Kamis, 21 November 2019 - 10:23 WIB

Kalangan Insan Media Bersama KMI Siap Berantas Hoax dan Radikalisme untuk Indonesia Maju

Kalangan insan media berkomitmen berantas hoax dan radikalisme serta mengawal secara independen program pemerintahan Jokowi jilid 2 guna wujudkan Indonesia Maju , hal ini disampaikan pada Diskusi yang digelar bersama Kaukus Muda Indonesia (KMI) dikawasan Jakarta Timur, Rabu (20/11).

Adapun narasumber diskusi diantaranya
Hendri Subiakto (Staf Ahli Menteri Kominfo), Fauzi Amro (DPR RI Fraksi Nasdem), Karyono Wibowo (Dir Eksekutif IPI) dan Nasir Abas (Pengamat Terorisme).

Hendri Subiakto mengatakan, bahwa penyebaran dan pergerakan faham radikalisme di Indonesia masih ada dan harus diberantas.

“Karena musuh negara yaitu terorisme, yang saat ini terganggu oleh berbagai kebijakan di era kepemimpinan Jokowi, maka radikalisme harus kita berantas sampai ke akar-akarnya,” tegas Hendri Subiakto.

Sedangkan Fauzi Amro selaku anggota DPR RI Fraksi Nasdem mengatakan, memberantas hoax harus dengan UU , untuk itu UU ITE harus diperkuat.

“Perjalanan hoax sangat luar biasa terutama dalam momentum politik untuk menjatuhkan seseorang dan solusinya ada pada penguatan UU , ” kata Fauzi Amro.

Karyono Wibowo yang juga pengamat kebijakan publik pun menambahkan, bahwa hoax dapat memecah belah keharmonisan bangsa bahkan keluarga.

“Hoax ini dapat membuat keluarga tidak harmonis dan bisa menjatuhkan martabat lain, sejak dari dulu radikalisme memang menjadi ancaman negara, pemerintah harus tegas terhadap pemberantasan radikalisme guna menjamin kelancaran pembangunan nasional “ucap Karyono.

Nasir Abbas pengamat terorisme pun menjelaskan, bahwa wabah radikalisme di Indonesia sudah stadium 3 dan ini mengsncam berbagai agenda nasional.

“Penyebaran radikalisme sudah stadium 3, karena TNI 3% pun sudah terpapar radikalisme, perlu formula yang efektip mrmberantasnya, diperkukan komitmen bersama untuk melawan hoax dsn radikalisme untuk sukseskan berbagai program pembangunan nasional guna mewujudkan Indonesia Maju.” jelas Nasir Abbas.

Artikel ini telah dibaca 233 kali

loading...
Baca Lainnya

Menarik, Alumni AKABRI 89 Bagikan 2.500 Paket Sembako dan 35.000 Masker di Kaltim

KALTIMĀ  – Personel TNI-Polri alumni AKABRI tahun 1989, yang menamakan diri Altar 89, kembali menggelar...

18 September 2020, 10:40 WIB

Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan saat Pilkada

Oleh : Danila Triwahyuni Pemilihan kepala daerah langsung akan diadakan akhir tahun ini. Kali ini,...

17 September 2020, 17:11 WIB

Kabareskrim Polri Diminta Usut Tuntas Terbakarnya Gedung Kejagung, Ini Kata Ketum BPI KPNAN-RI

Jakarta – BPI KPNAN RI apresiasi Kabareskrim Polri untuk usut tuntas bila ada ditemuan unsur...

17 September 2020, 17:09 WIB

Kalangan Masyarakat Menolak Keberadaan KAMI

Oleh: Lisa Pamungkas Keberadaan KAMI menjadi kontroversi karena gagal mendapat dukungan rakyat. Bahkan mulai dari...

17 September 2020, 15:07 WIB

Kalangan Masyarakat Menolak Keberadaan KAMI

Oleh: Lisa Pamungkas Keberadaan KAMI menjadi kontroversi karena gagal mendapat dukungan rakyat. Bahkan mulai dari...

17 September 2020, 15:02 WIB

KAMI Memecah Belah Perdamaian

Oleh : Lola Ariesty Keberadaan KAMI ditolak oleh banyak orang di berbagai daerah di Indonesia....

16 September 2020, 21:29 WIB

loading...