Jumat, 11 Oktober 2019 - 18:59 WIB

Isu Kopi Berpestisida Upaya Melumpuhkan Ekonomi di Datiga Aceh.

Gayo Lues- Maraknya isu Kopi Arasbika  berpestisida merupakan salah satu upayah untuk melumpuhkan ekonomi Dataran Tingga Gayo Alas (Datiga) Aceh.

Isu ini  diperkirakan akan beradampak pada turunnya harga kopi Arabika asal Gayo yang dapat menekan pertumbuhan ekonomi  masyarakat, petani kopi didataran tinggi Gayo.

“Ini salah satu upayah dalam menghancurkan ekonomi masyarakat yang diakibatkan oleh  persaingan dagang,” kata Muhammad Amru pada wartawan Jum’at (11/10/2019).

Amru memastikan Kopi Arabika khususnya asal  Pantan Cuaca tidak tercemar pestisida karena dikelolah dengan sistem organik. Petani Kopi  Pantan Cuaca selama ini telah mendapat bimbingan dari Usaid Lestari dan Dinas Pertanian dalam peningkatan produksi komiditi kopi secara organik.

Bila ada kopi arabika tercemar Pestisida diprediksikan kopi oplosan daerah lain, dioplos pada  kopi arabika Gayo yang sudah memiliki nama.

“Diharapkan kepada pedagang kopi dan  para importir agar tidak bermain dengan mengoplos kopi dari luar yang lebih murah kepada kopi Gayo yang sudah memilki Bren tersendiri,” harap Amru.

Amru meminta lembaga survei ataupun peneliti untuk hadir ke Gayo Lues melakukan uji lab kopi Pantan, agar tidak menjadi isu yang menghancurkan harga kopi dunia.

Herman, Petani kopi Pantan Cuaca mengatakan sudah dua tahun petani tidak lagi menggunakan pestisida dalam melakukkan perawatan  kebun kopi. Para petani kopi di Pantan Cuaca mengikuti arahan dan bimbingan dari Lestari cara mengelolah kopi dengan secara organik.

Meskipun dengan oraganik tetapi hasil produksi tidak mengalami penurunan. Karena di dukung dengan lahan yang subur dengan unsur hara yang memadai.

Sepengetahuannya petani kopi di Pantan Cuaca dari tahun 90-an sejak awal tanam kopi  tidak pernah menggunakan obat-obatan dan pupuk kimia sampai saat ini.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan hasil produksi , kopi Pantan memiliki berat yang lebih dari kopi asal daerah lainya. Dan cita rasa yang berbeda, bahkan hasil penelitian kementrian pertanian sebut kopi pantan cuaca berkualitas terbaik dari kopi lainya.

Sahudi dari yayasan  Ifrosula Usaid Lestari menyebutkan dari pantuannya selama melakukan pembinaan  petani kopi di Pantan Cuaca, Secara umum produksi kopi Pantan Cuaca dikelolah masih menggunakan cara organik.

Tampa pupuk dan obat-obatan kimia. pihaknya sudah melakukan pembinaan lebih dari dua tahun di Pantan Cuaca. Petani di bina mulai pembuatan pupuk organik dan pada proses pembibitan penanaman dan perwatan sampai pemasaran. Kopi pantan cuaca bersih dari obat-obatan kimia.(Ali Sadikin)

Artikel ini telah dibaca 491 kali

loading...
Baca Lainnya

Lihat, Polsek Balaraja Apel Pengamanan Aksi Damai Buruh

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten melaksanakan apel pengamanan aksi damai buruh...

23 Oktober 2020, 23:18 WIB

Serahkan Kunci Rumah Hasil Bedah, Satlantas Polresta Tangerang Harap Begini

TANGERANG – Satuan Lalu Lintas Polresta Tangerang Polda Banten menyerahkan kunci rumah milik seorang warga...

23 Oktober 2020, 23:11 WIB

Pimpin Operasi Yustisi, Kapolresta Tangerang Ajak Masyarakat Disiplin dan Gotong-royong Laksanakan Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memimpin pelaksanaan Operasi Yustisi di...

23 Oktober 2020, 23:00 WIB

Kapolda Kalteng Pimpin Sertijab 6 Kapolres

Palangka Raya – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Tengah (Kalteng) Brigjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo,...

23 Oktober 2020, 21:46 WIB

Keberadaan Status Tanah Sekolah SMA R.A Kartini Dipersoalkan oleh Keluarga

Malaka – pembangunan SMA R.A. Kartini di desa Naas kecamatan Malaka Barat. Kabupaten Malaka tidak...

23 Oktober 2020, 21:24 WIB

Kapolres Majalengka Tanda Tangani MoU Pam Bersama Perbankan

MAJALENGKA –  Polres Majalengka lakukan penandatanganan MoU Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) dengan Perbankan di...

23 Oktober 2020, 20:35 WIB

loading...