HKN Ke-55, Pemkab Blitar Gelar POR

Blitar.deliknews – Guna memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-55, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar Gelar pekan olahtaga yang diawali dengan upacara di Aloon-aloon Kanigoro.

Dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Blitar, Marhaenis Urip Widodo, S.Sos, hadir pula Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Totok Subihandono, Ketua TP PKK Kab. Blitar, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blitar, Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Pimpinan OPD terkait, dan sebagai peserta upacara yakni perwakilan setiap rumah sakit swasta, klinik, dan puskesmas se-Kabupaten Blitar.

Dalam sambutannya Marhaenis mengatakan, hal ini dalam rangka mengimplementasikan perundang-undangan dimana sebagai bentuk pelaksanaan pembangunan kesehatan yang sesuai amanat UUD 1945.

Menurut dia, bentuk konkritnya yaitu meningkatnya indeks pembangunan kesehatan adalah bukti nyata capaian pembangunan kesehatan. Contohnya, angka balita stunting dan menurunnya kematian ibu dan balita.

Lalu Wabup menambahkan, pembangunan kesehatan harus adanya strategi dalam pelaksanaan. Melalui strategi tiga pilar, yakni pembangunan paradigma sehat, penguat akses pelayanan dan penyediaan biaya melalui Jaminan Kesehatan Nasional (Jamkesnas) melalui program Germas.

“Dengan kerja bersama kita akan mampu mempersiapkan Generasi Sehat, Indonesia Unggul pada tahun 2045, kita berharap generasi sehat yang kita perjuangkan bersama dapat menjadi SDM unggul,” ucap Marhaenis, Selasa (12/11/2019) kemarin.

Didalam kegiatan itu berlangsung, juga diadakan deklarasi Janji Perbaikan Pelayanan oleh perwakilan deklarator kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Sehingga, Wabup menilai hal itu perlu adanya sinergritas bersama untuk pembangunan kesehatan yang lebih baik.

“Tidak sekedar capaian peningkatan pembangunan kesehatan saja. Namun langkah itu harus dibarengi dengan komitmen perbaikan di bidang pelayanan,” tuturnya.

Ia berharap dengan adanya deklarasi ini kedepan sistem pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Blitar agar menjadi lebih baik dari sebelumnya. Termasuk, di Rumah Sakit (RS) swasta, Puskesmas dan Klinik.

“Ketika ada permasalahan yang muncul utamanya dari masyarakat, maka harus segera direspon dan segera bisa diperbaiki,” tandasnya.(hms).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.