Akibat Ulah Susi Pudjiastuti, Nelayan Banyuwangi Menjerit Ijin Sulit

- Editorial Staff

Kamis, 26 Desember 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nelayan di Muncar, Banyuwangi

Nelayan di Muncar, Banyuwangi

Banyuwangi – Nelayan di Muncar Banyuwangi, Jawa Timur mengaku kebijakan Menteri sebelumnya Susi Pudjiastuti tidak berorientasi pada peningkatan kesejahteraan Nelayan, namun membuat Nelayan didaerah itu terpuruk.

Pasalnya, sejumlah kebijakan terutama pada perijinan sangat lambat dan dipersulit hingga bertahun-tahun. Hal inilah, yang menjadikan Nelayan daerah itu tak bisa melaut bahkan ada yang ditangkap.

“Soal pengurusan perijinan ini cukup sulit, ada yang satu tahun bahkan lebih. Seharusnya dipermudah oleh pemerintah sehingga Nelayan bisa bekerja dengan leluasa tidak mengalami kendala ketika berlayar”Kata Tri, Nelayan asal Muncar, Banyuwangi, Kamis (26/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dikatakan dia, ada sejumlah kapal tidak bisa berlayar, ada juga yang ditangkap oleh Lanal Surabaya lantaran tidak bisa memberikan perijinan. Kata Tri.

Sementara itu, Nelayan lain mengaku kesulitan mendapatkan ijin, ini terjadi semasa Menteri KKP dipimpin Susi Pudjiastuti.

“Kami minta, Pemerintah pusat khususnya Kementerian Kelautan dan Perikanan agar turun ke Muncar, karena sampai sekarang ini tidak tersentuh”Kata Nelayan KM Sumber Jaya, Kamis.

Disisi lain, kata Haryadi Nelayan asal Muncar terpuruk akibat harga ikan yang tidak stabil, dia mengaku per hari hanya bisa bawa pulang uang untuk keluarganya sebesar Rp150 ribu.

“Ikan yang dihasilkan antara 10 ton hingga 25 ton, harga ikan per kilonya 3.000, sementara BBM dan operasional sekali jalan antara Rp15 juta hingga Rp20 juta, baru bisa keluar. Seharusnya harga ikan diatur, tidak dilepas begitu saja, sehingga juga tidak merugikan Nelayan”Kata Haryadi, diamini nelayan lain.

Simak Videonya.

Berita Terkait

Gerindra: Anies Gagal Paham soal Jalan Tol
BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem sampai 8 Maret
Rayakan 17 Agustus di IKN, Jokowi Sampaikan Progressnya
Pengamat Sebut Pemerintahan Prabowo Didominasi Parpol
Rektor UP Bantah Tak Ada Bukti dan Saksi Soal Pelecehan Seksual
Bea Cukai Gandeng Satpol PP, Sita 25 Ribu Batang Rokok Ilegal di Kebumen
Bukan Hanya Prabowo, Ini 5 Jenderal yang Peroleh Kenaikan Pangkat Usai Pensiun
5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak

Berita Terkait

Jumat, 1 Maret 2024 - 13:38 WIB

Gerindra: Anies Gagal Paham soal Jalan Tol

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:12 WIB

BMKG Imbau Waspadai Cuaca Ekstrem sampai 8 Maret

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:04 WIB

Rayakan 17 Agustus di IKN, Jokowi Sampaikan Progressnya

Jumat, 1 Maret 2024 - 10:01 WIB

Pengamat Sebut Pemerintahan Prabowo Didominasi Parpol

Kamis, 29 Februari 2024 - 09:45 WIB

Rektor UP Bantah Tak Ada Bukti dan Saksi Soal Pelecehan Seksual

Kamis, 29 Februari 2024 - 09:44 WIB

Bea Cukai Gandeng Satpol PP, Sita 25 Ribu Batang Rokok Ilegal di Kebumen

Rabu, 28 Februari 2024 - 16:09 WIB

Bukan Hanya Prabowo, Ini 5 Jenderal yang Peroleh Kenaikan Pangkat Usai Pensiun

Senin, 26 Februari 2024 - 08:53 WIB

5 Rekomendasi Model Rambut untuk Pria Berrahang Tegas, Nomor 1 Potongan Cepak

Berita Terbaru