Rabu, 18 Desember 2019 - 12:30 WIB

Foto bersama HMI Unand  usai diskusi di Coffee Shop Fakultas Pertanian Unand, Selasa (17/12).

Foto bersama HMI Unand usai diskusi di Coffee Shop Fakultas Pertanian Unand, Selasa (17/12).

Forum Diskusi HMI Unand: Mahasiswa Mesti Berpikir Akademis dan Berjiwa Organisatoris

Padang, – Koordinator Komisariat (Korkom) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Andalas (Unand) mengadakan kegiatan forum diskusi yang bertema “Mempersiapkan Masa Depan Mahasiswa yang Gemilang dengan Menyeimbangkan Dunia Akademik dan Organisasi” di Coffee Shop Fakultas Pertanian Unand, Selasa (17/12).

Acara ini dipanitia kader HMI selingkup Unand. Pemateri yang dihadirkan Dedet Deperiky, S.P., M.Si alumni HMI Komisariat Pertanian Unand. Saat ini, ia adalah Awardee S3 BUDI LPDP Kementrian Keuangan dan Koordinator (Lurah) Beasiswa Program Doktor BUDI LPDP Universitas Andalas  serta sebagai Dosen Manajemen Logistik Industri Agro di Politeknik Negeri ATI Padang (ATIP).

Wahyu Ricar Ketua Umum Korkom HMI Unand mengatakan kegiatan dilaksanakan untuk memberikan gambaran kepada mahasiswa yang tergabung dalam organisasi HMI khususnya dan mahasiswa Unand umumnya tentang bagaimana cara menyeimbangkan antara dunia akademik dan organisasi.

“Saat ini, banyak mahasiswa yang kita lihat melibatkan diri dalam organisasi. Baik itu organisasi intra kampus maupun ekstra kampus. Namun, tak sedikit juga diantara mereka yang masih mengalami masalah dalam akademik karena kegiatan organisasi yang diikuti. Artinya, mereka belum mampu menyeimbangkan antara akademik dan organisasi. Nah, di forum ini kita harapkan, peserta dapat mengambil poin penting dari materi yang disampaikan,” ujarnya.

Baca juga : Dinilai Kurang Kooperatif, LSM Minta Gubernur Sumbar Evaluasi Humas Bank Nagari

Deded Deperiky, merupakan Awardee Beasiswa BUDI LPDP Program Doktor Universitas Andalas selaku pemateri menyampaikan bahwa seorang mahasiswa harus mampu menyeimbangkan dunia akademik dan organisasinya semasa kuliah.

Hal ini dikarenakan dua hal tersebut merupakan komponen penting ketika sudah memasuki dunia kerja. Lebih lanjut, ia membuat sebuah rumus sederhana untuk mahasiswa hari ini yakni selalu bertindak sebagai mahasiswa yang berpikir akademis dan berjiwa organisatoris.

“Konsep yang selalu saya pegang ketika saya kuliah dulu adalah mengutamakan akademis dan mendahulukan organisasi. Alhamdulillah, saya tamat sesuai waktunya. Jadi, tidak zaman nya lagi di era 4.0 ini bahwa ikut organisasi membuat orang lama tamat kuliah. Begitu juga sebaliknya,  tidak ada lagi cerita bahwa tuntutan jadwal kuliah yang padat dapat menghambat orang untuk berorganisasi. Hal ini hanya tergantung dari mau atau tidaknya kita untuk melaksanakan keduanya dan juga kemampuan manajerial waktu kita,” ujarnya.

“Hari ini, mahasiswa yang dibutuhkan oleh dunia industri adalah mahasiswa yang mempunyai soft skill di bidang organisasi. Hasil survey saya dalam seleksi beasiswa LPDP, 80% mahasiswa yang lulus kebanyakan adalah orang-orang yang memiliki IPK tinggi untuk seleksi administrasi dan disamping itu juga memiliki kemampuan bernegosiasi atau teknik lobi yang bagus. Dapat saya pastikan, pasti berbeda antara performance indicator orang yang pernah mengikuti organisasi dan orang yang tidak pernah ikut organisasi dalam menjawab pertanyaan atau bersikap ketika seleksi wawancara,” paparnya.

Baca juga : Kemendagri: Pejalanan Dinas Gubernur Sumbar ke Luar Negeri Sesuai Aturan

Dikatakan Deded Deperiky, standar LPDP hari ini tidak lagi berbicara tentang orang-orang yang pintar menghapal namun orang yang cerdas dalam menganalisa dan menghubungkan (how to conduct) karena Indonesia sedang menghadapi Era 4.0.

Menurutnya, Indonesia hari ini tidak membutuhkan orang-orang yang pintar dalam menghapal namun orang-orang yang memiliki gagasan yang besar dan analisa yang komprehensif terhadap kontibusi untuk masa depan.

IPK adalah pertanyaan awal pewawancara ketika kita melamar suatu pekerjaan atau beasiswa. Namun setelah itu, mereka akan bertanya tentang apa kontribusi kita selama kita menjadi mahasiswa.

Kemampuan manajarial dalam mengelola personal individu lain yang dilakukan mahasiswa dengan IPK 4 tapi tidak pernah mengikuti organisasi dengan orang yang IPK nya 3.5 dan pernah berorganisasi pasti berbeda. Di dalam dunia pekerjaan, tidak akan keluar rumus statistik dan tidak akan keluar rumus-rumus kalkulus tapi yang paling penting di dunia kerja adalah bagaimana mengelola orang.

Deded Deperiky, berpesan kepada peserta yang hadir agar menyiapkan segala “peluru” yang akan dibutuhkan di masa yang akan datang semasa duduk di bangku kuliah. Lebih jauh, ia mengatakan bahwa pertarungan di masa depan akan jauh lebih besar dari pada hari ini.

“Sebentar lagi kita akan memasuki sebuah era yang bernama Era 5.0. Era ini adalah era di mana kegiatan manusia akan digantikan oleh robot. Jepang sudah memasuki era ini. Untuk itu, persiapkanlah diri dari sekarang untuk menghadapi era tersebut. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya bahwa salah satu pertanyaan paling penting pewawancara ketika kita ingin melamar kerja atau beasiswa adalah tentang organisasi kemahasiswaan,” jelas Deded.

Robot tidak bisa ikut organisasi tapi manusia bisa. Maka dari itu, latih dan tempa lah diri dalam dunia organisasi. Meskipun begitu, jangan juga meninggalkan ranah akademik.

“Usahakan untuk menyeimbangkan keduanya, karena komponen ini sama pentingnya. Seseorang akan menjadi sosok yang luar biasa jika mampu mengkombinasikan dua hal tersebut secara baik, “Bak mairik banang dalam tapuang” jika ditarik maka benangnya tak putus dan tepungnya tak berserakan. Itulah ontologi dari kesimbangan antara akademik dan organisasi” simpulnya.

(Mita)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

loading...
Baca Lainnya

BPBD Semprotkan Desinfektan di Sejumlah Wilayah Ini

TANGERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang kembali melakukan penyemprotan Desinfektan di sejumlah...

31 Maret 2020, 23:29 WIB

Ngamuk Usai Nabrak Orang, Netizen Buru Instagram Gadis Ini

TANGERANG –  Video pengemudi mobil tabrak pejalan kaki hingga tewas di kawasan perumahan elit Lippo...

31 Maret 2020, 23:21 WIB

Cegah Covid-19, Polda Sumbar Semprotkan 47.000 Liter Disinfektan

Sumbar, – Secara serentak, hari ini seluruh jalan di wilayah Sumatera Barat disemprotkan disinfektan oleh...

Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH, pimpin penyemprotan jalan dengan Disinfektan.

31 Maret 2020, 19:49 WIB

Pasien Corona di Tangerang Akan Ditampung Griya Anabatic

TANGERANG – Pemerintah Kabupaten Tangerang tengah menyiapkan tempat penampungan pasien virus corona (COVID-19). Lokasi yang...

31 Maret 2020, 19:06 WIB

Cerita Polresta Tangerang Kembali Semprotkan Disinfektan di 15 Wilayah

TANGERANG – Sebagai upaya memutus mata rantai peyebaran virus corona Covid–19, Polresta Tangerang Polda Banten...

31 Maret 2020, 18:07 WIB

Mantap, Kerumunan Pemuda di Rental PS Dibubarkan Polsek Cisoka

TANGERANG – Polsek Cisoka Polresta Tangerang Polda Banten kembali membubarkan kerumunan massa. Ya, sekumpulan anak...

31 Maret 2020, 17:05 WIB

loading...