Bupati Blitar Gelar Jamasan Gong Kyai Pradah, Wisatawan Ngalap Berkah

Blitar.deliknews – Jamasan Gong Kiai Pradah atau Siraman Kiai Pradah merupakan bentuk perayaan tradisional di Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Kegiatan tersebut yakni, memandikan benda pusaka berupa sebuah gong dengan menggunakan air kembang setaman dan digelar setiap bulan Mulud yang bertepatan dengan maulid Nabi Muhammad SAW.

Tradisi ini selalu menjadi daya tarik wisatawan, utamanya masyarakat. Mereka berbondong – bondong mengikuti ritual siraman ini dengan berbagai tujuan, antara lain, murni untuk berwisata maupun ‘ngalap berkah’ bagi masyarakat yang mempercayainya.

Upacara ini dipimpin langsung oleh Bupati Blitar Drs. H. Rijanto, MM didampingi Wakil Bupati Blitar, Marhaenis UW, S.Sos, Plt. Wali Kota Blitar, Drs. H. Santoso M.Pd, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Blitar dan dilaksanakan di Alon – alon Sutojayan, Kabupaten Blitar.

Menurut Bupati Rijanto, tujuan kegiatan ini diadakan sebagai bentuk ‘nguri – nguri budaya’, yakni untuk mengenalkan tradisi kepada generasi muda sekaligus melestarikannya dan mensejahterakan masyarakat.

“Mereka memiliki kepercayaan kalau datang dan saat siraman mendapatkan air dari bekas Siraman Gong Kyai Pradah akan mendapatkan berkah,” ungkapnya Senin (11/11/2019).

Bupati juga menuturkan, jamasan Kiai Pradah berkaitan erat dengan cerita sejarah Kiai Pradah yang sebelumnya mendapat gelar Kiai Bicak. Kisah ini konon terjadi pada sekitar abad ke-17.

Lalu, tradisi Siraman Gong Kiai Pradah ini juga ditetapkan menjadi satu di antara Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan RI.

“Mudah – mudahan kegiatan seperti ini dapat memberikan efek bagi ekonomi kecil yang memanfaatkan moment tersebut. Selain itu, Kedepan, pagelaran ini bisa kita kembangkan menjadi destinasi wisata dan dapat menjadi unggulan yang mampu menyuplai nilai pendapatan daerah,” ujar Bupati kepada awak media.(hms).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.