kanan terdapat lubang akibat luka tembak.

Namun kasus ini juga tengah didalami apa penyebab pasti kematian mahasiswa fakultas perikanan dan kelautan ini. Dokter yang merawat korban menyebutkan jika terdapat luka sebesar 5 sentimeter dengan kedalaman 10 sentimeter. Yang mana dugaan ini tertuju akibat luka tembakan, namun disebutkan tidak terdapat proyektil pada luka di tubuh korban.

Peristiwa penembakan ini terjadi saat aparat keamanan memukul mundur mahasiswa di depan Kantor DPRD Sultra. Hal ini diperkirakan sekitar pukul 15.30 waktu setempat. Peristiwa tersebut menyebabkan beberapa orang mengalami luka-luka. Mendengar kabar tersebut Jokowi Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya 2 Mahasiswa di Sultra tempo hari.

Ia menyampaikan rasa belasungkawanya secara mendalam. Ia turut meminta peristiwa yang melatarbelakangi meninggalnya kedua mahasiswa tersebut untuk terus digali. Sebelumnya, Jokowi mendapatkan laporan dari Jenderal Tito Karnavian terkait insiden tersebut.

Berkenaan dengan kasus yang menewaskan Randi, Jokowi mengatakan, pihak kepolisian masih belum bisa mengetahui identitas pelaku. Maka dari itu, Jokowi meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi lebih jauh lagi. Juga masyarakat diharap ikut bersabar guna menunggu kepastian investigasi selesai. Sehingga tidak akan timbul dugaan-dugaan yang nantinya membuat situasi makin keruh.

Kapolda Sultra juga menegaskan, pihaknya tetap akan bertanggung jawab dalam proses pengamanan penyampaian aspirasi yang mengakibatkan Randi serta Yusuf meninggal dunia. Maka dari itu, pihaknya meminta waktu guna melakukan pengusutan terhadap kasus ini. Ia Berjanji jika manakala terdapat anggotanya yang terbukti sebagai tersangka, maka akan diberlakukan proses hukum melalui peradilan umum.

Pihak kepolisian mengaku sudah melakukan tindakan sesuai dengan SOP. Kapolda Sultra juga menegaskan jika dalam proses pengamanan unjuk rasa ini tidak boleh menggunakan proyektil karet, apalagi peluru tajam, serta pelaksanaannya juga melalui SOP (Standar Operasional).

Sebelum proses pengamanan dilakukan, pihaknya juga telah mengecek keseluruhan perlengkapan. Sehingga dalam pelaksanaan pengamanan ini dinilai telah sesuai dengan SOP tersebut
Banyak pihak menyayangkan insiden ini, namun seluruh masyarakat diimbau agar tetap tenang sembari menunggu laporan kepastian penyebab kedua korban meninggal. Jangan sampai ada dugaan-dugaan yang berdampak negatif.

Sangat disesalkan kejadian semacam ini menimpa negeri. Semangat berkorban demi penyampaian aspirasi harus diakhiri dengan kematian. Semoga insiden-insiden semacam ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari. Pun dengan pihak kepolisian akan segera mampu mengungkap pelaku sebenarnya. Sehingga akan ada penindaklanjutan terhadap pelaku yang telah dengan sengaja menghilangkan nyawa seseorang ini.

 

Artikel ini telah dibaca 132 kali

loading...
Baca Lainnya

Media Harus Berkarakter Nilai-nilai Pancasila Dalam Menangkal Hoax Demi Sukseskan Agenda Nasional

Oleh : Akbar Rasyid (Pemerhati Media/Content Creator) Jika penyebaran berita bohong (hoax) tidak segera dicegah...

13 Oktober 2019, 11:35 WIB

Setengah Bahagia HUT Jatim, Romy Ditangkap, Khofifah kok belum?

Surabaya – Mas Rommy, percayalah sama Haris karena Haris ini memiliki kinerja yang sangat bagus....

Khofifah, Gubernur Jatim

12 Oktober 2019, 20:34 WIB

Hari Ulang Tahun Jatim, Gubernur Khofifah ditunggu KPK

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sedang merayakan Hari Ulang Tahun Provinsi Jatim...

Khofifah, Gubernur Jatim

12 Oktober 2019, 20:20 WIB

Wiranto, Mr Whiskey yang sedang viral

Mr. W sedang jadi viral. Ia jadi korban penyerangan sepasang laki-perempuan yang menghadangnya di sebuah...

Bambang Haryo Soekartono

12 Oktober 2019, 16:26 WIB

Mewaspadai Upaya Oposisi Gagalkan Pelantikan Presiden dan Wapres

Oleh : Dodik Prasetyo (Pengamat Sosial Politik) Situasi keamanan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden...

12 Oktober 2019, 15:14 WIB

Strategi Warganet Lawan Radikalisme Demi Lancarnya Agenda Nasional Pelantikan Presiden

Oleh : Alfin Riki (Netizen/Pegiat Media Sosial Independen) Perang melawan radikalisme dan terorisme memang tidak...

12 Oktober 2019, 12:07 WIB

loading...