Masyarakat Papua Menolak HUT OPM

- Editorial Staff

Kamis, 21 November 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Rebecca Marian

Isu perayaan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) mulai mengemuka jelang 1 Desember. Kendati demikian, isu tersebut hanya dianggap oleh segelitinr kecil masyarat di Papua karena mayoritas warga Papua menolak keberadaan kelompok separatis yang sering menyengsarakan masyarakat dan menghambat pembangunan.

Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebenarnya bukanlah berjuang atas nama Papua. Mereka hanyalah segelintir orang yang mengaku Papua, namun sebenarnya sedang dimanfaatkan oleh orang lain atau orang yang berkepentingan asing, dan menuntut pisah dari NKRI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perayaan hari ulangtahun OPM pun mendapatkan penolakan dari masyarakat Papua, salah satunya dari Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Yapen, Mika Runaweri, pihaknya telah memastikan bahwa di wilayahnya tidak ada perayaan HUT OPM yang dilaksanakan pada 1 Desember.

Dirinya bahkan menyebutkan bahwa di Yapen, tidak mengenal perayaan tersebtu. KNPI Yapen memastikan pihaknya akan menolak apabila ada ajakan untuk merayakan 1 Desember.
Mika juga menuturkan bahwa pemuda dan masyarakat di Kepulauan Yapen sudah hidup dengan nyaman dan damai. Sebagai warga negara yang baik. Sepatutnya dapat menciptakan situasi yang baik sehingga tak ada kegiatan yang meresahkan masyarakat umum.

Menurut mika, sebagai orang asli Papua haruslah terlibat dalam pembagunan di dalam Bingkai NKRI. Tentu saja hal ini sejalan dengan kalimat yang sering dilontarkan oleh Ir Soekarno, dimana dalam beberapa pidatonya Bung Karno sering mengatakan Saudara-saudaraku dari sabang sampai merauke.
Pembuka pidato tersebut tentu menjadi bukti otentik bahwa Papua merupakan wilayah dari Indonesia yang harus dipertahankan untuk tetap menjadi bagian dari NKRI.

Mika berpendapat, saat ini tidak perlu membuat hal yang tidak penting, yang harus dilakukan saat ini adalah membina pemuda sebagai generasi penerus bangsa agar kelak menjadi anak Papua yang berprestasi dan dapat dibanggakan oleh masyarakat luas.

KNPI kepulauan Yapen juga mengajak masyarakat, khususnya orang asli Papua untuk tidak terprovokasi dengan kegiatan yang tidak jelas, apalagi yang dapat memicu konflik dan berseberangan dengan ideologi negara.

Sementara itu, untuk mengantisipasi adanya konflik pada awal Desember 2019 nanti, Polresta Jayapura Kota telah memetakan tiga daerah rawan gangguan keamanan pada 1 Desember yang biasa dikenal dengan HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Kasubbag Humas Polres Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra menuturkan bahwa ketiga daerah tersebut adalah Distrik Heram, Distrik Abepura dan Distrik Jayapura Utara.

Untuk mengantisipasi kerawanan tersebut, Tim Unit Kecil Lengkap (UKL) akan secara intens menggalakkan patroli guna menciptakan kondisi yang melibatkan seluruh fungsi.
Tak hanya itu saja, agar pengamanan lebih optimal, Polresta Jayapura Kota juga melakukan penggalangan tokoh masyarakat atau kelompok berseberangan melalui fungsi Binmas.

Sementara itu, Polda Papua juga turut mengantisipasi kemananan jelang 1 Desember nanti. Kapolda Papua, Irjen Pol Paulus Waterpauw, mengatakan ada informasi yang diterimanya terkait sejumlah kelompok yang akan merayakan 1 Desember dengan doa bersama.

Paulus mengatakan, ada aturan yang harus dipenuhi dalam menyampaikan pendapat di muka umum, termasuk dalam berdoa bersama. Apabila tidak mengikuti aturan yang berlaku, maka pihaknya akan membubarkannya.
Masyarakat Papua secara umum harus tetap waspada. Sekretaris Daerah Provinsi Papua Hery Dosinaen mengklaim jelang 1 Desember, banyak oknum yang memiliki kepentingan tertentu.

Tentunya pemerintah akan tetap melarang adanya aksi unjuk rasa yang bisa saja berakibat anarkis. Hery menambahkan selama ini isu separatis tidak lepas dari permainan provokator untuk membuat gesekan horizontal dan vertikal.

Gerakan OPM juga patut diwaspadai, karena mereka tidak segan untuk menyandera masyarakat bahwa aparat kepolisian. Seperti yang terjadi pada 12 Agustus 2019 lalu, penyanderaan terhadap Briptu Heidar yang berujung pada tewasnya aparat kepolisian yang sedang berjaga tersebut adalah karena ulah kelompok kriminal bersenjata yang dipimpin oleh salah satu jenderal senior OPM, yakni Goliat Tabuni.

Goliat sendiri bukanlah tokoh baru dalam konflik Papua. Ia sudah terkenal kerap melakukan serangan terhadap aparat dan sering mengintimidasi warga untuk mendukung gerakan OPM.

Tak menutup kemungkinan OPM beserta dengan organisasi sayapnya akan membuat percikan huru-hara dalam peringatan ulang tahunnya. Seperti provokasi di media sosial misalnya.

Oleh karena itu, kita tetap harus bersatu menjaga tanah air dan tidak takut terhadap siapapun yang hendak mencabik-cabik persatuan bangsa Indonesia. Karena Menjaga Papua adalah Menjaga Indonesia.

Penulis adalah mahasiswi Papua tinggal di Jakarta

Berita Terkait

Gerindra: Anies Gagal Paham soal Jalan Tol
BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem sampai 8 Maret
Rayakan 17 Agustus di IKN, Jokowi Sampaikan Progressnya
Pengamat Sebut Pemerintahan Prabowo Didominasi Parpol
Rektor UP Bantah Tak Ada Bukti dan Saksi Soal Pelecehan Seksual
Bea Cukai Gandeng Satpol PP, Sita 25 Ribu Batang Rokok Ilegal di Kebumen
Bukan Hanya Prabowo, Ini 5 Jenderal yang Peroleh Kenaikan Pangkat Usai Pensiun
5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak

Berita Terkait

Jumat, 1 Maret 2024 - 13:38 WIB

Gerindra: Anies Gagal Paham soal Jalan Tol

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:12 WIB

BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem sampai 8 Maret

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:04 WIB

Rayakan 17 Agustus di IKN, Jokowi Sampaikan Progressnya

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:01 WIB

Pengamat Sebut Pemerintahan Prabowo Didominasi Parpol

Kamis, 29 Februari 2024 - 09:45 WIB

Rektor UP Bantah Tak Ada Bukti dan Saksi Soal Pelecehan Seksual

Kamis, 29 Februari 2024 - 09:44 WIB

Bea Cukai Gandeng Satpol PP, Sita 25 Ribu Batang Rokok Ilegal di Kebumen

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:09 WIB

Bukan Hanya Prabowo, Ini 5 Jenderal yang Peroleh Kenaikan Pangkat Usai Pensiun

Senin, 26 Februari 2024 - 08:53 WIB

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak

Berita Terbaru