SPKA Beri Dukungan Kepada Rio Aktivis Pekerja PT JICT Yang Jadi Korban Kriminalisasi

  • Whatsapp
  1. Jakarta – Dukungan terhadap aktivis serikat pekerja JICT (SP JICT) Rio Wijaya yang dikriminalisasi terus bergulir. Kali ini dukungan diberikan oleh SPKA ( Serikat Pekerja Kereta Api )

Menurut Ketua Umum SPKA Edi Suryanto pihaknya memberikan dukungan kepada Rio karena empati dengan kasus yang menimpa Rio seorang aktivis Serikat Pekerja JICT.
” Kami dari SPKA mengirimkan surat dukungan kepada Rio yang saat ini tertimpa musibah dengan kriminalisasi yang dilakukan oleh manager security JICT ke Polres Pelabuhan (KP3) terkait dengan tuduhan penghinaan facebook (UU ITE) dan tuduhan penganiayaan kepada (YA), membuat dirinya, ditahan di Polres Pelabuhan ” kata Edi jumat (29/11)

Menurut Edi penahanan terhadap Rio ini memantik protes seluruh pekerja Pelabuhan Indonesia dan Serikat BUMN yang ada termasuk SPKA. ” Para pekerja pelabuhan Indonesia dan elemen buruh nasional menggelar aksi unjuk rasa di depan pos 9 pelabuhan Tanjung Priok menuntut pembebasan Rio yang sudah ditahan selama 5 hari di Polres Pelabuhan. SPKA turut menyurati Kapolres Tanjung Priok ” ujarnya

Lebih jauh Edi Suryanto , memaparkan Kriminalisasi dan iklim pemberangusan serikat di JICT telah mengancam keamanan pekerja bertahun-tahun. Mulai dari peristiwa penembakan terhadap mobil pekerja, PHK massal dan yang terakhir pengeroyokan terhadap Rio. “Hal ini kemungkinan besar terjadi karena pekerja JICT menolak privatisasi JICT jilid II kepada Hutchison yang menurut BPK-RI merugikam negara Rp 4,08 trilyun,” katanya.

Untuk itu, kata Ketua SPKA pekerja pelabuhan dan seluruh elemen Serikat Pekerja BUMN mendesak:

1. Kapolres Pelabuhan KP3 untuk segera bebaskan Rio Wijaya;

2. SPKA mendukung Rio dalam proses hukum yang dianggap melanggar UU ITE

3. Rio adalah korban dari pengeroyokan oknum security PT JICK .
4. Rio adalah korban kriminalisasi dari oknum manajemen PT JICK. SPKA juga meminta kepada Kapolres Tanjung Priok untuk memberikan penangguhan penahanan.

Sebelumnya kasus Rio ini bermula dari Rio dikeroyok dua orang supervisi sekuriti JICT dan satu orang pegawai organik Pelindo II tanpa alasan jelas. “Rio sebagai korban pengeroyokan malah dilaporkan balik oleh manajer sekuriti perusahaan terkait tuduhan penghinaan facebook (UU ITE) dan tuduhan penganiayaan,” jelas Edi pula. (zam)

Pos terkait

loading...