Kasus Pembatalan Acara Hari Korupsi Oleh Pemprov Jatim. I Wayan Titip : Pemprov Sudah Melakukan Pelanggaran Etika Dan Moral

  • Whatsapp

Surabaya – Kasus menghamburkan dana anggaran yang dilakukan oleh Pemprov Jatim nampaknya menuai polemik. Banyak kalangan yang menilai bahwa penghamburan dana tersebut sangat disayangkan.
Pengamat hukum I Wayan Titik Sulaksana S.H., M.S. mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Pemprov Jatim tersebut sudah menyalahi aturan dan juga merupakan pemborosan anggaran ” Pemprov Jatim dalam masalah ini sudah melakukan pelanggaran etika dan moral. Anggaran yang sudah tersusun kok malah mubazir dan terbuang. Ini merupakan pemborosan” katanya sabtu (14/12)

Guru Besar Universitas Airlangga ini juga menambahkan bahwa BPK harus menyelidiki hal ini ” Untuk masuk ke ranah korupsi sepertinya masih belum tapi pihak BPK perlu mengaudit adanya pemborosan anggaran ini ” tukasnya

Sebelumnya , Pemerintah Provinsi Jawa Timur memutuskan untuk membatalkan acara peringatan hari Anti Korupsi dikarenakan gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa harus ke Jakarta karena mengikuti acara Hari Anti Korupsi di KPK. Senin (9/12)

Untuk diketahui, dalam acara tersebut para undangan banyak yang ‘kecele’. Pasalnya, pihak pemprov Jatim memberikan pemberitahuan secara mendadak. Parahnya, salah satu undangan yang berpangkat bintang tiga merasa kecewa dengan pembatalan tersebut.

Kepala Biro Humas dan Protokol Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan bahwa acara tersebut bukannya dibatalkan melainkan ditunda. Sehingga, pihaknya memberikan pemberitahuan ” Bukan dibatalkan tapi diundur mas. Ibu Gubernur diundang ke Jakarta untuk mengikuti acara Hari Anti Korupsi di KPK” katanya Kamis (12/12) lalu

Saat disentil terkait biaya yang sudah dikeluarkan untuk acara tanggal 9 kemarin, Aries menyatakan bahwa tidak ada biaya yang terbuang dan tidak ada biaya tambahan ” Tidak ada yg dibuang, khan ditunda bukan dibatalkan. Tidak ada yg diganti diserahkan semua kepada panitia yg sudah dibentuk” jawabnya melalui WA

Dan, Aries juga menambahkan tidak ada pengajuan dana tambahan buat pelaksanaan acara berikutnya. Sebab, acara akan dilaksanakan di gedung Pemprov dan akan dilaksanakan secara sederhana ” Nggak ada dana tambahan. karena kita gunakan gedung pemprov, acaranya juga sederhana. Acara kita khan yg awal di grahadi dalam bentuk upacara menjadi di kantor gubernur. Khan sama2 fasilitas pemerintah” jelasnya (zam)

Pos terkait

loading...