Rabu, 2 Oktober 2019 - 21:22 WIB

Bambang Haryo Soekartono di pelabuhan tanjung Emas, Semarang Jateng (foto : deliknews.com)

Bambang Haryo Soekartono di pelabuhan tanjung Emas, Semarang Jateng (foto : deliknews.com)

Lihat, Bambang Haryo Ungkap Bisnis Penyeberangan Alami Masa Suram

Surabaya – Anggota DPR-RI periode 2014-2019 Bambang Haryo Soekartono, mengungkap sejumlah Perusahaan jasa transportasi angkutan penyeberangan laut terancam bangkrut.

Ini, karena iklim usaha angkutan penyeberangan laut tidak kondusif, banyaknya regulasi dan beban pungutan pendapatan Negara bukan pajak (PNBP) menjadi penyebab utama suramnya bisnis transporatasi laut.

“Ada kebijakan menteri perhubungan untuk menggenjot PNBP. Akibatnya banyak item pungutan PNBP bermunculan di pelabuhan. PNBP kementerian perhubungan naik pesat, tapi pengeluaran biaya-biaya pelabuhan kami menjadi meningkat,” ujar Bambang Haryo Pemilik PT Dharma Lautan Utama, ini, Rabu (2/10)

Regulasi lain kementerian perhubungan adalah kewajiban penggunaan kapal berkapasitas besar di Merak-Bakauheni. Padahal Kapal besar ini butuh kru lebih banyak, BBM dan biaya perawatannya juga lebih besar, biaya-biaya pelabuhannya juga lebih mahal. Pada sisi lain lanjutnya, penumpang hanya ramai saat peak hours atau waktu-waktu sibuk saja. Bahkan disparitasnya cukup tinggi.

Bambang Haryo menyodorkan komparasi penggunaan armada terbilang fleksibel di transportasi udara.

“Kalau transportasi udara, dapat menggunakan narrow body bila penumpang jauh dari load factor. Atau penggabungan dua jadwal keberangkatan. Nah kalau di transportasi penyeberangan kan nggak bisa seperti itu,” tuturnya.

Dia juga mengemukakan jumlah dermaga minim di sejumlah daerah, termasuk Merak-Bakauheni, sehingga hanya dapat menampung sekitar 30% jumlah kapal.

“Kondisi ini merugikan perusahaan pelayaran, karena harus tetap menanggung biaya tetap (fixed cost) kapal yang cukup besar sekitar 60% dari total biaya sehingga seharusnya pemerintah berkewajiban untuk menyediakan dermaga yang cukup agar semua kapal bisa dioperasikan. Tentunya ini dapat bermanfaat sebagai tambahan daya angkut atau kapasitas angkut terpasang dan tentu akan lebih bisa memberikan suatu layanan transportasi terbaik untuk masyarakat,” imbuhnya.

Dia mengingatkan jasa transportasi penyeberangan itu selain berfungsi sebagai alat angkut, juga berfungsi sebagai jembatan.

”Fungsinya sebagai infrastruktur. Kalau infrastruktur berarti kan ada kewajiban pemerintah untuk membiayainya dengan cara ada insentif-insentif yang diberikan untuk angkutan penyeberangan, jadi bukan malah diberikan biaya-biaya yang lebih dri angkutan darat. Contohnya, jalan raya, biaya perawatannya ditanggung pemerintah,” cetusnya.

Jumlah penumpang, dia mengutarakan mengalami stagnan. Menurutnya banyak kapal mengangkut penumpang jauh di bawah load factor keekonomian. Namun karena terikat dengan jadwal maka kapal harus tetap berlayar. Kalau tidak berlayar, tetap saja terkena biaya pelabuhan. Kondisi ini menjadi beban perusahaan.

”Penyebab lain dari bisnis angkutan penyeberangan, karena tarif rendah, yang ditetapkan pemerintah. Tarifnya hanya Rp700/mil/penumpang. Padahal tarif keekonomiannya pada rentang Rp1.500-2.000/mil/penumpang,”jelasnya.

Dia mengungkapkan Filipina dan Thailand memberlakukan tarif jasa angkutan penyeberangan Rp3.500-Rp4.500/mil/penumpang. Namun di Indonesia hanya Rp700/mil/penumpang. Kondisi ini lanjut Bambang, berat sekali, sehingga jumlah pendapatan perusahaan pelayaran sulit untuk menutup biaya kenyamanan dan keselamatan yang ada.(ril)

Artikel ini telah dibaca 79 kali

loading...
Baca Lainnya

Pilbup Sidoarjo, Cabup Bambang Haryo Siapkan Ahli untuk Rebranding UMKM

Sidoarjo – Inovasi model agar tidak ketinggalan zaman yang menjadi kebutuhan UMKM mebel menjadi perhatian...

Bambang Haryo - Taufiqulbar

29 Oktober 2020, 00:41 WIB

Masyakarakat Mendukung Keberlanjutan Otsus Papua

Oleh : Saby kossay Otsus Papua menjadi salah satu bentuk perhatian negara untuk memajukan Papua....

28 Oktober 2020, 21:31 WIB

Pemerintah Optimis Mampu Atasi Covid-19

Oleh : Rizki Aditya Pemerintah Indonesia mengklaim optimis dalam upaya penanganan Covid-19 di Tanah Air....

28 Oktober 2020, 20:02 WIB

Mewaspadai Gerakan Provokatif KAMI

Oleh : Ahmad Burhanudin Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) menjadi kelompok yang terus menciptakan gejolak...

28 Oktober 2020, 18:57 WIB

Demo Mahasiswa Rentan Menularkan Covid

Oleh : Raditya Rahman     Tanggal 28 oktober, dalam rangka memperingati sumpah pemuda, akan...

28 Oktober 2020, 10:23 WIB

Lihat! Tagih Janji, Warga Tangerang Utara Kembali Geruduk Kantor BPN

TANGERANG – Kantor Agraria dan Tata Ruang Badan Pertanahan Negara (ATR/BPN) Kabupaten Tangerang di Jalan...

28 Oktober 2020, 10:14 WIB

loading...