Kamis, 31 Oktober 2019 - 11:50 WIB

Kiprah Budi Gunawan Sukses Amankan Kunker Presiden Jokowi di Papua

Oleh : Muhammad Zaki (Pengamat Sosial Politik)

Kelancaran kunjungan Presiden Jokowi ke Papua dan Papua Barat tidak terlepas dari peran optimal Kepala Badan Intelijen Negara, Budi Gunawan. Pria yang akrab disapa BG ini dianggap sukses mengantisipasi potensi gangguan keamanan jelang kunjungan Presiden Jokowi. Bahkan, sosoknya ikut mendampingi Kunjungan Kerja Presiden Jokowi guna memastikan terpeliharanya stabilitas keamanan di Papua.

Kesuksesan suatu rencana banyak dipengaruhi oleh orang-orang yang bekerja kasat mata atau “di balik layar”. Meski kinerja orang-orang ini tak terendus media, namun kiprahnya mampu mempengaruhi kelancaran acara tersebut. Nama BG, Budi Gunawan seorang kepala Badan Intelijen Negara sedang menjadi sorotan. Kesuksesannya dalam prosesi keamanan kunjungan Presiden ke tanah Papua banyak menuai pujian.

Salah satunya ialah sosok Bos Lembaga Intelijen negara yang populer dengan sebutan BG. Mungkin saja BG ini bisa jadi tak mendapatkan perhatian sebagaimana banyak pengisi kabinet Jokowi lainnya.

Namun, Posisinya sebagai bos lembaga intelijen membuatnya tak bisa melakukan kinerja degan banyak sorot lampu kamera. Namun, namanya selama beberapa waktu terakhir ini sering disebut sebagai negosiator yang handal.
Peran BG sebagai negosiator sebenarnya bisa ditelusuri jauh sebelum wacana rekonsiliasi Pilpres 2019 lalu.

Laporan sejumlah media turut menyebutkan bahwa dirinya ikut terlibat dalam kesepakatan cawapres Jokowi di tahun 2014 silam. Saat itu, BG juga dilaporkan menjadi pihak yang digunakan oleh Jusuf Kalla (JK) untuk mendekati Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri agar maju menjadi cawapres bagi Jokowi. Meski laporan disangkal BG, namun hal tersebut bisa gambaran bahwa BG acapkali menjadi mediator dalam pelbagai urusan politik tanah air serta mampu diandalkan.

Kemampuan negosiatornya yang mumpuni juga turut diamini oleh pengamat politik, Ireng Maulana. Menurutnya BG beserta jajarannya disebut-sebut berhasil mempertemukan 61 tokoh Papua dengan presiden beberapa waktu lalu. Termasuk BG ikut hadir di dalam acara dialog tersebut. Ireng menyebutkan, bahwa dirinya yakin, sebelumnya daftar permintaan ini telah muncul lebih dulu, yakni melalui perhitungan resiko dan skala ancaman dari hasil analisis badan Intelijen.

Kehadiran BG ini disebut Ireng sebagai proses yang berbeda. Sebab, di dalam pertemuan dengan skala khusus ini hanya memposisikan pejabat-pejabat penting untuk mendampingi kepala negara.

Sehingga, kehadiran sang kepala BIN ini mampu diartikan sebagai bantahan kekhawatiran. Yang diyakini oleh banyak pihak jika proses pendekatan perampungan kerusuhan yang disusupi oleh oknum pemberontak, akan diselesaikan dengan jalur konsolidasi.

Selain itu, kehadiran BG tak hanya dinilai sebagai jembatan penghubung melainkan mampu mengkonfirmasi beberapa hal dengan rincian antara lain; yang pertama ialah, keputusan presiden sebagai jawaban dari permintaan 61 tokoh papua. Berupa keputusan yang didasari dari produk analisa intelijen yang dapat memberikan wawasan berifat akseptabel dalam pengambilan suatu keputusan.

Kedua, produksi terhadap informasi intelijen akan memberikan kepastian dalam pertimbangan serta rekomendasi kepada presiden guna memutuskan tujuan pengamanan penyelenggaraan pemerintahan.

Yang ketiga, ialah mampu menegaskan bahwa hubungan antara intelijen beserta pembuatan keputusan merupakan kunci dalam kemampuan pengamanan kepentingan negara. Sehingga, badan intelijen ini dapat bersifat faktual guna memelihara pembuatan keputusan yang sah.

Kiprah BG sebagai mediator handal ini juga diyakini banyak pihak mempunyai kemampuan untuk membangun jejaring yang cukup mumpuni di kalangan para politisi. Hal ini tercermin saat dirinya dinominasikan sebagai Kapolri pada tahun 2015 lalu. Dirinya mampu memberikan pengamanan optimal untuk memberikan dukungan kepada DPR. Kemampuannya bernegosiasi ini kerap dianggap sebagai keahlian yang perlu dipunyai dalam kepemimpinan.

Di dalam Artikel yang mengutip Jay A. Conger, seorang profesor dari London Business School. Kemampuan untuk membangun jejaring serta negosiasi menjadi bagian yang krusial bagi kepemimpinan yang bersifat lateral.

Kepemimpinan lateral inilah yang mampu membuat BG sukses menjembatani dua kompetitor sengit dalam Pilpres 2019 lalu. Hal ini dapat ditegaskan bahwasanya jenderal polisi bintang empat itu memang cukup pengaruh dalam pusaran para elite politik di Nusantara.
Kesimpulannya, kehadiran BG secara terang-terangan dalam pertemuan dengan 61 tokoh di Bumi Cendrawasih ini dapat dikatakan sebagai salah satu sikap yang baik dan konstruktif.

Selain itu layak mendapatkan apresiasi karena telah menunjukkan wajah organisasi telik sandi ke hadapan publik dengan tindakan yang valid dan mampu untuk dipertanggungjawabkan. Selain itu, keahlian BG ini dinilai akan banyak membantu kinerja kepala negara juga pemerintahannya selama lima tahun kedepan.

 

Artikel ini telah dibaca 1130 kali

loading...
Baca Lainnya

Mewaspadai Manuver KAMI Bermuatan Politis

Oleh : Ahmad Bustomi Masyarakat dipusingkan dengan ulah anggota KAMI yang mejeng di berita TV...

29 September 2020, 03:55 WIB

Masyarakat Papua Mendukung Keberlanjutan Otsus

Oleh : Abner Wanggai Pemerintah memberikan sinyalemen untuk melanjutkan Otsus Papua. Otsus tersebut dianggap membawa...

29 September 2020, 03:48 WIB

Lihat, Ketum BPI KPNPA Sebut KPK Lamban

Jakarta – Pernyataan Wakil Ketua DPD RI, Sultan Bahtiar Najamudin, menyebut dan mengapresiasi atas kinerja...

Ketua BPI KPNPA RI TB Rahmad Sukendar, Rabu (4/3)

28 September 2020, 17:52 WIB

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan

Oleh : Ade Istianah Angka penambahan pasien positif Covid-19 masih terus terjadi yang menandakan masih...

28 September 2020, 17:00 WIB

Tak Ada Penambahan Jam Kerja dan Lembur Pada RUU Cipta Kerja

Oleh : Abdul Razak Omnibus Law RUU Cipta Kerja menjadi undang-undang sapu jagat yang akan...

28 September 2020, 13:43 WIB

Waspada KAMI Goyang Kursi Presiden

Oleh : Haris Muwahid Masyarakat makin antipati terhadap Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), karena mereka...

28 September 2020, 00:16 WIB

loading...