Sabtu, 12 Oktober 2019 - 20:34 WIB

Khofifah Indar Parawansa mengikuti rapat kerja Gubernur Jatim/ANTARAFOTO

Khofifah Indar Parawansa mengikuti rapat kerja Gubernur Jatim/ANTARAFOTO

Setengah Bahagia HUT Jatim, Romy Ditangkap, Khofifah kok belum?

Surabaya – Mas Rommy, percayalah sama Haris karena Haris ini memiliki kinerja yang sangat bagus. Demikian itulah rekomendasi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa kepada ketum PPP Romahurmuziy.

Ya, lantaran bisikan Khofifah itu, transaksional mengenai jual beli jabatan terjadi. Romy ditangkap di Hotel Bumi, Surabaya, karena telepon genggamnya disadap KPK.

Sebelumnya, Romy mengatakan sebagai anggota DPR dan ketua umum partai politik, dirinya hanya meneruskan rekomendasi mengenai siapa yang akan mengisi posisi kepala kantor wilayah agama di daerah.

“Saya hanya meneruskan rekomendasi dari orang-orang berkompeten. Sebagai anggota DPR dan ketua umum partai, saya mendapatkan nama-nama dari tokoh masyarakat dan tokoh agama setempat,” Tutur Romy saat diperiksa di KPK.

Pria yang akrab disapa Rommy itu mencontohkan nama Kakanwil Kementerian Agama Jawa Timur Haris Hasanudin.

Haris yang juga terlibat dalam kasus suap itu, merupakan hasil dari rekomendasi Kyai Asep Saifudin Halim dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Rommy mengungkapkan, Khofifah Indar Parawansa sempat memberikan nama Haris karena sudah mengenal Haris terlebih dahulu dengan kinerja yang baik.

Serta, dapat melakukan sinergitas kepada pemerintah daerah Jawa Timur.

“Dia bilang ‘Mas Rommy, percayalah sama Haris karena Haris ini memiliki kinerja yang sangat bagus’. Sebagai gubernur terpilih saat itu, beliau mengatakan sangat percaya dengan kerjanya dan memiliki sinergi dengan pemprov itu akan lebih baik,” ungkap Rommy.

Atas perbuatan tersebut, Pimpinan KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan, sebagai penerima RMY atau Rommy bersama tersangka lainnya disangkakan Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU No 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Romy terancam hukuman 20 tahun penjara.

lalu, Khofifah?

Artikel ini telah dibaca 273 kali

loading...
Baca Lainnya

Disiplin Protokol Kesehatan Jadi Kunci Kesuksesan Lawan Covid-19 di Era Adaptasi Kebiasaan Baru

Oleh: Janto Kusuma (Ketua Forum Pegiat Media Sosial Independen Regional Lampung) Kebijakan pemerintah yang beristilah...

9 Agustus 2020, 17:10 WIB

Mewaspadai Penularan Covid-19 Masih Tinggi

Oleh : Made Raditya Jumlah pasien corona di Indonesia makin melonjak. Warga harus semakin waspada...

9 Agustus 2020, 09:52 WIB

Jangan Abaikan Protokol Kesehatan, Sukseskan Adaptasi Kebiasaan Baru Demi Bangsa yang Sehat dan Kuat

Oleh: Lisa (Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila) Masyarakat diingatkan untuk terus menaati protokol kesehatan. Pelonggaran...

9 Agustus 2020, 09:35 WIB

RUU BPIP Tangkal Komunisme dan Radikalisme

Oleh : Putri Tania Rancangan Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP), sudah berganti menjadi RUU...

9 Agustus 2020, 08:33 WIB

Revisi Otonomi Khusus Demi Kesejahteraan Rakyat Papua

Oleh : Fransisca Marian Tahun depan, akan ada pembaharuan otonomi khusus di Papua. Rakyat Papua...

9 Agustus 2020, 08:23 WIB

Fase Adaptasi Kebiasaan Baru Mampu Pulihkan Ekonomi

Oleh : Raavi Ramadhan Adaptasi kebiasaan baru yang kita jalani beberapa minggu ini diharap bisa...

8 Agustus 2020, 10:58 WIB

loading...