Kamis, 14 November 2019 - 20:42 WIB

Debt Collector Rampas Mobil Di Jalan , Ratusan Kader Pemuda Pancasila Datangi PT.NISSAN FINANCIAL SERVICE INDONESIA


Surabaya – Dikarenakan mobil miliknya dirampas oleh debt collector dari PT LAPAN ANAM salah satu Kader Pemuda Pancasila Surin Welangon ngeluruk bersama ratusan kader Pemuda Pancasila ke PT Nissan Financial Services Indonesia (NSFI).

Menurut Suri. Kronologis perampasan mobil miliknya terjadi saat mobil merk Nissan Datsun Go dengan nomor polisi L 1636 SV warna hitam yang dikendarai Surin mengalami pecah ban di sekitar Jalan Dharmahusada Indah, Surabaya pada Selasa (12/11) saat akan menuju ke kantor MPC Pemuda Pancasila Surabaya.Saat akan membeli ban baru dirinya didatangi belasan orang yang mengaku dari NISSAN “ Saat itu saya mau ke kantor MPC Pemuda Pancasila Surabaya, ketika mau masuk gang menuju kantor MPC, ban mobil saya itu mengelupas, akhirnya saya minggir dan telpon temen-temen di kantor hendak saya ajak beli ban baru, nah pada saat itu datang sekitar 15 orang mendatangi saya dan merampas mobil saya,” kata Surin kepada wartawan, Kamis (14/11).

15 orang yang mendatangi Surin ini langsung memaksa dirinya untuk menandatangani surat penarikan mobil ” Alasan mereka adalah saya menunggak 10 bulan tidak pernah membayar angsuran. Padahal, dirinya hanya belum membayar dua angsuran saja. Tanpa menunjukkan surat tugas dan langsung merampas kunci mobil saya ” ucap Surin

Mengetahui mobilnya dibawa kabur, Surin langsung mengejar dan berhasil menghentikan mobilnya disekitaran Jalan Dr Moestopo.

Ketika itu Surin bermaksud mengambil barang-barang yang ada di dalam mobilnya, karena menurut Surin didalam mobil tersebut banyak barang dan dokumen penting milik organisasi Pemuda Pancasila Surabaya. “Ketika mobil dibawa kabur, saya langsung kejar sama teman saya untuk mengambil barang dan dokumen penting milik organisasi Pemuda Pancasila, namun ketika saya berhasil memberhentikan mobil saya di sekitaran perempatan Jalan Moestopo saya hanya dapat menyelamatkan laptop milik saya,” terang Surin.

Surin mengaku sangat menyesalkan tindakan yang dilakukan oleh pihak colector dari PT Lapan Anam dan juga kepada manajemen PT Nissan Financial Services Indonesia yang diduga salah memasukan data pembayaran nasabah.

Sebagai nasabah, Surin sebenarnya sudah melakukan kewajibannya untuk membayar angsuran mobilnya. Namun, karena suatu hal, dua bulan terakhir ini dia belum bisa membayar angsuran mobilnya. “Jujur saya sangat kecewa sama manajemen PT Nissan Financial Services Indonesia yang mengeluarkan data ke PT Lapan Anam kalau saya belum membayar 10 kali angsuran, padahal saya hanya telat membayar dua kali angsuran,” ujarnya.

Surin berharap, persoalan ini dapat segera diselesaikan, karena Surin mengaku sudah siap membayar dua kali angsuran yang belum terbayar dengan catatan mobilnya bisa segera dikembalikan.

Hari Kurniawan selaku Sales Head Area Jatim dari PT Nissan Financial Services Indonesia (NSFI) mengatakan akan segera mengupayakan mobil Datsun Go dengan Nomor Polisi L 1636 SV akan segera dikembalikan kepada debitur.

Pihaknya meminta waktu dua hari untuk mengembalikan mobil konsumen itu karena harus berkoordinasi dengan kantor NSFI pusat yang ada di Jakarta.
“Jadi kami minta waktu maksimal dua hari untuk mengembalikan unit mobil milik konsumen, karena kami butuh proses untuk koordinasi dengan kantor pusat di Jakarta,” kata Ari ketika melakukan mediasi di Mapolsek Wonokromo Polrestabes Surabaya, Kamis (14/11).

Sementara itu, Pengacara Lembaga Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (LPPH) Pemuda Pancasila Surabaya, Amrullah menjelaskan bahwa, ada aturan yang melarang leasing atau perusahaan pembiayaan menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan. Peraturan ini sendiri tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 130/PMK.010/2012 tentang pendaftaran fidusia bagi perusahaan pembiayaan. “Dengan telah diterbitkannya peraturan Fidusia tersebut, maka pihak leasing tidak berhak untuk menarik atau mengambil kendaraan Anda secara paksa. Penyelesaian terhadap nasabah yang lalai dalam melakukan pembayaran kewajiban atas beban cicilan kendaraan harus diselesaikan melalui jalur hukum,” jelas Amrul (zam)

Artikel ini telah dibaca 6850 kali

loading...
Baca Lainnya

Sinergitas Warganet dan Masyarakat Mendukung Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf

Oleh : Indah Rahmawati Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf telah resmi terbentuk pada Oktober 2019. Dalam Periode keduanya...

6 Desember 2019, 21:43 WIB

Pendiri Kabar Makassar Tidak Peduli Rating

TUBAN – Exxon Mobil bekerja sama dengan Tempo Institute menggelar acara Cangkruk Mathuk di Grand...

6 Desember 2019, 20:33 WIB

Setiajit Sidak Lokasi Proyek Kilang Minyak GRR Tuban

TUBAN – Untuk memastikan proyek kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) Tuban berjalan lancar, Kepala...

6 Desember 2019, 19:13 WIB

Slogan “DJP Kuat Indonesia Maju” Jadi Pelopor Anti Korupsi

Tuban – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Tuban memperingati hari Anti Korupsi Sedunia ( Hakorda...

6 Desember 2019, 13:05 WIB

Izin Lengkap, 8 Pengusaha Tempat Hiburan Karaoke Minta Buka Segel

Blitar – Demi kejelasan berusaha, delapan para pengelola tempat hiburan karaoke yang ada di Kota...

6 Desember 2019, 09:36 WIB

BIN Menjadi Kunci Stabilitas Papua

Setelah terjadi beberapa aksi massa pada bulan Agustus dan September 2019 kemarin sebagai rentetan kejadian...

6 Desember 2019, 08:09 WIB

loading...