Rabu, 23 Oktober 2019 - 10:13 WIB

Memgembalikan Peran Media Sosial Sebagai Sarana Positip Warganet Berkontribusi Terhadap Suksesnya Pembangunan Nasional

Oleh : Mukhtar Latif (Blogger/Relawan Forum Pegiat Media Sosial Independen)

Perkembangan teknologi membuat peran media sosial kerapkali dimanfaatkan untuk menyebar konten radikalisme dan paham transnasional yang justru mengancam persatuan dan keutuhan (integrasi) bangsa.

Hal ini terbukti dengan munculnya berbagai konflik yang terjadi di Indonesia, yang didasari atas kebencian, intoleran, dan radikalisme yang semakin menguat di tengah masyarakat sampai dunia maya. Ditambah kebiasaan masyarakat Indonesia yang senang memviralkan sesuatu yang cenderung memberitakan hal yang negatif, baik berupa foto ataupun video dan.meme.

Selain itu, Media sosial menjadi salah satu lahan subur bersemainya aksi-aksi yang kontra produktoif terhadap nilai-nilai persatuan. Sifatnya yang anonymous membuat setiap orang bisa dengan bebas membuat akun-akun penyebar konten intoleran dan penuh permusuhan.

Akibatnya terjadi polarisasi rakyat di tengah kehidupan berbangsa yang selanjutmya dimanfaatkan oleh manuver politik jangka pendek kelompok oknum tertentu yang merusak nilai kebamgsaan. Hingga saat ini pemerintah maupun rakyat tengah diuji apakah demokrasi yang dibuka secara babas telah menghasilkan sesuatu yang baik atau sebaliknya disisi lain terdapat aset terbesar bangsa ini yaitu persatuan Indonesia yang terancam.

Oleh sebab itu, diperlukan komitmen disertai upaya yang berkelanjutan. Khususnya dari kalangan Warganet agar menempatkan posisi strategis media sosial kembali berperan sebagai media transformasi berita yang mengandung literasi dan edukasi. Mewujudkan kembali media sosial sebagai instrumen positif dalam menjaga suasana relasi antar anak bangsa tetap kondusif, damai dan tentram serta dapat berkontribusi menyukseskan keberlanjutan pembangunan malalui posting posting konten.positip yang mengangkat berbagai keunggulan bangsa di media sosial dan menubuhkan optimisme di dunia nyata.dalam rangka.mensukseskan program-program pemerintah 5 tahun.kedepan.

Dengan mengembalikan peran media sosial menjadi intrumen positif itu, maka diharapkan peran warganet yang cerdas dapat memgawal dan menciptan kondusifitas di ruang media publik. Warganet harus mencermati pihak-pihak yang memiliki tujuan tidak sejalan dengan cita cita bangsa serta memiliki agenda tersembunyi. Mereka salah satunya adalah kelompok radikal yang ingin terus merusak tatanan Indonesia dalam bingkai Pancasila dan NKRI menjadi sesuai keinginannya yaitu negara khilafah atau bentuk lain yang tidak sejalan demgan karakter kebangsaan kita.

Jadi, sebagai warganet yang cerdas harus bisa menebar narasi positif serta konten perdamaian. Dengan menyerukan kebenaran tersebut, Warganet nantinya akan tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan.
Warganet juga pada akhirmya harus siap mengawal proses agenda demokrasi yang berbasis konstitusional serta Warganet dapat mengambil peran dengan cara yang kreatif untuk ikut berkontribusi mensukseskan pembangunan 5 tahun kedepan.

Artikel ini telah dibaca 224 kali

loading...
Baca Lainnya

Mengapresiasi Percepatan Penelitian Vaksin Covid-19

Oleh : Edi JAtmiko Pemerintah terus bekerja keras dalam meneliti dan mengembangkan Vaksin Covid-19. Kerja...

22 Oktober 2020, 02:50 WIB

Manuver KAMI Ganggu Stabilitas Politik

Oleh : Zakaria Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) yang dideklarasikan oleh Gatot Nurmantyo memang terkesan...

22 Oktober 2020, 02:37 WIB

Tak Perlu Demo Gugatan UU Cipta Kerja Dapat Melalui MK

Oleh : Putu Prawira Demonstrasi sejumlah elemen masyarakat menolak UU Cipta Kerja masih terjadi di...

22 Oktober 2020, 02:24 WIB

Masyarakat Papua Mendukung Kelanjutan Otsus

Oleh : Rebecca Marian Otonomi khusus di Papua yang akan diperpanjang tahun depan menjadi topik...

22 Oktober 2020, 01:59 WIB

Pilbup Sidoarjo, Bambang Haryo-Taufiqulbar Layak Ke Pendopo Sidoarjo

Sidoarjo – Gaya kampanye Calon Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo nomor urut 1 Bambang Haryo-Taufiqulbar...

21 Oktober 2020, 10:07 WIB

Jangan Ada Provokasi pada Pelajar Ketika Aksi Demo

Oleh : Raditya Rahman Pada unjuk rasa tolak omnibus law tanggal yang terjadi beberapa waktu...

20 Oktober 2020, 23:29 WIB

loading...