Rabu, 9 Oktober 2019 - 00:07 WIB

Kolaborasi Awal Pertamina Power dan Indonesia Power di IPP Jawa 1 dan Bangladesh

Kerjasama strategis antara 2 anak perusahaan BUMN terbesar Indonesia, PT Pertamina Power Indonesia (PPI) dan PT Indonesia Power (IP) sepertinya langsung berbuah manis. Kedua perusahaan ini berencana melakukan pembentukan perusahaan patungan atau Joint Venture dan Operation & Maintenance (O&M) proyek IPP Jawa-1.

Kamis pekan lalu, dua CEO perusahaan ini telah bertemu dan menyepakati strategic partnership di bisnis kelistrikan. Kerjasama ini tak semata di bidang O&M melainkan juga bersama-sama menjadi pengembang IPP berbasis gas/LNG dan energi baru terbarukan, baik untuk di dalam maupun luar negeri.

Beredar info bahwa kesepakatan ini untuk memastikan bisnis kelistrikan di Indonesia merupakan teknologi yang sepenuhnya harus mampu ditangani anak bangsa. “IP sudah menunjukkan bahwa mereka mempunyai pengalaman dalam O&M pembangkitan,” ujar sumber.

Untuk kerjasama PPI dan IP seputar O&M IPP Jawa 1 nampaknya bakal mulus. Selain karena PPI menjadi pemimpin konsorsium, proyek pembangkit listrik sebesar 1.760 MW ini memakai teknologi terkini dari General Electric (GE), yaitu 9HA.02, teknologi serupa dengan proyek pembangkit Tambak Lorok di mana IP juga merupakan owner dan sekaligus operator proyek berkapasitas 800 MW.

Sebagai pemanis bagi IP, PPI juga mengajak anak usaha PT PLN (Persero) ini sebagai O&M proyek pembangkit listrik PPI di Bangladesh yang berkapasitas 1.200 MW. “Tak cuma itu, ada kemungkinan IP dimasukkan sebagai anggota konsorsium dalam pembangunan IPP di Bangladesh,” bisik sang sumber.

Informasi ini masuk akal karena rencana masuknya IP dalam konsorsium PPI di Bangladesh sudah dibahas saat IP masih dipimpin oleh Sripeni Inten, yang saat ini menjadi PTH Direktur Utama PLN.

Langkah-langkah strategis dan taktis yang dilakukan oleh PPI memang selalu mengejutkan industri kelistrikan Indonesia. Masuknya Pertamina ke bisnis kelistrikan (melalui PPI) sempat disalahartikan publik sebagai ajang persaingan baru antara Pertamina dan PLN.

Namun, Ginanjar, President Director dan CEO PPI menegaskan bahwa PPI tidak pernah dalam posisi bersaing dengan IP dan juga anak-anak perusahaan PLN lainnya. ‚ÄúPlease, itu teori-teori kolonialisme dan devide et Impera (adu domba), teori imperialisme. Di Indonesia, kita adalah suplementary PLN dan kolaborator anak perusahaan PLN. Di dunia Internasional, kita tentunya akan selalu membawa expertise IP,” tegasnya.

Artikel ini telah dibaca 141 kali

loading...
Baca Lainnya

Media Harus Berkarakter Nilai-nilai Pancasila Dalam Menangkal Hoax Demi Sukseskan Agenda Nasional

Oleh : Akbar Rasyid (Pemerhati Media/Content Creator) Jika penyebaran berita bohong (hoax) tidak segera dicegah...

13 Oktober 2019, 11:35 WIB

Setengah Bahagia HUT Jatim, Romy Ditangkap, Khofifah kok belum?

Surabaya – Mas Rommy, percayalah sama Haris karena Haris ini memiliki kinerja yang sangat bagus....

Khofifah, Gubernur Jatim

12 Oktober 2019, 20:34 WIB

Hari Ulang Tahun Jatim, Gubernur Khofifah ditunggu KPK

Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sedang merayakan Hari Ulang Tahun Provinsi Jatim...

Khofifah, Gubernur Jatim

12 Oktober 2019, 20:20 WIB

Wiranto, Mr Whiskey yang sedang viral

Mr. W sedang jadi viral. Ia jadi korban penyerangan sepasang laki-perempuan yang menghadangnya di sebuah...

Bambang Haryo Soekartono

12 Oktober 2019, 16:26 WIB

Mewaspadai Upaya Oposisi Gagalkan Pelantikan Presiden dan Wapres

Oleh : Dodik Prasetyo (Pengamat Sosial Politik) Situasi keamanan jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden...

12 Oktober 2019, 15:14 WIB

Strategi Warganet Lawan Radikalisme Demi Lancarnya Agenda Nasional Pelantikan Presiden

Oleh : Alfin Riki (Netizen/Pegiat Media Sosial Independen) Perang melawan radikalisme dan terorisme memang tidak...

12 Oktober 2019, 12:07 WIB

loading...