Jumat, 11 Oktober 2019 - 08:41 WIB

Ladang Hoaks dan Propaganda Radikalisme, Ujian Berat Bagi Peranan Media Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

Oleh : Zulfikar Ahmad (Citizen Jurnalist/Pemerhati Media)

Masifnya berita Hoaks dan bad news serta penyebaran propaganda radikalisme bukan hanya masalah segelintir orang tetapi sudah menjadi masalah bangsa karena dapat memecahbelah persatuan dan mengancam fundamental dasar negara serta dapat menyebabkan disintegrasi bangsa.

Hal ini disebabkan perkembangan teknologi yang kian mengubah semua bidang dan dimanfaatkan oleh siapupun dengan berbagai macam tujuan termasuk oknum oknum yang memiliki tujuan jahat seperti menyebarkan berbagai informasi bohong dan provokatif melalui medsos seperti hoaks dan ujaran kebencian serta penyebaran paham radikalisme yang dapat mengakibatkan pihak lain terpapar dan melakukan aksi-aksi teror hanya karena pendangkalan pemahaman yang tersesat seperti pada peristiwa pelaku pelaku aksi teror.

Sebab itu media harus bisa mengambil peran dalam menghadapi hoaks dan propaganda sesat lainnya seperti radikalisme, sebab media diharapkan dapat menjadi alat pemersatu bangsa. Terlebih Indonesia merupakan negara multikultural, yang tentunya keberadaan hoaks dan berbagai propaganda sesat lainnya ini dapat mengancam stabilitas negara dan keberlangsungan NKRI.

Sehingga mengedepankan jurnalisme yang profesional dan beretika serta bertanggung jawab itu penting dalam penyampaian informasi kepada masyarakat guna menumbuhkan optimisme dan kecerdasan bangsa. Selain itu media juga harus ikut menebarkan narasi positif dalam menggaungkan persatuan bangsa. Pasalnya hoaks dan propaganda sesat hanya bisa diredam dengan sebuah narasi bukan sekadar aksi.

Dengan memberikan informasi yang bisa membuka pengetahuan baru dan rangsangan kontruktif yang positif tersebut maka hal ini dapat membangun pondasi yang kuat untuk bangsa Indonesia. Sehingga persatuan dan kesatuan bangsa ini bisa terus berjalan, bersamaan dengan keberagaman. Hal inilah menjadi modal besar bangsa ini dalam mensukseskan pembangunan 5 tahun kedepan.

Dari situlah sentimental Indonesia diuji, Indonesia tidak akan bisa maju jika alat pemersatu bangsanya pun kalah dengan pelaku penebar hoaks. Karena itu, peranan ini perlu dikuatkan dan menjadi pondasi guna mewujudkan negara demokrasi secara konstitusional, sehingga pembangunan bangsa bisa berjalan sukses dan lancar dengan semestinya dengan sajian sajian berita yang menumbuhkan optimisme dan bukan sekedar kritik atau hujatan apalagi sumbernya dari basis info hoax.

Artikel ini telah dibaca 266 kali

loading...
Baca Lainnya

Terdapat 1395 Kendaraan Diminta Putar Balik Selama 32 Hari Ops Ketupat

TANGERANG – Selama 32 hari pelaksanaan Operasi Ketupat kalimaya 2020, tercatat sebanyak 1395 unit kendaraan...

26 Mei 2020, 18:50 WIB

Selama 37 Hari PSBB, Polresta Tangerang Keluarkan 9.575 Teguran Simpatik

TANGERANG – Polresta Tangerang Polda Banten mengeluarkan sebanyak 9.575 teguran kepada pengendara kendaraan, sejak hari...

25 Mei 2020, 19:54 WIB

Ini Update Pelanggaran PSBB Polresta Tangerang Hari Ke-37

TANGERANG – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kabupaten Tangerang, Minggu 24 Mei 2020,...

25 Mei 2020, 19:38 WIB

Sejumlah 1382 Kendaraan Diminta Putar Balik Selama 31 Hari Ops Ketupat

TANGERANG – Selama 31 hari pelaksanaan Operasi Ketupat kalimaya 2020, tercatat sebanyak 1382 unit kendaraan...

25 Mei 2020, 19:16 WIB

Pelaku Pemotongan Dana Bansos Terdampak Corona Harus Ditindak Tegas

Oleh : Edi Jatmiko Dana Bansos tentu saja diperuntukkan bagi masyarakat untuk dapat memenuhi kebutuhannya...

25 Mei 2020, 17:46 WIB

Radikalisme Masih Menjadi Ancaman Bersama

Oleh : Didi Anggoro Radikalisme masih menjadi ancaman bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Penyebarannya pun...

25 Mei 2020, 17:35 WIB

loading...