Sabtu, 7 Desember 2019 - 18:03 WIB

Ketua LSM KPK-2 Nisel Desak Kejari Ungkap Aktor Intelektual Kasus USBM

Nias Selatan, Deliknews – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kesatuan Pemantau Korupsi dan Kriminal (KPK-2) Kabupaten Nias Selatan, mendukung Kejari Nias Selatan untuk mengungkap aktor intelektual terkait lanjutan penanganan kasus penyelenggaraan pendidikan jarak jauh USBM Medan Tahun 2012-2013 di Telukdalam Kabupaten Nias Selatan yang menelan kerugian negara Rp.5,8 miliar lebih.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kesatuan Pemantau Korupsi dan Kriminal (KPK2), Jul Berkatiel Bu’ulolo kepada wartawan melalui pesan WhatsApp, Sabtu, (07/12/2109).

Selain itu, Dia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Kejari Nias Selatan atas lanjutan pengungkapan kasus USBM Medan ini, yang telah menetapkan dan menahan mantan Bendahara Dinas Pendidikan Nias Selatan Tahun Anggaran 2012/2013 yang berinisial “PZ” pada Rabu, (04/12/2019) lalu.

“Saya sebagai Ketua LSM KPK2, mengapresiasi Kejaksaan Negeri Nias Selatan atas penetapan dan penahanan tersangka baru, “PZ” dalam lanjutan penanganan kasus USBM itu. kita juga tidak ingin kasus tersebut hanya berhenti kepada PZ saja, namun diminta kepada pihak Kejari Nisel agar mengungkap aktor intelektual pada kasus itu”.

“Jangan hanya para staf ASN yang jadi korban, namun aktor intelektualnya juga harus diungkap sekaligus dituntaskan secepatnya. Karena penanganan kasus ini sudah memakan waktu lama,” tandas Jun Berkatiel Bu’ulolo.

Selan itu, ia juga mendesak pihak Kejari Nisel untuk segera menetapkan tersangka pada kasus kegiatan swakelola pembangunan Jalan Istana Rakyat Tahun Anggaran 2015 dengan besaran anggaran Rp.8 miliar.

“Kasus pembangunan jalan istana rakyat itu, kita yang melaporkan ke pihak Kejaksaan Negeri Nias Selatan Bulan November Tahun 2016 lalu. Untuk itu, saya berharap agar kasus pembangunan jalan istana rakyat juga dituntaskan secepatnya demi tegaknya supremasi hukum dan demi keadilan bagi masyarakat Nisel,” pungkas July Berkatiel Bu’ulolo.

Untuk diketahui bahwa, penanganan kasus pembangunan jalan istana rakyat itu, juga sudah naik ke tingkat penyidikan dengan nomor surat perintah penyidikan : Print- 01/N.2.30/Fd.1/08/2019 tertanggal 19 Agustus 2019. (Sabar Duha)

Artikel ini telah dibaca 366 kali

loading...
Baca Lainnya

PKN Minta Polda Aceh Usut Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Dusun Durin

Gayo Lues-Polda Provinsi Aceh diminta untuk mengusut dugaan korupsi pembangunan jembatan Dusun Durin, Kecamatan Rikit...

26 September 2020, 12:31 WIB

Bhayangkari Daerah Banten dan Cabang Kota Tangerang Beri Bantuan untuk Anggota Nakes

TANGERANG – Pengurus Bhayangkari Daerah Banten dan Pengurus Bhayangkari Cabang Kota Tangerang memberikan bantuan tali...

25 September 2020, 22:35 WIB

Kapolresta Tangerang Ajak Komunitas GO Graber Jadi Pelopor Patuh Protokol Kesehatan

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi kembali melaksanakan pembinaan komunitas untuk...

25 September 2020, 22:28 WIB

Kapolresta Tangerang Pimpin Operasi Yustisi, 48 Pelanggar Dihukum Ini

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi memimpin pelaksanaan Operasi Yustisi bersama...

25 September 2020, 22:20 WIB

Intensifkan Operasi Yustisi, Polsek Balaraja Sanksi 45 Warga Masyarakat

TANGERANG – Jajaran Polsek Balaraja Polresta Tangerang Polda Banten kembali menggelar Operasi Yustisi di 11...

25 September 2020, 21:50 WIB

Kapolresta Tangerang Ajak Jemaah Salat Jumat Doakan Pandemi Berakhir

TANGERANG – Kapolresta Tangerang Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi mengajak jemaah Salat Jumat untuk...

25 September 2020, 21:40 WIB

loading...