Jakarta – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti ditantang debat publik oleh Bambang Haryo Soekartono, Anggota DPR-RI periode 2014-2019. Ini, setelah polemik ekspor benur lobster mengemuka ke publik.

Sejumlah cuitan Susi Pudjiastuti pun di alirkan ke Twitter dan didukung buzzer. Susi rupanya terlihat geram, Hal ini karena sesuai dengan kebijakannya kala menjabat, potensi ekonomi besar bisa diraup jika lobster diekspor setelah besar, bukan mengekspor saat masih menjadi benih.

Perbedaan nilainya sangat besar, Susi menilai bahkan bisa membeli banyak motor Harley Davidson sekaligus.

“1 backpack bibit lobster +_ min 8000ekor Rpnya sama dg 2 harley= 60 Brompton, kalau bibit ini tidak diambil, di laut & jadi besar nilai jd min. 20 harley = 600 brompton, tidak usah kasih makan, Tuhan yg memelihara, manusia bersabar,menjaga pengambilannya. Tuhan lipatkan gandakan,” kata Susi di Twitternya.

Menanggapi Susi, Bambang Haryo Seokartono, Dewan Penasihat Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Timur, menyebutkan, salah satu kebijakan mantan menteri Susi soal pelarangan penangkapan benur lobster yang tertuang dalam Permen KP No. 56 Tahun 2016 adalah keliru.

“Larangan penangkapan benur lobster ini mengakibatkan ribuan nelayan kehilangan mata pencarian dan negara kehilangan potensi ekonomi, termasuk dari ekspor, hingga ratusan triliun rupiah setiap tahun,” ungkapnya, Jumat (20/12).

Pelarangan itu, tutur Bambang Haryo, justru memicu penyelundupkan benur lobster sehingga merugikan negara. Di sisi lain, nelayan kehilangan mata pencarian dari penangkapan benur dan budidaya lobster.

Dia mengatakan Indonesia merupakan sumber lobster terbesar di dunia meskipun biota laut bernilai tinggi ini sebenarnya endemik dari Pulau Christmas, Australia.
Potensi benur lobster Indonesia diperkirakan mencapai 2-3 miliar per tahun, bahkan di Lombok Tengah saja potensinya mencapai 300 juta ekor per tahun.

Data KKP mengungkapkan, terdapat 20 lokasi potensial sumber lobster di seluruh Indonesia. “Begitu melimpah benur lobster, nelayan kita bisa memanen selama 10 bulan sepanjang tahun,” papar Bambang Haryo.

Persiteruan kedua tokoh publik pun mengundang reaksi warga net, @opposite6890 menantang Susi Pudjiastuti untuk bisa berdebat dengan Bambang Haryo. “Kayaknya keren ni kalau beneran bisa debat terbuka”Tulis akun @opposite di linimasa Twitter.

Tantangan debat publik ini pun telah dijawab oleh Bambang Haryo Soekartono @bambangharyos berkomentar dirinya siap jika berdebat dengan Susi Pudjiastuti. “Saya siap, bisa sekitar tanggal 20 Januari 2020″Tulis Bambang Haryo.

Sementara itu Akun @Aji mengatakan “Pastinya akan seru tuh .. yang satu Dewan Penasehat perhimpunan nelayan … dan yang satu Mantan Mentri KKP …” Kemudian, @Zinpackzen Akun Kalo debat terbuka sampai terjadi maka itu sangat luar biasa bagus buanget, dan nanti publik bisa menilai siapa sih sebenarnya sosok yg sok dikit2 bilang : “akan saya tenggelamkan” itu ?

Berikut Twitter terkait.