Rabu, 30 Oktober 2019 - 17:35 WIB

Festival Fulan Fehan  Sarana Merajut Tali Persaudaraan Dengan Timor Leste

Atambua, NTT, BN – Festival Fulan Fehan ( F3 ) yang diikuti 1500 siswa/siswi dan peserta dari Timor Leste sebanyak 50 penari. Pelaksanaan Festival di bukit Teletabis di Desa Dirun Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu NTT, Senin, 28/10/2019

Agenda tahunan dari Pemerintah Kabupaten Belu untuk menggelar kegiatan Festival Fulan Fehan di bukit Teletabis  desa Dirun Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu sangat di tunggu tunggu oleh masyarakat pulau Timor khususnya warga Belu.

Pagelaran Festival Fulan Fehan (F3) 2019 sudah yang ke III kalinya. Fistival tahun ini peserta dari Malaka tidak mengirimkan pesertanya. Sedangkan saudara kita dari Timor Leste selalu mengirim pesertanya dari Festival Fulan Fehan I sampai yang ke III.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe Mau, SH melalui via ponsel nya, Rabu, 30/10/2019. “Dengan adanya Festival Fulan Fehan (F3) kita melestarikan tarian  Likurai terhadap anak cucu kita. Penari yang tampil secara kolasal di bawakan sama anak anak kita mulai dari SMP dan SMA/SMK” ujar Marsianus Loe Mau, SH.

Tempat pagelaran Festival Fulan Fehan di bukit Teletabis ini merupakan salah satu destinasi wisata di kabupaten Belu. Disinilah bertemunya dua kebudayaan masyarakat Belu dengan kebudayaan Timor Leste bagian Timur yang merupakan satu akar tali yang sama.

Lanjutnya, masyarakat Belu dengan masyarakat Timor Leste bagian timur ada kesamaan mulai bahasa, kebudayan, kesenian tapi sekarang di pisahkan dengan status warga negara. Dengan  Festival Fulan Fehan kita bisa menampilkan 1500 penari untuk menari Likurai. Perwakilan dari Timor Leste juga menarikan pergaulan dari budaya Portugis.

Masih menurutnya, meskipun diantara kita dengan Timor Leste berbeda secara politik tapi ada kesamaan kebudayaan ini kita bisa saling menjaga kesamaan kebudayaan dengan Timor Leste bagian Timur. Di sana ada tarian Likurai di sini juga ada, disana ada tenun disini ada tenun, disana ada dawan disini juga ada dawan. Kita sama warga Timor Leste bagian timur ditinjau dari hubungan emosional dan Kultur dari tali pusar yang sama.

Kami merasa bangga karena tarian Likurai tidak hanya di tarikan di NTT saja tapi sudah pernah di pentaskan di tingkat istana Negara Jakarta. Rencana tahun depan kami merencanakan keliling dunia dengan pementasan tari Likurai di Luar Negeri. Kalau tdk ada halangan bulan Maret 2020 lawatan pertama duta kesenian menuju ke negara Jepang lalu di lanjutkan ke negara yang lainnya, pungkasnya. (jati)

Artikel ini telah dibaca 478 kali

loading...
Baca Lainnya

Masyarakat Apresiasi Pembangunan Jalan Trans Papua

Oleh : Rebecca Marian Pembangunan di Papua sangat diapresiasi oleh masyarakat. Mereka merasa lebih maju...

25 November 2020, 20:04 WIB

Masyarakat Menolak Safari Habib Rizieq di Daerah

Oleh : Abdul Rahman Terjadi banyak penolakan terhadap safari ceramah yang akan dihadiri oleh Habib...

25 November 2020, 15:09 WIB

Hoax UU Cipta Kerja Hambat Pemulihan Ekonomi

Oleh : Alfisyah Dianasari UU Cipta Kerja lahir dengan banyak penolakan dari buruh dan masyarakat...

25 November 2020, 14:57 WIB

Pemerintah Pastikan Vaksin Covid-19 Halal

Oleh : Edi Jatmiko Sebentar lagi vaksin covid-19 akan diluncurkan di indonesia. Masyarakat tak perlu...

25 November 2020, 14:43 WIB

UU Cipta Kerja Bantu Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi

Oleh : Alfisyah Dianasari Pemulihan ekonomi menjadi fokus pemerintah di masa pandemi. Memang tak hanya...

24 November 2020, 23:25 WIB

PT LIB Bertemu Kabaharkam Polri, Liga 1 dan 2 Siap Digelar Februari 2021

JAKARTA – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, menerima audiensi dari...

24 November 2020, 22:42 WIB

loading...